<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816</id><updated>2012-02-16T16:08:54.972-08:00</updated><title type='text'>Penulis Hebat</title><subtitle type='html'>Kami Menulis Segala</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-4945811973709285576</id><published>2011-01-24T05:35:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T02:46:19.671-08:00</updated><title type='text'>Kisah Dari Garis Depan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TT2BC3tEUTI/AAAAAAAAAFg/Go8r_jury8w/s1600/merapi1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TT2BC3tEUTI/AAAAAAAAAFg/Go8r_jury8w/s400/merapi1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565746600812499250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Waktu itu pukul 00.07 pagi, tanggal 5 November 2010. Aku terbangun oleh suara sms masuk di blackberryku. Ternyata Ari Retnowati, teman kuliahku di IPB dulu yang sekarang tinggal di Klaten. “To, merapi kenapa lagi? Suara gemuruh gludag gludug-e kedengeran kuenceng buanget dari tempat gue sekarang. Kemarin-kemarin gak pernah kedengeran. Hopefully everything gonna be ok”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Suara guruh merapi memang luar biasa malam itu. Lebih keras dari hari-hari sebelumnya. Bayangkan kita sedang berdiri di pinggir jalan, lalu ada serombongan truk tronton lewat. Sekeras itulah kira-kira gemuruhnya. Padahal rumahku lumayan jauh dari puncak Merapi, sekitar 17-an kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Mas, gimana nih? Gak papa ya?”. Ternyata suara sms itu juga membangunkan istriku. Wajahnya tampak sedikit cemas. Tak heran. Aku pun cemas. Siapa yang tidak cemas mendengar suara gemuruh seperti itu. Aku tersenyum, berusaha menampakkan ekspresi wajah setenang mungkin. “Insya Allah gak papa yang. Kan perluasan radius bahayanya hanya sampai 15 km. Lagipula pemerintah bikin tenda pengungsian di lapangan Pojok kan? Gak mungkin pemerintah bikin tempat pengungsian di daerah bahaya”. Sehari sebelumnya, Merapi memuntahkan awan panas hingga mencapai wilayah timur laut Merapi Golf. Peristiwa itu membuat radius bahaya yang sebelumnya hanya 10 km diperluas hingga 15 km. Pengungsi di Oasis Disaster yang hanya berjarak sekitar 10 km dari puncak dievakuasi ke lapangan Pojok yang berjarak sekitar 200 meter sebelah utara rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Blacberryku berbunyi lagi, kali ini sms dari mas Wandi, kepanduan DPC Pakem yang sejak letusan pertama tanggal 26 Oktober bersiaga di pengungsian Hargobinangun. “Info: pengungsi Hargo dipindahkan malam ini ke Maguwo semua”. Jantungku berdegup kencang. Kalau pengungsian Hargobinangun dievakuasi, artinya ini benar-benar serius. Kubalas sms dari beliau. “Bagaimana dengan pengungsi di lapangan Pojok? Apa sudah ada perintah evakuasi?”. Kalau lapangan Pojok dievakuasi, berarti rumah kami pun tidak aman. Tak lama datang balasan dari beliau “sementara masih tetap di Pojok”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Aku agak lega, tapi tetap saja kuminta istriku untuk mempersiapkan traveler bag. “Masukkan saja beberapa lembar pakaian dan semua buku rekening kita, juga kas OmahTernak yang ada di rumah. Hanya untuk jaga-jaga. Siapkan juga kandang kecil Choky”. Choky adalah kucing Himalaya jantan peliharaan kami. Tidak mungkin rasanya meninggalkan dia di rumah bila perintah evakuasi keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ketika sedang membantu istriku mempersiapkan semua, blackberryku kembali berbunyi. Kali ini telepon dari pak Indra, ketua PKS DPC Pakem. “Assalamu’alaikum” sapaku. “Wa’alaikumsalam” jawab beliau. “Akhi, bisa minta tolong jemput ane? Ane mau evakuasi istri dan anak ke rumah antum saja”. Aku langsung berganti pakaian. Rumah pak Indra berada di Kalireso, sekitar 15-16 km dari puncak Merapi, dan tepat berada di pinggir Kali Boyong. Bila Merapi meletus dan awan panas masuk ke Kali Boyong, maka bisa dipastikan rumah beliau akan terkena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Aku mengambil kunci mobil avanza yang disediakan DPD untuk antar-jemput logistik kemudian berpamitan pada istriku. Saat keluar dari kamar, kulihat semua pengungsi yang tidur di ruang tengah rumah kami sudah terbangun semua. Ada yang sedang tilawah, ada yang sedang menenangkan anaknya, ada pula yang sedang mencoba mengontak kerabatnya yang masih tinggal di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Baru saja dua langkah aku berjalan meninggalkan kamar, tiba-tiba suara gemuruh itu berhenti beberapa detik dan lalu….. DUAAAAR…. Suara letusan yang keras sekali. Kami semua terkejut. Ada yang beristighfar, ada pula yang memekikkan takbir. “Astaghfirullah mas! Apa itu??”. Istriku menarik jilbab kaos terdekat lalu berlari ke arahku. DUUAAARRR…. Suara letusan kedua terdengar. Beberapa detik kemudian….TAK…TAK…TAK…. terdengar suara keras di atap. Aku dan beberapa bapak-bapak berlari ke arah teras. “Astaghfirullah….Subhanallah…” gumamku pelan. Seumur hidupku, aku hanya pernah melihat hujan air. Lalu beberapa bulan yang lalu Allah menunjukkan kepadaku hujan es. Pada letusan tanggal 30 Oktober aku diperlihatkan hujan abu. Dan kini tubuhku gemetar, jantungku terasa jatuh ke bawah….hujan batu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kendaraan bermotor mulai dari mobil, truk, dan kendaraan roda dua mulai melaju kencang melewati rumah kami menuju arah selatan. “Pengungsi dari lapangan Pojok lari!” pikirku dalam hati. Di sebelah, satu-satunya tetanggaku, pak Nono—seorang TNI—yang ditugaskan di Hargobinangun berteriak kepadaku. “Mas! Di sini gak aman!”. Beliau lalu ikut lari dengan motor bersama keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Aku segera masuk kembali ke dalam rumah, menutup pintu agar abu tidak masuk ke dalam. Kaum ibu di dalam rumah mulai ribut. “Bagaimana ini akh?” Tanya seorang bapak. Aku kemudian berdiskusi dengan akh Herwanto dan akh Efen. Kami sepakat, menyelamatkan diri sekarang justru lebih berbahaya. Di depan rumah kami truk-truk besar berjalan kencang melarikan diri. Mobil hanya ada satu, sedang menyelamatkan diri dengan motor berisiko dilindas truk atau celaka karena menghirup abu merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kami sepakat prioritas pertama adalah menjemput pak Indra dan keluarganya di Kalireso, walau itu berarti melawan arus pengungsi dan relawan yang melarikan diri. Tapi itu resiko yang harus kami ambil. No one left behind! Demikian pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Aku berpamitan kepada istriku, menenangkannya, lalu berlari ke arah mobil avanza yang diparkir di pagar masuk rumah ditemani akh Efen. “Awas! Pakai helm akh!” teriak pak Herwanto. Ups, betul. Hujan batu sebesar kelereng masih berlangsung. Safety first. Aku dan akh Efen mengambil helm pengungsi yang disimpan di teras lalu berlari sekencang mungkin ke dalam mobil. Segera kunyalakan mesin mobil, dan kusingkirkan abu vulkanik yang menempel di kaca depan dengan wiper mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Di jalan, tidak ada yang bisa kulihat selain benda yang berjarak 3 meter di depanku. Hujan abu dan kerikil begitu tebalnya. Belum lagi truk-truk dari tenda pengungsian yang berjalan cepat melawan arahku. Mungkin karena panik, truk-truk diesel sebesar itu berjalan di tengah jalan yang tidak begitu lebar itu. Beberapa kali aku harus membanting stir karena tepat berpapasan dengan mereka, bahkan sampai hampir terperosok ke sawah karena berjalan terlalu di pinggir. Aku sudah tidak peduli dengan klakson dan makian dari truk-truk itu. Yang ada di otakku adalah secepatnya sampai ke Kalireso dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pasti hanya karena pertolongan Allah sajalah, aku bisa sampai ke Kalireso dengan jarak pandang tidak sampai 3 meter sambil melawan arus evakuasi tanpa salah belok atau tertabrak truk. Aku yakin para supir truk yang panik itu tidak mungkin bisa melihatku, walau cuma cahaya lampu mobilku karena akupun sama sekali tidak bisa melihat truk mereka, ataupun cahaya lampu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sesampai di Kalireso, kujalankan mobil dengan sangat perlahan. Rumah beliau berada tepat di pinggir jalan tapi, Masya Allah…bahkan aku tidak tahu apa aku masih berada di atas jalan. Hujan abu makin deras, kini aku buta total. Sekali lagi, hanya berkat pertolongan dari Allah sajalah aku bisa berhenti tepat di depan rumah beliau. Bahkan aku bisa memposisikan agar ekor mobilku tepat di samping pintu masuk. Bila sampai sekarang orang-orang bertanya kepadaku bagaimana caraku memposisikan mobil sedemikian rupa sehingga lebih memudahkan evakuasi, aku menjawab tidak tahu. Aku hanya memutar mobilku dalam kebutaan, dan memundurkannya dan entah bagaimana tepat di samping pintu. Mungkin beberapa orang menyebutnya sebagai ‘kebetulan’. Tapi aku sendiri yakin bahwa ini pertolongan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saat turun dari mobil, baru kusadari warga Kalireso sudah berkumpul semua di dalam mushalla. Di pintu rumah, pak Indra sudah menunggu beserta istri dan anaknya yang baru berumur sekitar 2 minggu. Di samping mushalla, ada sebuah truk yang siap mengevakuasi warga di sana. Belakangan aku baru tahu, bahwa di dalam truk tersebut sudah terdapat 5 jenazah korban letusan Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Setelah kami semua masuk ke dalam mobil, aku kembali menyalakan mesin dan menjalankan kendaraanku perlahan-lahan. Keluar dari Kalireso, hujan abu sudah mulai mereda walau masih deras. Jalan utama yang tadi disesaki oleh mobil dan truk yang melarikan diri kini telah kosong melompong. Jalan Turi yang biasanya ramai karena merupakan jalur wisata, kini seperti kota mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sesampai di rumahku, hujan abu sudah makin menipis. Kini aku bisa melihat sekitar dengan jelas walau abu masih terasa merasuk ke pernafasanku padahal aku sudah mengenakan masker. Orang-orang di dalam rumah sudah mulai tenang, walau anak-anak masih menangis ketakutan. Mbak Riza, istri pak Indra beserta anaknya masuk ke kamar bersama istriku. Aku, pak Indra, pak Efen, dan pak Herwanto berkumpul membicarakan langkah selanjutnya. Kami sepakat, bahwa pada titik tertentu kami harus keluar dari tempat ini dikarenakan abu vulkanik halus mulai masuk ke dalam rumah, dan ini tidak baik untuk kesehatan anak-anak terutama balita. Namun kami khawatir dengan kondisi jalan menuju ke selatan yang masih sesak dengan pengungsi yang melarikan diri. Di sini aku menyadari bahwa dalam kondisi darurat seperti ini diperlukan ketenangan untuk berpikir jernih. Bayangkan bila kami ikut panik berlarian ke bawah, mungkin akibatnya akan lebih fatal. Untuk saat ini, kami memutuskan untuk berjaga bergiliran, sementara sisanya istirahat. Kesempatan ini aku gunakan untuk mengontak akh Wicak, temanku di Bandung untuk mencari kabar terbaru. Kami tidak bisa mengakses media karena listrik dimatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kira-kira pukul tiga pagi, rumahku diketuk. Ternyata seorang kepanduan dari DPD Sleman datang untuk memeriksa kondisi kami. Beliau menyarankan kami untuk evakuasi sekarang, sambil meyakinkan bahwa jalan Kaliurang telah lengang sehingga aman untuk evakuasi. Dua buah mobil dari DPD juga telah berangkat menuju rumah untuk membantu proses evakuasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Pak Indra memintaku untuk berangkat terlebih dahulu untuk mengangkut ibu-ibu yang mempunyai anak-anak balita. Tujuannya adalah Ponpes Darush Shalihat. Terus terang aku merasa agak keberatan. Aku berat meninggalkan istriku di rumah dalam kondisi seperti ini. Apalagi Merapi sudah mulai kembali bergemuruh. Tapi aku tahu aku harus menanggalkan egoku dalam kondisi seperti ini. Aku tahu, mengevakuasi anak-anak balita terlebih dahulu adalah keputusan yang tepat karena kondisi udara saat itu tidak baik untuk mereka. Dan anak balita tidak mungkin dievakuasi tanpa ibu mereka. Sehingga apa boleh buat, istriku harus menunggu untuk dievakuasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Perasaanku sangat berat ketika berpamitan dengan istriku. “Hati-hati ya mas” ucapnya sambil tersenyum. Aku hanya mengangguk pelan. Ku tatap wajahnya seakan-akan itu terakhir kalinya aku bisa menatap wajahnya. Ketika berjalan menuju mobil, kutepuk bahu pak Indra. “Titip istri ane ya akh”. Aku berusaha tenang namun ternyata suaraku tetap bergetar. “Ya akh, Insya Allah” jawab beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Aku menjalankan mobilku perlahan, berusaha tidak membuat anak-anak kecil ini makin ketakutan. Di sebelahku, seorang ummahat terisak-isak sepanjang perjalanan. Beliau istri dari pak Herwanto. Sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu di dalam mobil untuk menceriakan suasana atau sekedar mencairkan ketegangan. Tapi aku sendiri sedang dalam keadaan kalut. Senyum istriku terus terbayang sepanjang perjalanan. Akhirnya aku hanya diam saja. Aku hanya berusaha secepat mungkin dan seaman mungkin sampai di ponpes Darush Shalihat, lalu kembali ke Pakem untuk menjemput istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Sesampai di ponpes, aku segera menghubungi pak Indra. Ternyata beliau meminta aku untuk menunggu di sana. Tentu saja aku protes. Tapi beliau segera memotong “istri antum Insya Allah aman akh, beliau naik di mobil kedua di belakang antum”. Hatiku agak tenang, walau aku belum lega sebelum melihat istriku lagi. Sehingga walau aku diminta untuk segera ke kantor PKS DPD Sleman, aku memutuskan untuk menunggu sebentar lagi. Baru setelah bertemu istriku aku berangkat menuju kantor DPD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Aku tiba di DPD tepat saat adzan subuh. Di sana suasana cukup hiruk-pikuk. Barulah ketika masuk ke dalam, aku melihat betapa besar kejadian dini hari tadi di televisi. Di kabarkan 50 orang luka bakar di Kecamatan Cangkringan. Tetapi belum diketahui ada atau tidaknya korban tewas. Dari televisi juga aku mengetahui radius bahaya diperluas hingga 20 km. Fuuuhhh…… there goes my neighborhood… pikirku dalam hati. Rumahku resmi masuk wilayah bahaya II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Di DPD aku bertemu dengan ustadz Ryo Rasyid, yang memiliki kelompok binaan Ternak Domba Master di Cangkringan. Beliau menanyakan kondisiku dan teman-teman Pakem. Belakangan baru aku mengetahui bahwa sebagian kandang kelompoknya habis disapu awan panas. Saat itu aku tidak menyadarinya, karena kondisi beliau saat itu tenang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tak lama, aku juga mendapatkan telepon dari ustadz Nashir Harist, pimpinan ponpes Al-Hadi. Beliau menanyakan kondisiku dan kondisi kandangku. Aku menjawab: “ane Alhamdulillah baik-baik saja ustadz. Kalau kandang….ane pasrahkan saja pada Allah…ane gak tahu”. Aku benar-benar belum tahu nasib kandangku beserta karyawan yang tidur di sana. Mereka belum bisa ku hubungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Setelah shalat subuh, aku memilih kembali ke mobil. Aku lelah sekali. Di DPD sudah tidak ada tempat untuk sekedar duduk. Banyak sekali pengungsi di sana. Aku ingin tidur sebentar di dalam mobil. Ini pasti akan menjadi hari yang sangat panjang dan melelahkan…Sebelum tidur, kusempatkan untuk mengirimkan sms kepada istriku. “Whatever happened, I will always love you”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Pagi jam setengah 8, aku kembali bertemu dengan pak Indra di DPD. Sebelumnya aku sempat mengantarkan istri ke rumah orang tuaku. Tapi karena ia ingin kembali lagi ke posko, akhirnya kami hanya meletakkan barang-barang yang sempat kami bawa di rumah orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Pagi itu aku, istriku dan pak Indra kembali ke rumahku untuk mengambil barang teman-teman serta logistik posko yang masih tertinggal. Tetapi sebelumnya aku sempatkan untuk mampir terlebih dahulu ke kandangku di dusun Penen. Selama di perjalanan, baru aku mendengar kisah heroik teman-teman DPC Cangkringan yang mengevakuasi warga sambil dikejar oleh lahar panas. Bahkan ada satu kelompok yang terpaksa memutar ke arah Prambanan karena jalur evakuasinya terpotong oleh lahar panas. Ternyata, ketika di rumahku hujan batu dan pasir, mereka mengalami hujan api. Dan ketika aku menembus kegelapan malam menuju Kalireso, mereka sedang berjibaku menyelamatkan warga sambil dikejar lahar serta awan panas. Beberapa hari kemudian, aku membaca status facebook ketua DPC Cangkringan kurang lebih sebagai berikut: “Awan panas sudah ada alamatnya akan ke mana. Demikian juga kematian itu pasti akan datang. Tinggal bagaimana kita mengatur seni kematian itu, mati dalam kemaksiatan atau mati dalam kemanfaatan kepada orang lain”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Setibanya di Penen, kudapati kandangku sudah kosong melompong. Tampaknya anak kandang kami sudah mengungsi entah kemana. Aku masih tidak bisa menghubungi mereka. Seluruh rumput untuk pakan kami sudah tertutup abu. Tapi Alhamdulillah, kandang domba kami bersih. Memang jalan tempat domba masuk ke kandang putih tertutup abu semua. Tetapi bagian dalam kandang dan tempat pakan, bersih. Domba kami masih dilindungi Allah. Aku sedikit lega, walau dalam hati mengkhawatirkan stok hijauan kami yang terselimuti debu vulkanik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Beberapa menit di kandang, kami segera meluncur ke rumahku. Kupakai kesempatan itu untuk menyelamatkan CPU, mengambil lagi beberapa helai baju, dan menyelamatkan beberapa surat penting yang tertinggal dini hari tadi. Suasana masih mencekam karena guruh merapi masih terdengar. Setelah itu kami sempatkan mampir ke Kalireso untuk mengambil beberapa keperluan pak Indra. Di sana, gemuruh jauh lebih keras lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Siang hari kami gunakan untuk istirahat sekaligus shalat Jumat. Sorenya, aku diminta untuk mengevakuasi teman-teman kader yang masih tertinggal di atas. Aku berangkat bersama pak Herwanto dan pak Ahmad. Cukup sulit untuk mencapai ke atas, karena jalan-jalan utama sudah diblokir oleh polisi dan relawan. Tapi biasanya tiga kata sakti ini cukup membuat jalan terbuka untuk kami: “relawan PKS, evakuasi”. Apalagi kami bertiga memakai kaos kepanduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berputar-putar melacak lokasi teman-teman dan keluarga kader di atas, keadaan sangat mencekam. Gemuruh merapi jauh lebih keras dari tadi siang. Kondisi sangat gelap, padahal waktu masih menunjukkan pukul 14.30. Terus terang, jadi aku teringat sehari sebelum letusan ketika aku, pak Herwanto dan pak Ahmad beserta beberapa kepanduan DPD naik ke dusun Boyong yang berjarak 8 km dari puncak untuk membongkar tenda pleton (saat itu radius bahaya sudah dinaikkan menjadi 15 km). Saat melepas tenda pleton itu, setiap ada guruh aku selalu mendongak ke arah puncak. Menebak-nebak apakah itu suara gemuruh geledek dari awan hujan, atau suara gemuruh merapi yang memuntahkan awan panas. Kini, kondisi dusun Boyong yang berjarak 8 km dari puncak itu sama dengan kondisi daerah yang sedang aku lewati, yang berjarak sekitar 15 km dari puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Jalur evakuasi yang  kutempuh cukup berputar-putar karena beberapa akses jalan tertutup oleh batang pohon atau bambu yang rubuh. Di sebuah dusun kudapati sebuah pohon beringin yang sangat besar tumbang karena tidak kuat menahan beban abu dan pasir di dahannya. Pikirku saat itu adalah “mudah-mudahan rumahku tidak bernasib seperti ini”, mengingat rumahku juga terkena hujan pasir dan kerikil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ketika memasuki pertigaan Balong dan akan menyeberangi jembatan, ada sekelompok linmas menghadang kami. Seperti biasa, kubuka jendela mobil sambil berkata “relawan PKS, mau evakuasi”. Tapi kali ini kata sakti kami tidak berhasil. “Banjir mas, gak bisa lewat!” demikian teriak salah seorang linmas. Aku memajukan mobilku sekitar 10 meter ke depan. Baru aku sadar apa maksud linmas tersebut. Jembatan yang akan aku lewati terbenam oleh aliran deras lahar dingin. Deras sekali. Masya Allah….pikirku. Sungai ini berhulu di Kali Boyong, dan berhilir di Kali Code, tempat tinggal teman-teman ‘pekanan’-ku. Aku tidak ingat apakah hari itu hujan deras, tapi aku ingat sekali aliran lahar dingin tersebut, dengan material vulkanik berupa batu besar-besar. Aku berputar sambil berdo’a dalam hati “Allah, lindungilah saudara-saudaraku di bawah sana”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Malam itu, kami semua dari PKS DPC Pakem sepakat bahwa itulah tidur ternikmat yang pernah kami rasakan. Tanpa ada rasa takut, tanpa ada gangguan guruh dan hujan abu. Malam itu, kami beristirahat dengan tenang. Namun kami sadar, seperti pesan salah satu ustadz kami: “Bencana ini nampaknya akan panjang. Oleh karena itu kita juga harus menjaga nafas kita agar tetap panjang. Karena kita tidak hanya dibutuhkan saat tanggap bencana, melainkan juga saat post-disaster”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Merapi pertama kali meletus pada tanggal 26 Oktober 2010 pukul lima sore lewat, tepat saat kami baru saja selesai rapat koordinasi persiapan bencana. Sampai kisah ini kutulis pada tanggal 11 November 2010, masih belum ada tanda-tanda kapan bencana ini akan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kisah ini kutulis sebagai jawaban atas keinginan teman-teman yang memintaku untuk menceritakan pengalaman kami saat letusan besar pada tanggal 5 November 2010 itu terjadi. Kisah ini kutulis, untuk menceritakan mereka, manusia-manusia berani yang bekerja demi sesama walau tanpa kemewahan sorot kamera. Kisah ini kuberi judul “Kisah dari Garis Depan” karena menceritakan tentang pengalaman kami yang berada pada garis terdepan saat letusan terbesar gunung Merapi dalam 100 tahun terakhir ini terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Kisah ini kutulis atas rasa bernama cinta. Dalam Dekapan ukhuwah, cerita ini mengalir. Seperti buku yang kubaca saat Ramadhan yang lalu, karya Salim A. Fillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Subroto,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang masih belajar mencurahkan isi hatinya dalam bentuk tulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini untuk diikutsertakan dalam Lomba Kisah Menggugah Pro-U Media 2010 di http://proumedia.blogspot.com/2010/10/lomba-kisah-pendek-menggugah-pro-u.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-4945811973709285576?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/4945811973709285576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2011/01/kisah-dari-garis-depan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/4945811973709285576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/4945811973709285576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2011/01/kisah-dari-garis-depan.html' title='Kisah Dari Garis Depan'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TT2BC3tEUTI/AAAAAAAAAFg/Go8r_jury8w/s72-c/merapi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-5599005432305767902</id><published>2010-10-23T04:25:00.000-07:00</published><updated>2010-10-23T04:32:53.969-07:00</updated><title type='text'>Mutiara-Mutiara Dari Samudra</title><content type='html'>Ini.. adalah mutiara-mutiara, yang kukumpulkan dari kedalaman samudra grup kami. Masing-masing, dengan kilauannya tersendiri. Indah..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Silahkan, kalungkan di ruang benakmu. Gelangkan pada tangan kemaknaanmu. Serta sematkan sebagai cincin, pada jemari hikmahmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****@*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ketika kau datang,&lt;br /&gt;cahaya bintang begitu cemerlang&lt;br /&gt;kau hilang aku begitu merindukan...&lt;br /&gt;segenap jiwa pun tersadar...&lt;br /&gt;cinta bukan terbunuh olehku,&lt;br /&gt;namun ia telah hancur olehmu...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;by Dany Kindaichi Nagareboshi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;namun ia tlah hancur olehmu&lt;br /&gt;membuatku menjadi pesakitan&lt;br /&gt;dirudung gejokan hempaskan tawa&lt;br /&gt;diamkan kebisingan dalam alunan sepi&lt;br /&gt;kaupun hilang disaat batin butuh keberadaan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(by Geny Raia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;aku hanya mampu menulis dalam hati &lt;br /&gt;aku tak sanggup menorehkan penaku di atas kertas. &lt;br /&gt;penaku tak sanggup berbagi &lt;br /&gt;penaku adalah hatiku yg hanya mampu menoreh perasaanku yg sedih ataupun senang&lt;br /&gt;oh penaku kapan kau bisa berbagi dgn yg lain??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku tunggu nyalimu&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Budi Setya Ayu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dalam lelapmu sayang,kutemukan kebahagiaan...&lt;br /&gt;damai dalam kepolosan..&lt;br /&gt;meski semua tak selalu seperti yg kau ingin.&lt;br /&gt;tapi manisku,hidup memang seperti itu...&lt;br /&gt;harapku hnyalah suatu saat kau akan kuat dan tegar&lt;br /&gt;tapi sementara itu,tetaplah ceria sayangku&lt;br /&gt;karena bahagiamulah yg terpenting bagiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;putri kecilku....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Syahidah Nurjannah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;hmm... nulis??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nulis itu perlu ilmu...!!!&lt;br /&gt;nulis itu perlu ilmu...!!!&lt;br /&gt;nulis itu perlu ilmu...!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Hanya Manusia Biasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;izinkanlah aku untuk bertanya wahai penghuni bumi..&lt;br /&gt;salahkah jika aku merindukan seseorang?&lt;br /&gt;kutitipkan rinduku pada angin &lt;br /&gt;melambai lembut dipelupuk nurani..&lt;br /&gt;menyampaikan harapan.. membangun asa..&lt;br /&gt;namun apa yang kudapat..? &lt;br /&gt;sebuah penantian yang begitu panjang... &lt;br /&gt;hingga aku terduduk lesu.. &lt;br /&gt;berkata bahwa 'rinduku ini sia-sia...&lt;br /&gt;setelah apa yang kurasa, masihkah boleh aku merindu? wahai penghuni bumi...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Tri Wahyuni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ya Rabb&lt;br /&gt;Kepasrahanku hanya padaMU&lt;br /&gt;Penghambaanku hanya untukMU&lt;br /&gt;Dan aku berharap,rasa Cinta &amp; Rindu ini juga ku tujukan padaMU&lt;br /&gt;Jangan KAU beri Ruang terhadap Cinta yang hanya Menipu&lt;br /&gt;Jangan KAU beri Kesempatan pada Rindu yang hanya akan menyiksa Qolbu karena DuniaMU&lt;br /&gt;Aku menghiba Lautan KasihMU&lt;br /&gt;Bentangkan Samudra CintaMU padaku&lt;br /&gt;ENGKAUlah Muara Keluh-Kesah &amp; Bahagiaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Tiana Umar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-5599005432305767902?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/5599005432305767902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/10/mutiara-mutiara-dari-samudra.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/5599005432305767902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/5599005432305767902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/10/mutiara-mutiara-dari-samudra.html' title='Mutiara-Mutiara Dari Samudra'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-1289063509423443656</id><published>2010-10-01T06:53:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T06:54:08.738-07:00</updated><title type='text'>Penulis Hebat, Motivator Dahsyat</title><content type='html'>“Syarat untuk bisa menulis itu cuma satu ...,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih menancap kuat di korteks serebral otakku ucapan Baban Sarbana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu sore di Sekolah Alam Bogor nan asri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“yaitu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SENANG BERBAGI!&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan yang sangat membahagiakanku, menguatkan keyakinanku bahwa menulis itu mudah, menulis itu ibadah dan sudah seharusnyalah sebanyak mungkin orang di dunia digairahkan untuk senang menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari sana, langsung kujelajahi belantara internet untuk menemukan pelatihan penulisan on line dan berjumpalah aku secara virtual dengan Bang Jonru sang mentor yang semangatnya menyala-nyala, yang gairah menulisnya membias dari tiap kata yang ditulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, perkenalkan. Namaku Galuh Chrysanti. Usiaku 34, ibu rumah tangga dengan dua balita. Senang menulis sejak kecil dan juga sangat menikmati memotivasi orang lain ke arah kebaikan. Ketika ternyata dua hobiku ini bisa disatukan, waah, senangnya bukan kepalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa besar hutang budiku pada mereka yang tulisannya kubaca, yang menaikkan semangatku di kala redup, menginspirasi ketika minim ide, membuatku tertawa, terharu, membuatku belajar tentang kehidupan hanya dengan duduk membaca, dan diatas segalanya, semakin mengenal Dia yang mencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubayangkan, betapa besar amal sholeh yang mereka terima, amal sholeh yang berumur panjang karena pahalanya insya Allah kan terus mengalir selama karya mereka dibaca dan diamalkan. Uugh, ibarat MLM, berarti yang juga berhak mendapat kebaikan dari amal para penulis itu adalah para motivator di balik para penulis itu dong, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para motivator inilah yang awalnya membuat kebaikan ini dapat terus disebarkan. Melambungkan keyakinan yang selama ini mengakar kokoh di hatiku, bahwa kebaikan itu harus selalu disebarkan, diteruskan, dibagi, dialirkan tiada henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa ‘kalau cuma’ bisa menulis itu mudah dan bahwa semua orang bisa menulis sama sekali bukan omong kosong, aku sendiri sudah membuktikannya. Ceritanya begini ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah sebuah sekolah taman kanak-kanak nun jauh di Kota Minyak Balikpapan. Jabalussalam namanya. Lebih tepat sebetulnya disebut ‘syurga’nya anak-anak. Karena sungguh, cita-cita sekolah itu adalah membuat anak-anak bergembira ketika belajar, berbahagia ketika mengenal Rabb mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru-gurunya ... hmm, hatiku sungguh menghangat ketika mengingat guru-gurunya. Para guru tersebut insya Allah sangat meyakini bahwa segala aktivitas di sekolah itu adalah sajadah panjang mereka yang berujung pada perjumpaan nan indah dengan Allah swt kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasananya sangat ceria. Anak-anak yang menangis-mungkin karena malu atau karena rindu pada orangtua mereka yang tidak boleh menunggui- akan dihadiahi belaian cinta dan pelukan hangat oleh guru-guru penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak diajak bermain, bersenang-senang di alam terbuka, tadabur, berzikir, mengenal Allah dengan segala kebesaranNya. Oooh, alangkah sayangnya, alangkah sayangnya jika ini semua tidak terdokumentasikan. Kebahagiaan ini harus dibagikan, keindahan ini harus diceritakan pada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang waktu itu diamanahi sebagai kepala sekolah di sana pun tak tahan untuk tidak menyemangati para guru agar segera menuliskan pengalaman mereka dan kemudian mengumpulkannya menjadi sebuah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, latar belakang pendidikan sama sekali bukan alasan untuk merasa tidak mampu menulis. Waktu itu dari kami bertigabelas, hanya tiga yang sarjana. Kemampuan awal menulis itu seperti kata Bang Jonru, lebih merupakan “default factory setting” kita. Untuk lebih jelasnya, coba klik di http://www.penulishebat.com/ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri sangat yakin pada potensi para guru, apalagi yang akan mereka tulis adalah pengalaman sendiri. Kalau saja hati mereka bisa memegang pena dan menulis sendiri, tentulah sudah berlembar-lembar tulisan yang mereka hasilkan karena melimpahnya kekayaan pengalaman batin mereka dalam mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, terkumpullah 43 tulisan hanya dalam waktu satu minggu. Bahkan semangat menulis ini juga berkobar dikalangan orangtua murid yang akhirnya ikut menyumbang 14 tulisan. Luar biasa sekali bukan kekuatan sebuah keyakinan? . Satu bulan kemudian, “Pelangi di Jabalussalam” pun naik cetak 400 eksemplar dengan menuai respon pembaca yang menggembirakan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini –setahun lebih berselang—dengan haru kubaca tulisan teman-teman guru di Balikpapan lewat status maupun notes facebook mereka yang semakin lama semakin indah, semakin kaya, semakin bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menggagas buku “Pelangi di Jabalussalam”, bersama teman-teman guru di beberapa sekolah di Balikpapan aku ikut mendirikan KPBA Cinta Pena (Kelompok Pecinta Buku dan Anak Cinta Pena). Kami mengadakan pertemuan satu bulan sekali untuk saling memotivasi menulis, membedah buku, mengadakan workshop penulisan, dan lain-lain. Sayang sekali mungkin karena kurang diprioritaskan, kegiatan positif ini sekarang mati suri. Padahal manfaatnya sangat banyak. Aah, betapa indahnya jika terbentuk pula KPBA-KPBA di daerah lain untuk memfasilitasi peningkatan kemampuan membaca dan menulis para guru di seantero penjuru nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh, ingin kutitip pesan untuk saudaraku para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Jika menulis adalah sebuah kewajiban dari Ilahi, maka para gurulah seharusnya yang pertama mengemban amanat ini. Para guru adalah kunci utama perubahan kebaikan di suatu negeri. Menulis akan menyebarkan kebaikan-kebaikan yang mereka miliki ke seluruh pelosok negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis itu mencerdaskan, menajamkan hati, meningkatkan kepercayaan diri. Dan percayalah, menulis itu mudah. Kuncinya seperti kata Kang Baban Sarbana cuma satu : senang berbagi. Dan bukankah kunci sederhana ini pastilah sudah mutlak dimiliki oleh setiap insan guru? Nah, untuk mengembangkan ketrampilan teknisnya, ikuti trik jitu Bang Jonru di “Rahasia Terbesar Penulisan” dengan membuka account di sekolah menulis online-nya di http://www.SekolahMenulisOnline.com/ . Trik yang super ampuh! Segera buktikan sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, telah dua tahun  aku pindah ke Bogor. Semua peristiwa di atas terjadi sebelum aku membaca tulisan Bang Jonru, sang mentor SMO (Sekolah Menulis Online) dari layar internet di kamarku. Ketika satu demi satu emailnya kubaca lewat kursus menulis gratis 9 minggu-nya, rasanya ingin ku menangis. Rinduku pada guru-guru Jabalussalam di Balikpapan menyesak di dada, membuat air mata hati tiada berhenti berderai. Rinduku pada KPBA Cinta Pena .... Aah, alangkah sayangnya jika mereka di sana tidak ikut menikmati tulisan-tulisan ini. Kuingin terbang ke Bumi Borneo, berada bersama mereka untuk membedah tulisan-tulisan Bang Jonru kemudian siap mengamalkannya, menggoreskan pena, menarikan jari di atas keyboard pc, menulis, berkarya, bergerak bersama thawafnya alam semesta dalam rangka zikirnya pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis itu mudah. Namun untuk menjadi penulis hebat adalah sebuah perjuangan. Bacalah promo buku “Cara Dashyat Menjadi Penulis Hebat” di http://www.penulishebat.com/ dan jumpai covernya yang atraktif di http://www.penulishebat.com/images/cover_penulishebat.jpg . Saya juga sangat merekomendasikan Anda untuk ikut bergabung di di fan page –nya di http://www.facebook.com/penulishebat atau http://www.twitter.com/penulishebat , Anda akan terpesona oleh pandangan baru bahwa penulis hebat bukan diukur dari banyaknya karya yang dihasilkan. Penulis hebat adalah pembuktian karakter, percaya diri, motivasi tinggi, semangat yang tak pernah padam dan pantang menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi penulis hebat seperti dijelaskan dengan jernihnya oleh Bang Jonru adalah cita-citaku, impianku, tujuan setiap gerak langkahku. Karena dengan menjadi penulis hebat, insya Allah aku dapat meniti jalan menuju motivator dashyat lewat tulisan-tulisanku, lewat buku-bukuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kuhujamkan jauh ke hatiku yang terdalam, dan semoga terbangkitkan juga mereka yang membaca tulisan ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai diri, menulislah, karena menulis itu rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerjakeraslah engkau untuk dapat menjadi penulis hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penulis hebat adalah jalan menjadi motivator dashyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa menggerakkan ribuan orang untuk ikut menjadi hebat, melintasi ruang, menembus jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena membuat orang lain menjadi hebat adalah kebahagiaan terbesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tulisanmu, ajaklah orang lain untuk merindukan syurga dengan berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah wahai ruh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya jika kelak berkumpul di syurga, dengan teman-teman yang –atas ijin Allah—&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ikut menjadi hebat di dunia karena membaca tulisanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahlah pemilik segala kebesaran, jadikan dirimu jalan rahmatNya untuk semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dengan ini kutantang mereka yang masih juga meragukan bahwa menulis itu mudah. Sama seperti tantangan yang kuberikan pada mereka yang masih juga mempertanyakan bahwa Allah Maha Penyayang, Maha memudahkan segala cita-cita baik kita. Dengan segenap ikhtiar, Ialah yang akan memudahkan tercapainya keinginan yang membuncah ini untuk menjadi penulis hebat, Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulislah kebaikan apa saja. Latihlah pikiran kita, hati kita, rasa kita dalam jalinan kata. Setiap hari, setiap saat, sempatkan dan jangan tunda lagi. Goreskan idemu di kertas, di keyboard hp atau komputer. Dan nantikan kejutan manis dari Allah ketika suatu hari kita dilejitkanNya dalam sebuah karya yang bermanfaat bagi orang banyak, yang meneruskan kebaikan bahkan ketika kita sudah tak lagi menghuni dunia yang fana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari terus kepalkan tangan teman-teman, semangat dan terus beramal. Ucapkanlah : Allahu Akbar, bil JIDDI !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-1289063509423443656?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/1289063509423443656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/10/penulis-hebat-motivator-dahsyat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/1289063509423443656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/1289063509423443656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/10/penulis-hebat-motivator-dahsyat.html' title='Penulis Hebat, Motivator Dahsyat'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-5230897977834248288</id><published>2010-08-29T22:39:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T22:42:14.950-07:00</updated><title type='text'>Sukses Kala Sendiri</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tujuh Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendakian menuju kebaikan itu, bukan hanya lurus, kemudian sampai di puncak dengan sejuta rasa sukses, sangat mulus. Tentu ada kenangan paling indah selama perjalanan melalui lereng-lerengnya, mengitari sebuah bagian yang tak mungkin dilalui. Terjatuh, karena tersandung akr-akar pohon nan besar, yang ada di sepanjang setapak-setapak itu. Sesekali terjerembab, menginjak lubang yang tak terlihat. Terkilir, kram kaki atau yang lainnya. Itulah yang membuat buku ”KESUKSESAN” sangat digemari. Aroma perjuangan, selalu memacu adrenalin untuk ikut bergelora bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Ramadhan seharusnya bagi jiwa-jiwa kelana iman. Merasakan sulitnya menahan setiap syahwat diri, yang melingkari zona ingin. Ingin ini, ingin itu, ingin kesana, ingin kesini, ingin begitu, ingin begini, ingin lagi.. lagi dan lagi. Dan tentu tak semua ingin bisa dipenuhi kala berbuka. Bahkan berbuka pun kita masih tetap berpuasa. Berpuasa lisan kita, dari mencela atau menyebut-nyebut kurangnya nikmat. Karena kadang tanpa sengaja terucap, ”Duuh, coba ada buah ya.” atau ”Enak kayaknya, kalau ada jus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak sukses Ramadhan yang sesungguhnya, bukanlah di ujung hari-hari itu. Namun, senja-senja ramadhan adalah rintangan-rintangan yang mesti dilalui satu demi satu, yang kemudian terakumulasi di akhirnya. Seberapa berhasilnya kita ketika menghadapi setiap rintangan. Itulah yang menjadi bahan hitungan bagi suksesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendakian ramadhan, adalah pendakian pribadi. Sekalipun ada orang-orang tercinta, manusia-manusia tersayang di sekitar kita. Namun, Ramadhan sesungguhnya adalah proses pencapaian kesuksesan individu. Karena, kebersamaan akan selalu membawa semangat yang luar biasa tentunya. Untuk menahan setiap bujukan nafsu yang ingin dipenuhi. Kebersamaanlah yang memotivasi kita untuk kuat dan bertahan hingga selesai. Itu, sungguh mempermudah apa yang kita sebut puasa atau shaum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagaimanakah puasa kita kala kita sedang bersendiriian..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru sepekan berjalan. Terasa mulai berat tubuh dan mata ini semakin bernafsu untuk tertutup. Lihat ke kanan, ternyata sedang sendiri. Lihat kekiri, nyatanya memang sendiri. Hingga akhirnya meredup terbawa kantuk, karena tiada sosok-sosok lain yang memberi semangat, memotivasi untuk terus istiqamah menggelar ibadah dan amal. Mencoba menemukan keteladan dalam wujud-wujud shalih di dekat kita. Toh, tak selamanya kita akan bersama mereka. Kala itulah, puasa dicoba, dengan sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan terhadap panca indera yang melemah. Tak terbatas lagi, apa yang mestinya tidak dipandang. Lisan yang terbebas dari kawalan, lalu berkeliaran merusak keriangan. Telinga terbuka bagi setiap suara, berita dan kabar. Tiada filter yang memfungsikan hati untuk menahan setiap gerak diri. Begitulah seringkali jika kita bersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah, orang lain, yang kita sayangi, selalu ada bersama kita. Mengawasi kita, memberi kita semangat, menggandeng kita untuk terus berjalan, membantu kita dikala kesulitan, menarik kita untuk berdiri kala kita jatuh. Adakah mereka akan terus ada di sisi kita, memberi tahu akan keharusan, menginfokan kebaikan, mencoba membenarkan sesuatu yang salah pada diri kita. Akankah mereka terus ada..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya, TIDAK. Sekali-kali tidak. Karena, pertemuan itu, sejolinya adalah perpisahan. Persatuan itu, pasangannya adalah perpecahan. Kebersamaan itu kebalikannya adalah kesendirian. Semua akan terjadi pada kita. Saatnya, mengandalkan diri kita. Lupakan keteladanan, karena kala bersendiri keteladanan itu semu. Hanya memory yang membekas keras pada rasa. Semua bisa punya memory tentang keteladanan. Namun, yang membuatnya berbeda adalah, siapakah di antara kita yang berhasil memanfaatkan keteladanan itu, kala sepi. Siapa yang sukses membangun kebaikan bagi dirinya, kala sendiri. Karena, kebersamaan dan kesendirian itu sebenarnya adalah kawan. Layaknya, tangan kanan dan tangan kiri. Namun, ketika tangan kanan memberi, tak selayaknya tangan kiri tahu. Ketika amal dilakukan, sendiri ataupun dalam kebersamaan. Amal itu selalu menjadi rahasia kita dan Allaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mari diri.. semangat lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sepi.. yuuuk beramal lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dari riuh tepuk tangan dan puji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun.. ayolaaaaaaah jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sukses bila bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita pula berhasil, meski tiada siapapun jua&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-5230897977834248288?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/5230897977834248288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/08/sukses-kala-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/5230897977834248288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/5230897977834248288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/08/sukses-kala-sendiri.html' title='Sukses Kala Sendiri'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-6340181357407943434</id><published>2010-08-09T01:17:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T01:22:08.214-07:00</updated><title type='text'>Langkah Kecil Menuju Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TF-6oQ5Ry-I/AAAAAAAAAFM/Q-OWx-fsnRU/s1600/love+ramadhan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TF-6oQ5Ry-I/AAAAAAAAAFM/Q-OWx-fsnRU/s400/love+ramadhan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503322470562778082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai dikau semua. Termasuk diriku yang telah melakukan perjalanan panjang. Di antara belukar cerita peradaban. Telah kau temui, hari-hari terang yang dirajai nafsu. Di mana setiap kesenangan, diikuti tanpa ragu. Tetap kau batasi dengan nilai-nilai yang memenuhi kemampuan diri dengan garisan pena hati. Namun, begitulah sebelas bulan perjalanan kita serasa lepas setiap benteng diri. Dilucuti satu-satu oleh semakin jauhnya kita dari yang kita sebut cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tikungan jalan lagi, ketika kita temukan kerikil-kerikil yang kan sedikit menggores telapak-telapak kaki harapan. Beberapa tanjakan lagi, kala kita mesti menggapai sukses-sukses di puncak hari. Beberapa turunan lagi, yang mesti kita lalui untuk menemukan lembah-lembah kedamaian di ujung-ujung senja yang sentuh rasa. Beberapa matahari lagi, yang akan kita nikmati untuk menemani kita memacu energi seperti cahayanya. Beberapa kelembutan bulan, yang senantiasa syahdu menghias hati yang penuh rindu. Serta beberapa taburan bintang lagi, yang perlu kita kumpulkan untuk menghias jiwa-jiwa yang mencinta. Ya.. tinggal beberapa masa lagi. Kita kan jumpa dengan malam-malam bergelimang berkah. Pula pagi, siang dan senja yang banyak rahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang telah dijanjikan pertemuan dengan sang Ramadhan. Sungguh, telah dihidangkan nikmat bagi kita untuk direguk sepuasnya. Sungguh, Allaah sangat inginkan kita semua bisa memasuki surga-Nya nan indah. Tak kurang Sang Maha Rahmaan menyediakan fasilitas-fasilitas bermutu,  yang diberi jaminan bagi kita akan memijak surga jika menggunakan fasilitas-fasilitas itu dengan maksimal. Setiap tamu Ramadhan, adalah manusia-manusia yang diberi waktu untuk menikmati kesempatan bermegah-megah dengan pakaian-pakaian amalannya. Bersama detik-detik yang seharusnya digunakan untuk bercengkrama dengan ibadah-ibadahnya. Diiringi senandung kalam yang mengalir syahdu dari lisan-lisan yang penuh rindu. Setiap siang yang kan terasa panas dan menyengat, penguji hati dan kekuatan benteng diri. Malam-malam yang terasa sejuk, penggoda mata tuk menutup dan terseret oleh kantuk. Senja-senja yang makin teduh, penarik jiwa tuk penuhi setiap sisi puas. Shubuh-shubuh nan ramai, memancing ingin tuk isinya dengan perjalan pagi nan sia-sia. Masa-masa yang sangat berharga. Sebuah fasilitas untuk mencetak jiwa. Pembentuk taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak ibadah, semakin banyak kebaikan, maka Allaah berikan bermacam-macam nikmat. Nikmat yang paling besar ialah ditambahkannya keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang terbesar itu akan digulirkan. Pertemuanmu dengan Ramadhan, kan membantumu tuk lebih kuat. Lebih mampu menguatkan kendali atas diri. Makin sigap menjaga setiap sisi syahwat, agar tak bebas berkelana pada angan yang meng-angin. Jauuuuuh, tanpa kenal tempat jelajahnya dan tiada peduli ranah pijakannya. Hanya menghayal panjang penuh harap, tanpa mujahadah. Panggullah senjatamu serentak, hingga kalut dunia karena takut melihat kau bangkit dengan perkasa. Syaithanpun terbirit melihat kau sanggup kuasa diri dalam kawalan ratusan peluru sujud. Angkatlah panji semangat tuk berlomba melumpuhkan musuh diri, satu demi satu. Hingga fajar Syawal menyambutmu dengan kemenangan yang dijanjikan. Kembali fitri, dengan selembar jiwa yang suci. Bersih dari sampah-sampah hati yang mengotori perjuangan ini. Sehingga pantaslah diri tuk menerima sebutan mujahid.. pejuang.. satria.. Dan siap, untuk pertarungan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Wahai orang yang selalu mencari dan beramal kebaikan, bergembiralah. Wahai orang yang mencari dan berbuat amal keburukan, berhentilah. Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan.” (HR Ahmad dan Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****@*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanjangkan langkah&lt;br /&gt;Sambil berhitung&lt;br /&gt;Semogalah kami pemilik keberuntungan&lt;br /&gt;Dengan beberapa jejak dan cerita&lt;br /&gt;Yang mesti kami buat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanti kesempatan&lt;br /&gt;Menyibak fajar baru&lt;br /&gt;Yang telah hadir di ruang rindu&lt;br /&gt;Sekian lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memohon dengan sangat.&lt;br /&gt;Sampaikan kami..&lt;br /&gt;Pada hari-hari berkah&lt;br /&gt;Pada malam-malam syahdu&lt;br /&gt;Pada udara yang Engkau Rahmati padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampaikan jiwa-jiwa cinta ini&lt;br /&gt;Pada detik-detik itu&lt;br /&gt;Sebuah arena pertarungan dengan nafsu&lt;br /&gt;Di waktu-waktu para perindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah lagi&lt;br /&gt;Memohon dengan sangat..&lt;br /&gt;Izinkan..&lt;br /&gt;Detak jantung ini&lt;br /&gt;Berdenyut nadi&lt;br /&gt;Hingga sampai seiring fajarnya&lt;br /&gt;Perkenankan..&lt;br /&gt;Udara berkelana&lt;br /&gt;Penuhi relung-relung hidup kami&lt;br /&gt;Relakan..&lt;br /&gt;Otak kami tetap dengan denyut pikirnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi memeluk Ramadhan sepenuh hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memohon dengan sangat..&lt;br /&gt;Sampaikan kami… Dengan kaki kecil ini… Menapakkan diri… Di Ramadhan nan Suci… Amiin yaa Rabbal’aalamiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-6340181357407943434?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/6340181357407943434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/08/langkah-kecil-menuju-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/6340181357407943434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/6340181357407943434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/08/langkah-kecil-menuju-ramadhan.html' title='Langkah Kecil Menuju Ramadhan'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TF-6oQ5Ry-I/AAAAAAAAAFM/Q-OWx-fsnRU/s72-c/love+ramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-1682960753416563249</id><published>2010-06-16T16:55:00.000-07:00</published><updated>2010-06-16T17:05:35.586-07:00</updated><title type='text'>Catatan-Catatan Aufa  *_^</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TBlmjdR1_bI/AAAAAAAAAFE/O-ajTwewifQ/s1600/pensil+Aufa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TBlmjdR1_bI/AAAAAAAAAFE/O-ajTwewifQ/s400/pensil+Aufa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483526780641213874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Catatan 1&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ada seorang manusia di ciptakan oleh Allah. Ia adalah manusia pertama yang diciptakan &amp; diturunkan ke surga.. ia bernama Adam. Suatu hari, ia merasa kesepian.. Adam meminta dengan cara berdo'a kepada Allah supaya punya pendamping. Maka, Allah menciptakan Siti Hawa. Siti Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Adam merasa senang sekali, karena sudah ada teman di surga. Dia merasa begitu dekat dengan Hawa, karena Siti Hawa berasal dari tulang rusuknya.&lt;br /&gt;Mungkin Papa dulu..begitu juga ya?? Berdo'a kepada Allah.. supaya bisa ketemu dgn Mama..&lt;br /&gt;"Ya, Allah..'Aku sangat senang karena Papa &amp; Mama bisa ketemu &amp; menikah. 'Aku rasa Raadhii &amp; Azka pasti juga senang...amiin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Catatan 2&lt;br /&gt;Ramadhan tlah tiba. Jangan sia-siakan bulan Ramadhan ini, karena pada bulan ini Allah banyak memberikan pahalanya &amp; ampunannya. Contohnya, kalau kita tidur di bulan Ramadhan.. itu adalah ibadah. Kalau ibadah, pastinya dapat pahala dong!! Tapi.. tetap jangan tinggalkan sholat ya.. ^_*&lt;br /&gt;Di bulan Ramadhan dosa-dosa kita juga terampuni. Tapi kalo ada dosa preman &amp; penjahat terampuni??&lt;br /&gt;Itu sungguh terlaluu..!! Terlalu baik, maksudnya ya Allah... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Catatan 3&lt;br /&gt;Mesjid itu sakit. Mesjid itu kecil bentuknya. Dia sakit karena tidak pernah dirawat &amp; dijenguk oleh tetangganya. Tiba-tiba..ada helikopter lewat, dan membawanya pergi jauh..tidak tau kemana.&lt;br /&gt;Pada subuh tiba, jama'ah merasa kaget..karena Mesjidnya sudah tidak ada. Mereka mencari Mesjid kecilnya kemana-mana, bertanya ke teman2 lainnya, ke laut, ke bukit, ke awan, naik balon udara, naik truck, naik pesawat, manjat pohon tinggi..tapi mereka tetap tidak menemukannya. Mereka sedih sekali, mereka rindu sama Mesjid kecil mereka. Tiba-tiba, helikopter lewat..ia membawa mesjid kecil pulang dan ditaruh di tempatnya lagi. Mereka sangat senang Mesjid kecil sudah pulang kembali. Mereka cepat2 memeluknya &amp; membersihkannya..dan sholat berjama'ah di dalamnya. Alhamdulillah...kata mereka. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teruslah.. menulis, tapi jangan lupa ganti pensilnya yaaa.. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(By Nadzifah 'Aufa Qothrunnada (9 thn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-1682960753416563249?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/1682960753416563249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/06/catatan-catatan-aufa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/1682960753416563249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/1682960753416563249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/06/catatan-catatan-aufa.html' title='Catatan-Catatan Aufa  *_^'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TBlmjdR1_bI/AAAAAAAAAFE/O-ajTwewifQ/s72-c/pensil+Aufa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-6553699623630096110</id><published>2010-06-08T21:10:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T21:19:15.773-07:00</updated><title type='text'>Apa Yang Bisa kubawakan Untuk-Nya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TA8WNm5KKaI/AAAAAAAAAE8/YazCcYpHtTM/s1600/persembahan+terbaik.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 90px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TA8WNm5KKaI/AAAAAAAAAE8/YazCcYpHtTM/s400/persembahan+terbaik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480623694567582114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah jauh ku melangkah...&lt;br /&gt;Berpuluh tahun lamanya aku pergi...&lt;br /&gt;Bermacam-macam yang sudah aku lakukan &amp; kerjakan...&lt;br /&gt;Beraneka ragam yang aku lihat &amp; saksikan...&lt;br /&gt;Semua begitu indah, ngeri, bahagia, sedih, terasa ringan ataupun berat.. selalu mewarnai setiap perjalananku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal kepergianku, Engkau titipkan aku pada seseorang yg Engkau sangat percaya untuk menjagaku..&lt;br /&gt;Engkau tidak membiarkan aku begitu saja...&lt;br /&gt;Engkau begitu sangat menyayangiku, memperhatikanku &amp; memanjakanku dengan menyediakan bekal yang cukup.. selama aku pergi.&lt;br /&gt;Engkau selalu mengamati &amp; mengawasi setiap detik perjalananku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kapan Engkau akan memanggilku tuk pulang..&lt;br /&gt;Jantungku-pun slalu berdebar-debar jika tau saatnya tlah datang..&lt;br /&gt;Aku selalu bertanya-tanya, oleh2 apa yang pastas kubawakan untuk-Mu??&lt;br /&gt;Seberapa banyak buah tangan yang sanggup ku jinjing, kupanggul &amp; atau ku seret??&lt;br /&gt;Atau.. Aku, sama sekali tidak sempat atau sanggup membawa ini semua?? Wallahu a'lam bishawab..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan Aku ya Rabb..&lt;br /&gt;Aku kan berusaha membawanya... walaupun itu berat&lt;br /&gt;Mungkin bisa sebagai bukti... bahwa selama ini aku telah berjalan...&lt;br /&gt;Atau.. sebagai kenang-kenangan, bahwa aku telah mengalami &amp; merasakan semuanya??&lt;br /&gt;Atau.. sebagai bahan untuk menceritakan semua perjalananku kepada-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi.. aku juga tidak tau,&lt;br /&gt;Apakah oleh2 yg aku bawa.. Engkau akan menyukainya??&lt;br /&gt;Aku khawatir... apa yang kubawa tidak berarti apa2 bagimu...&lt;br /&gt;Atau apa yg kuceritakan... tidak dapat membahagiakan-Mu..&lt;br /&gt;Sedih, jika membayangkan itu.. terjadi?? T_T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku impikan hanyalah.. apapun yang kubawa..&lt;br /&gt;Dapat membuat-Mu tersenyum bangga, tertawa bahagia, atau terdiam.. krn sangat ingin mendengarkan cerita-cerita ku...&lt;br /&gt;Duhh.. senangnya, jika mimpi itu memang bisa terjadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Allah.. teruslah bimbing aku dlm perjalanan ini..&lt;br /&gt;Tegur aku, jika aku salah melangkah..&lt;br /&gt;Tunjukkan aku arah yg benar..&lt;br /&gt;Izinkan aku pulang, ikut bersama orang2 yg Engkau sayangi...&lt;br /&gt;Dan... tolong bisikkan kepadaku, oleh2 apa yang Engkau suka??&lt;br /&gt;Aku kan sangat berusaha... tuk membawanya..&lt;br /&gt;Dengan tersenyum.... ^_^&lt;br /&gt;Amiiin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-6553699623630096110?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/6553699623630096110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/06/apa-yang-bisa-kubawakan-untuk-nya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/6553699623630096110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/6553699623630096110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/06/apa-yang-bisa-kubawakan-untuk-nya.html' title='Apa Yang Bisa kubawakan Untuk-Nya'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TA8WNm5KKaI/AAAAAAAAAE8/YazCcYpHtTM/s72-c/persembahan+terbaik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-8141434526521792612</id><published>2010-05-30T03:54:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T04:09:26.155-07:00</updated><title type='text'>Akulah Orang yang Kau Butuhkan Untuk Itu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TAJExbTrSKI/AAAAAAAAAE0/GTITIPuAPKg/s1600/pedang+amanah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 96px; height: 145px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TAJExbTrSKI/AAAAAAAAAE0/GTITIPuAPKg/s400/pedang+amanah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477015712770508962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Siapa yang sanggup memegang pedangku dalam perang ini…!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kesempatan memeriksa pasukan kaum muslimin dalam perang Badar,&lt;br /&gt;beliau ‘’melelang amal’’ kepada sahabat yang hadir saat itu.&lt;br /&gt;Sebagian besar sahabat mengacungkan tangan, sebagai tanda&lt;br /&gt;keinginan untuk memenuhi tawaran Rasulullah saw tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw ternyata tidak terlalu tergoda untuk memuji&lt;br /&gt;reaksi semua sahabat tersebut, kemudian beliau kembali berbicara,&lt;br /&gt;“namun siapa dari kalian yang bisa memenuhi hak dari pedang ini…!?”,&lt;br /&gt;Satu-persatu tangan para sahabat turun kembali, seraya berpikir kembali&lt;br /&gt;untuk tetap bertahan dengan acungan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu terdengar dari kejauhan, “Apa hak pedangmu itu wahai Rasulullah…?”,&lt;br /&gt;seorang laki-laki sederhana bertanya, Rasululullah saw mengatakan, bahwa&lt;br /&gt;“Hak pedang ini adalah dipakai sebanyak mungkin membunuh para musuh Allah “.&lt;br /&gt;Jawaban ini semakin membuat sahabat memiliki alasan untuk tidak mengacungkan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku adalah orang yang kau butuhkan untuk memenuhi hak pedang itu wahai Rasulullah..!”&lt;br /&gt;Suara gagah itu terdengar jelas dan pasti, aura suaranya melukiskan betapa primanya jiwanya.&lt;br /&gt;Spontan dia keluar dari barisan dan menuju Rasulullah saw yang berada didepan,&lt;br /&gt;kemudian dia mengikat kepalanya dengan kain berwarna merah , lalu dia mengambil&lt;br /&gt;pedang itu tanpa sarungnya dan dia letakkan dengan gagah di depan dadanya.&lt;br /&gt;Semua mata tertuju kepadanya, dia telah menjadi “artis pada perang itu”, dengan dada yang membusung sambil memegang pedangnya, dia melangkah pasti&lt;br /&gt;melewati barisan dan kembali ketempatnya semula, dia bernama Abu dujjanah ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat itu, Rasulullah saw bersabda,&lt;br /&gt;”Inilah cara jalan yang paling dibenci &amp; dimurkai Allah swt diatas muka bumi,&lt;br /&gt;Kecuali ditempat ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan pamer kesombongan, namun ini adalah refleksi jiwa yang gelisah.&lt;br /&gt;Gelisah tentang siapa yang menjadi penjawab akan Sabda Rasulullah saw tersebut.&lt;br /&gt;Para pahlawan selalu membutuhkan panggungnya, supaya dia bisa menampilkan&lt;br /&gt;dari penampilan maksimal amal perjuangannya.&lt;br /&gt;Para pahlawan membutuhkan “sayembara amal”, bukan untuk dikenal sebagai pahlawan,&lt;br /&gt;namun itu adalah tangga investasi untuk menabung amal kepahlawanannya,&lt;br /&gt;yang selalu dibutuhkannya.&lt;br /&gt;Bukan dalam rangka hitung-hitungan dengan sesama manusia, namun untuk&lt;br /&gt;Perhitungan dihari akhir kelak.&lt;br /&gt;Semua pahlawan telah ditakdirikan hadir untuk melakukan amal prestasi yang prestasius,&lt;br /&gt;Melakukan lompatan-lompatan keberanian dan menyegajakan dirinya untuk tetap&lt;br /&gt;Selalu memiliki hasrat keberanian, karena mereka selalu sadar bahwa salah Satu dari pintu&lt;br /&gt;Keberhasilan itu adalah keberanian .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gang Depag&lt;br /&gt;Gelisah,” takdir amal sang pahlawan..?”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ust. Syukri Wahid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau telah menulis sebuah buku berjudul &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;"Manajemen Gerakan Dakwah Dimasa Krisis, Belajar Dari Sejarah Perang Khondaq"&lt;/big&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-8141434526521792612?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/8141434526521792612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/akulah-orang-yang-kau-butuhkan-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/8141434526521792612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/8141434526521792612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/akulah-orang-yang-kau-butuhkan-untuk.html' title='Akulah Orang yang Kau Butuhkan Untuk Itu'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/TAJExbTrSKI/AAAAAAAAAE0/GTITIPuAPKg/s72-c/pedang+amanah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-8395654605846666448</id><published>2010-05-22T05:19:00.000-07:00</published><updated>2010-05-22T05:23:45.171-07:00</updated><title type='text'>Barakahnya Hidup dengan Satu Istri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S_fMvA0dyII/AAAAAAAAAEs/M62WSmpOO7U/s1600/sakinah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S_fMvA0dyII/AAAAAAAAAEs/M62WSmpOO7U/s400/sakinah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474068980138100866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...................................................................&lt;br /&gt;Lihatlah Dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang membuat syariat Poligami menjadi jelek dimata umat islam sendiri adalah….&lt;br /&gt;Niat Poligami tidak lurus karena Alloh&lt;br /&gt;Tidak memiliki Ilmu, untuk melaksanakan syariat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya citra keluarga Poligami adalah menjadi Buruk&lt;br /&gt;Karena hampir semua keluarga Poligami di Indonesia&lt;br /&gt;Membuat roboh atau minimal gempa yang sangat dahsyat pada Bangunan yang Pertama yang di bentuk&lt;br /&gt;Yaitu Keluarga pertama atau Istri Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini engkau harus melihat dirimu ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Yang Dilihat ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan cermin Keadilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bertanya kepada saya&lt;br /&gt;“Ustad..bagaimana kita tahu bahwa Istri kita Bahagia hidup dengan kita suaminya….??&lt;br /&gt;Lalu saya menjawab&lt;br /&gt;“Ya akhi lihat pada cahaya wajah dan sorot matanya…”&lt;br /&gt;“Jika ia berseri maka ia bahagia denganmu, jika muram dan pucat engkau bisa menjawabnya sendiri…”!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hampir yang saya perhatikan&lt;br /&gt;Istri pertama pada keluarga Poligami&lt;br /&gt;Memiliki sorot dan cahaya wajah yang redup&lt;br /&gt;Seperti menyimpan beban yang teramat berat…..&lt;br /&gt;Bahkan di kalangan istri para Ulama sendiri yang melaksanakan Poligami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menilai ada ketidak ikhlasan dalam melaksanakan syariat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya adalah&lt;br /&gt;Jika engkau ingin melangkah&lt;br /&gt;Membentuk cabang keluarga SAMARA yang baru&lt;br /&gt;Kembali tanyakan pada dirimu&lt;br /&gt;Sudah kah engkau membuat istri pertama mu bahagia ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Bersama Bukan Mutlak Milikmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika engkau melaksanakan poligami&lt;br /&gt;Yang terjadi adalah keputusan bersama, berdasarkan hasil diskusi yang cukup panjang&lt;br /&gt;Dalam bahasa saya adalah Tarbiyah membina Istri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak dengan tiba-tiba tiada angin tiada hujan engkau berkata pada istrimu mau menikah lagi….&lt;br /&gt;Maka yang akan terjadi adalah Guncangan Jiwa yang teramat sangat pada Istrimu&lt;br /&gt;Dia kaget&lt;br /&gt;Shock&lt;br /&gt;Dan tiba-tiba suhu rumahmu sudah berada di atas 100 derajat celcius&lt;br /&gt;Betapa panasnya Rumah Tanggamu saat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pilihan jika engkau memaksakan kehendakmu&lt;br /&gt;Untuk menikah lagi dengan kondisi seperti itu&lt;br /&gt;1. PERCERAIAN&lt;br /&gt;2. Pernikahan dengan istri pertamamu akan terasa hambar, tanpa Cinta dan Kasih sayang, yang ada adalah benci dendam, dan doa istri yang merasa terzalimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika engkau mulai membina istrimu&lt;br /&gt;Memperbaiki akhlak&lt;br /&gt;Memperbaiki ibadahmu&lt;br /&gt;Membahagiakan istrimu&lt;br /&gt;Maka yang terjadi adalah dialog&lt;br /&gt;Mulai dari tema Poligami, criteria istri kedua, sampai nama calon istri keduapun, istri pertamamu memberikan masukan, usulan, dan kritik&lt;br /&gt;Inilah Keputusan Bersama&lt;br /&gt;Maka yang keluar dari hasil Keputusan itu adalah&lt;br /&gt;KEIKHLASAN ISTRI untuk Melaksanakan Poligami&lt;br /&gt;Dan proses ini Panjang&lt;br /&gt;Tidak bisa Instan…..&lt;br /&gt;Dan kekuatan doa pun memainkan peranannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya Memiliki Satu Istri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lihat 10 kondisi dibawah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak Sanggup Berlaku adil&lt;br /&gt;2. Tidak sanggup Menafkahi&lt;br /&gt;3. Tidak sanggup membahagiakan&lt;br /&gt;4. Tidak sanggup mengelolah kecemburuan&lt;br /&gt;5. Tidak sanggup mengatur waktu&lt;br /&gt;6. Memberikan Citra Negatif pada Dakwah&lt;br /&gt;7. Membuat keretakan Hubungan kekeluargaan&lt;br /&gt;8. Mengurangi Produktifitas Dakwah&lt;br /&gt;9. Mengurangi Perhatian Terhadap anak-anak&lt;br /&gt;10. Menguras Tenaga Pikiran dan Perasaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika satu saja dari 10 kriteria itu antum miliki,maka saran saya jangan pernah berpikir Poligami…..&lt;br /&gt;Benahi dulu dirimu&lt;br /&gt;Atau Bahagiakan Dirimu dengan cukup satu Istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah Letak hilangnya Akal Lelaki&lt;br /&gt;Imam Bisyrun Al-Hafi…..berkata&lt;br /&gt;&lt;big&gt;“ILMU AKAN HILANG DIANTARA DUA PAHA PEREMPUAN…”&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua pesan yang saya baca, keinginan Menikah lagi..orientasi nya hanya seksual….tidak ada Misi atau Cita yang Besar dan Bening, yang menjadi tema yang pernah saya publikasikan tentang Poligami itu sendiri&lt;br /&gt;Saya memahami mungkin karena ilmu yang belum di pahami….&lt;br /&gt;Disinilah saya mencoba menyusun ulang Pemahaman itu sendiri&lt;br /&gt;Agar tak hanya keinginan itu saja yang melandasi poligami&lt;br /&gt;Terlalu rendah&lt;br /&gt;Terlalu sederhana, jika ia menjadi tujuan dan niat……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menyelesaikan gejolak itu ya Ustad ???&lt;br /&gt;Pertanyaan ini orientasinya seksual&lt;br /&gt;Saya menghitung ada 74 kaum adam yang bertanya di inbox saya ^_^&lt;br /&gt;Kadang saya suka senyum-senyum sendiri membacanya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah jawaban saya ke antum semua (terutama yang bertanya, saya jawab lagi ya )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BERSENANG-SENANGLAH DENGAN ISTRI SATU-SATUNYA…..!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faiz bin Nazih berpendapat : “Apabila (maaf) Kemaluan laki-laki bangun, niscaya hilanglah dua pertiga akalnya…” sedangkan ulama yang lain mengatakan “Hilangnya sepertiga agamanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang saya lihat sebagian besar orang berpoligami, karena syahwat ini…tanpa di iringi ilmu yang memadai dan infrastruktur yang mendukung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini terjadi pada antum, sementara antum memiliki satu saja dari 10 kriteria di atas&lt;br /&gt;Maka yang harus antum lakukan adalah&lt;br /&gt;Jika birahi dan syahwat itu datang&lt;br /&gt;Sementara kemampuan tidak ada&lt;br /&gt;Maka jalan penyelamatannya adalah&lt;br /&gt;Bersenang-senanglah dengan istri antum satu-satunya itu&lt;br /&gt;Buat variasi, suasana, atau tempat jimak yang nyaman……..”!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu Ustad ??&lt;br /&gt;Jawab beberapa orang pada saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi kuncinya Komunikasi&lt;br /&gt;Komunikasi kan lah dengan istri antum&lt;br /&gt;Dialog kan&lt;br /&gt;Dengan begitu semuanya akan cair dan terselesaikan&lt;br /&gt;Sahabat&lt;br /&gt;Disinilah sekali lagi&lt;br /&gt;Islam hadir dengan RahmatNya&lt;br /&gt;Jika kemampuan tak ada&lt;br /&gt;Maka Memiliki satu istri adalah jalan penyelamatan&lt;br /&gt;Jalan keindahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka&lt;br /&gt;Inilah Indahnya Memiliki satu Istri&lt;br /&gt;BarokahNya&lt;br /&gt;Bahagiakan dulu bidadarimu yang satu ini&lt;br /&gt;Niscaya Alloh akan menatapmu dengan tatapan Cinta&lt;br /&gt;Barulah engkau berpikir Poligami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat gunakan Iman dan akalmu&lt;br /&gt;Agar tak ada lagi wajah dan sorot mata yang redup&lt;br /&gt;Pada istrimu……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;)I(hamzah)I(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-8395654605846666448?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/8395654605846666448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/barakahnya-hidup-dengan-satu-istri.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/8395654605846666448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/8395654605846666448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/barakahnya-hidup-dengan-satu-istri.html' title='Barakahnya Hidup dengan Satu Istri'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S_fMvA0dyII/AAAAAAAAAEs/M62WSmpOO7U/s72-c/sakinah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-2850981927332033734</id><published>2010-05-22T05:02:00.000-07:00</published><updated>2010-05-22T05:06:36.264-07:00</updated><title type='text'>Keterasingan Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S_fIlyzQPeI/AAAAAAAAAEk/Ruhz5Lng0Ew/s1600/missing+heart.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 85px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S_fIlyzQPeI/AAAAAAAAAEk/Ruhz5Lng0Ew/s400/missing+heart.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474064423709588962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terngiangku satukan zaman membelah masa. Teriak ku disudut sepi hempaskan kesadaran. Tersedu tangis teringat yg terlewat. Teramat pedih jauh meninggalkan nestapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku Bersajak ditengah galau satukan rasa, beranjak pergi jauh tinggalkan semua, Berdiri teguh menahan keheningan, berlari dalam penat menuju kekosongan dalam lamunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepiku terhunus pedang kenistaan, kesedihanku merajai logika menuju kebodohan. Sendiri batin berteriak namun tak bersuara. Sejawat penyesalan muncul dlm pengaruh kegelisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tawaku hina dan menggema keruang hampa, bersemayam dalam lubuk hati terdalam,satu kisah hlg namun tak terlupa,membahana ke sudut-sudut gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdesakku tersudut kenangan, menyuarakan hati yg telah bisu. Kesenangan hilang bertabur kesedihan, terlempar dalam zona pengharapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatapan kering tertelan masa, meraih gejolak perantauan. Terbungkam hati dalam pencapaian, menyisakan dahaga masa lalu. tangisku mengalir ke telaga gersang,bermukim di hijaunya keputusasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa langit hitam kelabu, mengapa gersang terasa, mengapa hitam pekat menyelimuti,mengapa udara menjadi hampa,mengapa ku sirna dalam butiran-butiran.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Januar Al Farisi)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-2850981927332033734?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/2850981927332033734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/keterasingan-hati.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/2850981927332033734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/2850981927332033734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/keterasingan-hati.html' title='Keterasingan Hati'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S_fIlyzQPeI/AAAAAAAAAEk/Ruhz5Lng0Ew/s72-c/missing+heart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-7128175392865541509</id><published>2010-05-14T04:29:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T04:31:53.021-07:00</updated><title type='text'>Harga Jilbab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-00njXkGlI/AAAAAAAAAEc/IwXFFHiOyx8/s1600/harga+jilbab.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 106px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-00njXkGlI/AAAAAAAAAEc/IwXFFHiOyx8/s400/harga+jilbab.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471086976438639186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga jilbab yang sedang aku pakai ini, lima puluh ribu rupiah!.&lt;br /&gt;Bordirnya sederhana, aku beli dengan menyisihkan sedikit demi sedikit uang, maka bordirnya teramat indah dimataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau datang padaku dengan tawaran, barter jilbab yang tengah aku pakai ini dengan mahkota emas bertahtakan berlian punyamu,&lt;br /&gt;Dan aku katakan padamu, ” walaupun kau berikan mahkota emas bertahtakan berlian, ditambah lagi mahkota bertahtakan permata yang ada diseluruh dunia, tak akan ku barter jilbab yang tengah aku pakai ini !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka harga jilbabku saat itu lebih tinggi dari total harga mahkkota-mahkota tersebut !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau datang padaku dengan tawaran barter jilbab yang sedang aku pakai ini dengan seragam kantormu yang pamerkan aurat&lt;br /&gt;Ditambah kedudukan, kehormatan dan gaji yang tinggi dari perusahaanmu yang sanggup menghidupi berpuluh-puluh anak yatim dan fakir miskin&lt;br /&gt;Dan sanggup mengeluarkan berjuta-juta zakat&lt;br /&gt;Juga sanggup menunaikan ibadah hajiku tiap tahun&lt;br /&gt;Jika tawaranmu aku tolak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka harga jilbabku saat itu ...&lt;br /&gt;Jauh lebih tinggi dari harga seragam kantormu,&lt;br /&gt;Ditambah nilai kedudukan yang engkau tawarkan&lt;br /&gt;Dan jauh lebih tinggi lagi dari nilai kehormatan yang engkau sodorkan.&lt;br /&gt;Bahkan jauh, jauuuuuuuh .... teramat tinggi lagi dari gaji yang sanggup engkau bayarkan&lt;br /&gt;Ditambah lagi dengan nilai berlipat-lipat pahala dari kemampuan gaji itu untuk menghidupi yatim piatu dan fakir miskin.&lt;br /&gt;Ditambah nilai berlipat-lipat pahala lagi dari kemampuan gaji itu mengeluarkan zakat&lt;br /&gt;Ditambah nilai berlipat-lipat pahala lagi dari kemampuan gaji itu untuk menunaikan ibadah hajiku tiap tahun.&lt;br /&gt;Selama perusahaan itu berdiri dalam batas usia kerjaku&lt;br /&gt;Jumlahkanlah ..!&lt;br /&gt;Sungguh, harganya jadi teramat tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ,&lt;br /&gt;Jangan beli jilbab yang tengah aku pakai ini !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(By Maya Amhar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-7128175392865541509?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/7128175392865541509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/harga-jilbab.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/7128175392865541509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/7128175392865541509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/harga-jilbab.html' title='Harga Jilbab'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-00njXkGlI/AAAAAAAAAEc/IwXFFHiOyx8/s72-c/harga+jilbab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-3009098562114174194</id><published>2010-05-14T04:23:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T04:34:16.958-07:00</updated><title type='text'>A Love That Will Last</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-0zcJdMgUI/AAAAAAAAAEU/dSP27oY7k4s/s1600/kopi+couple.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 123px; height: 123px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-0zcJdMgUI/AAAAAAAAAEU/dSP27oY7k4s/s400/kopi+couple.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471085680992747842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa malam tadi bidadariku seperti tersihir dan masuk kedalam duniaku. Malam tadi kami memang ingin mencari suasana yang cozy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku kok tiba2 kepingin menyesapi secangkir kopi diiringi alunan musik Jazz mas”, katanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meliriknya seolah tak percaya; tak seperti biasanya nduk, ada sesuatu yang membuatmu agak berbeda malam ini, tapi tak apalah, malam ini aku akan membawa kemanapun engkau minta. Hmmm..., bagaimana kalau kita ke kafe di tepian sungai Mahakam itu nduk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadariku mengangguk setuju sambil menatap manja mataku, kali ini aku yang tersihir dan terpedaya dengan magnet kecantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadariku selaksa senyum menautkan alis matanya. Kemudian kami beranjak menuju kafe itu, kafe yang menyimpan belasan memory tentang cerita perjalananku, tentang wanita-wanita yang pernah singgah dalam hatiku. Tempat yang cukup cozy dan sangat kontras dengan suasana malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas, aku hanya ingin menikmati kopi dan duduk merapat disisimu malam ini, pinta bidadariku dengan manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi disini kopinya ndak selengkap dan seenak ditempat Mas biasa ngopi loh Nduk”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ndak masalah mas, selama masih ada Mas disisiku, semua terasa hangat dan nyaman mas, dan hidupku ndak akan hambar lagi” jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami benar-benar memesan kopi saja malam itu, meski tanpa Macchiato ataupun Frappuccino, kami tetap bisa menikmati Ginger Coffee yang hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nduk sebenarnya apa sih yang membuatmu agak berbeda malam ini? kamu sedang jatuh cinta ya? Ndak seperti biasanya kamu menikmati dan menyesapi secangkir kopi, dan mencari suasana seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndak ada apa-apa kok mas, jawabnya, toh ndak ada salahnya juga kalau aku mengikuti gaya sampeyan mas, sah-sah aja toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Ndak apa-apa sih nduk, Cuma Mas heran aja, kok tumben-tumbennya kamu seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Sebenarnya aku cuma ketakutan aja mas, Aku takut seperti dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loh takut kenapa toh Nduk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya dulu aku pernah punya kekasih, awalnya aku terpesona oleh gagahnya dan kharismanya. Tapi semua itu cuma kamuflase saja mas. Ternyata Lelaki itu berhati gua, seperti lorong gelap yang nyaris tak berujung. Percuma saja seperti mengharap elang betah disarang, aku cuma ilusi saja baginya. Aku tak benar-benar yakin kalau laki-laki itu singgah dihatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat benar ketika lelaki itu mendadak pergi pada sebuah pagi yang basah oleh gerimis. Ia hanya meninggalkan satu pesan pendek. Tanpa kalimat perpisahan. “Aku hendak mengejar bayang-bayang ke utara,” begitu isi pesan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang sudah menduga. Suatu saat kelak, lelakiku itu pasti pergi begitu saja. Dengan atau tanpa alasan. Ia merasa dirinya seperti Agnes Monica dalam tembang yang menghanyutkan, “Teruskanlah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang selanjutnya terjadi dengan dirimu Nduk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sebenarnya sudah menyiapkan hatiku untuk kemungkinan yang paling buruk sekalipun Mas, tapi tetap saja tak bisa, hatiku serasa remuk dan berantakan. Aku merasa masa depanku yang dianyam oleh harapan dan cita-cita ikut terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah aku kenal sampean mas, kok ya hatiku kembali sejuk, aku seperti merasakan ada Chemistry dalam diri Mas. Entahlah apa memang benar-benar Chemistry atau memang saat bertemu aku sebelumya Mas menyemprotkan Pheromone pada tubuh Mas, sehingga membuat wanita tertarik seperti magnet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha.. kok ya kamu bisa ngomong seperti itu toh nduk, itukan artinya kamu sudah menemukan kembali harapanmu yang hilang. Tapi nduk ngomong-ngomong emangnya kamu ndak takut seandainya Mas juga tiba-tiba menghilang, seperti lelaki masa lalumu itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ndak lah Mas, toh aku sudah tahu latar belakang dan kredibilitas sampean Mas, mana mungkin sampean yang begitu menghormati dan menyayangi wanita berbuat seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadarikupun kemudian bersandar di dadaku. Pelukan hangat, sedikit kecupan di kening dan senyum bahagia terpancar diwajahnya, ia seperti tenggelam dalam kehangatan suasana malam itu, dan dari sudut ruangan kafe mulai terdengar alunan vokal jazz dengan suara lembutnya Renee Olstead – “A Love That Will Last”......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want a little something more&lt;br /&gt;Don't want the middle or the one before&lt;br /&gt;I don't desire a complicated past&lt;br /&gt;I want a love that will last&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Say that you love me&lt;br /&gt;Say im the one&lt;br /&gt;Don't kiss and hug me and then try to run&lt;br /&gt;I don't do drama&lt;br /&gt;My tears don't fall fast&lt;br /&gt;I want a love that will last&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don't want a just a memory&lt;br /&gt;Gives me forever&lt;br /&gt;Don't even think about saying good-bye&lt;br /&gt;Cuz i want just one love to be enough&lt;br /&gt;And remain in my heart till i die&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So call me romantic&lt;br /&gt;Oh i guess that must be so&lt;br /&gt;Theres something more that you oughta know&lt;br /&gt;I'll never leave you&lt;br /&gt;So don't even ask&lt;br /&gt;I want a love that will last&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forever&lt;br /&gt;I want a love that will last&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Chorus]&lt;br /&gt;I don't want a just a memory&lt;br /&gt;Gives me forever&lt;br /&gt;Don't even think about saying good-bye&lt;br /&gt;Cuz i want just one love to be enough&lt;br /&gt;And remain in my heart till i die&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So theres little more that i need&lt;br /&gt;I wanna share all the air you breathe&lt;br /&gt;I'm not the kinda girl to complicate the past&lt;br /&gt;I want a love that will last&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forever&lt;br /&gt;I want a love the love that last&lt;br /&gt;Always&lt;br /&gt;I just want a love that will last&lt;br /&gt;Want a love that will last&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(By Ipung Betawi Samarinda)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-3009098562114174194?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/3009098562114174194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/love-that-will-last.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/3009098562114174194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/3009098562114174194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/love-that-will-last.html' title='A Love That Will Last'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-0zcJdMgUI/AAAAAAAAAEU/dSP27oY7k4s/s72-c/kopi+couple.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-7162597394460991946</id><published>2010-05-14T04:01:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T04:20:12.693-07:00</updated><title type='text'>I'm Almost Over You</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-0w3YUxbCI/AAAAAAAAAEM/DskHT_gduZY/s1600/I%27m+almost.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-0w3YUxbCI/AAAAAAAAAEM/DskHT_gduZY/s400/I%27m+almost.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471082850305535010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balikpapan, September 2010&lt;br /&gt;Diah, seorang gadis dengan balutan baju takwa, cerdas, enerjik, punya jaringan dakwah yang sangat luas, cinta anak-anak serta memiliki wajah ayu. Kesempurnaannya sebagai gadis belia membesitkan kagum pada setiap mata yang memandangnya. Tinggal bersama kedua orang tuanya, yang sangat mendukung kondisi dirinya sebagai salah satu penggerak dakwah dengan segudang aktifitas di luar rumah. Ibunya seorang wanita dengan tingkat kesabaran tinggi, terutama saat menanti kepulangan suami yang juga punya agenda dakwah padat seperti putri tunggalnya. Ayah Diah, ustadz berpenamilan sederhana, sudah menyusuri pelosok-pelosok daerah untuk mensyiarkan islam secara benar. Meski hidup dalam rumah sederhana, keluarga kecil itu punya banyak cara untuk menunjukkan syukur atas segala karunia yang telah Allah berikan. Salah satunya, menjadikan keluarga mereka teladan bagi masyarakat sekitar dalam menjalankan aturan-aturan hidup yang ditetapkan Allah kepada setiap muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, September 2010&lt;br /&gt;Wajah hitam manisnya semakin sering menghias halaman majalah remaja dan layar televisi melalui infotainment gossip dalam jajaran hot news-nya. Abdan, penyanyi muda yang punya lesung pada kedua pipinya dan mengenakan kacamata dari usia SMP. Sejak kehadirannya di jagat hiburan Indonesia, namanya kian melambung dan mengantarkannya menjadi salah satu penyanyi idola remaja Indonesia. Berbagai konser dan undangan lawatan ke negara-negara jiran terus mengalir. Jumpa fans dengan ratusan bahkan ribuan penggemar yang didominasi remaja putri, yang tak segan mencium atau mencubit pipi Abdan. Euphoria kehidupan sebagai selebritis semakin kentara dan sepertinya masa-masa kejayaan telah berada dalam pelukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, September 2010&lt;br /&gt;Amelia sibuk membenahi kertas-kertas yang berserakan di atas meja. Sejak bekerja di sebuah event organizer dan menjadi coordinator Fans Club Abdan di Kalimantan Timur, telah banyak surat dari para fans di area kerjanya yang meminta agar acara temu kangen dengan penyanyi muda itu segera digelar. Karena dua kegiatannya itu saling terkait, Amel jadi lebih mudah untuk memperlancar terwujudnya keinginan para fans Abdan.&lt;br /&gt;“Tin, kamu segera hubungi manajernya, kapan fix-nya kita dapat kabar kesediaan dia tampil di sini untuk akhir tahun” Amel berteriak ke arah Tini, co-officer-nya yang dari tadi bolak-balik kamar mandi karena salah makan.&lt;br /&gt;“Udah kuhubungi dari kemarin tapi mail box terus, mbak” Tini yang beberapa menit lalu baru saja keluar dari kamar mandi memegang perutnya yang kembali terasa mules. Tak lama, dia buru-buru masuk ke ruang khusus untuk menghayal, kamar mandi.&lt;br /&gt;Amel yang sejak tadi merasa terganggu pada Tini yang nggak bosan masuk keluar kamar mandi, mendadak sebal.&lt;br /&gt;“Di email kek, Tin” Amel mengeraskan suaranya. Berharap Tini yang sibuk dengan aktifitas buang hajatnya mendengar apa yang dikatakannya.&lt;br /&gt;“Ya, mbaaakkk” dari dalam ruang kecil itu, suara Tini menyahut.&lt;br /&gt;Amel menatap pintu kamar mandi dengan kening berkerut “sempat-sempatnya ngejawab”, lalu mata Amel kembali pada layar lap topnya untuk menuntaskan tugas panen pada aplikasi Farmville di jejaring sosial-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Oktober 2010&lt;br /&gt;Abdan sibuk mengepak kostum menyanyinya pada koper besar. Segera, setelah ini, dia akan terbang ke Makasar untuk konser di salah satu arena permainan indoor terbesar. Di sebelahnya, sang manajer sibuk menelepon penyelenggara untuk memastikan bahwa penyambutan artis-nya telah dipersiapkan. Jangan sampai kejadian di tempat sebelumnya terulang, saat panitia acara lupa menjemput Abdan di airport dan membuatnya luntang-lantung di bandara. Parahnya, nggak satu pun orang di airport yang menyadari bahwa wajah kuyu dan terlihat lelah itu adalah artis ibukota yang sedang naik daun.&lt;br /&gt;“Pom, lu jangan lupa bawa handycam gue yang kemarin baru beli di Singapore. Gue perlu dokumentasi komplit ya” Abdan menyikut lengan Pompom, manajernya.&lt;br /&gt;“Siap, bos. Lu tenang aja, gue udah atur semuanya. Beres dah”&lt;br /&gt;Seorang lelaki kekar masuk ke kamar Abdan, dengan cekatan dia mengangkat barang bawaan bos-nya dan memasukkannya ke bagasi mobil. Tak berapa lama, mobil taft hitam metalik itu meninggalkan rumah besar dan keluar dari pekarangan luas. Meluncur menuju bandara internasional Soekarno-Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balikpapan, Oktober 2010&lt;br /&gt;Diah memacu kencang kendaraan roda duanya, membelah jalan raya Sudirman. Di sebuah masjid raya, akan ada parade wisata buku serta pembukaan taman bacaan dan dongeng untuk anak-anak jalanan. Proyek yang dia ajukan sejak dua tahun lalu itu, baru ketok palu di DPRD dua bulan lalu.&lt;br /&gt;Saat roda motornya menginjak area parkir, mata Diah tertumpu pada tenda putih besar dengan berbagai ornamen tanaman dan air terjun. Dekorasi itu hasil kerja keras teman-temannya dari teater “Singgasana Kejayaan”, yang dari dua hari lalu rela begadang hingga nyaris tidak tidur. Mata Diah memanas, sebersit perasaan haru menyelinap dalam hatinya. Sebuah perjuangan panjangnya bersama “kelompok peduli sesama” hampir tergapai, tinggal menunggu realisasi dan kerja yang tanpa batas.&lt;br /&gt;Acara ini dibuka oleh walikota Balikpapan dan mendapat respon yang sangat baik dari warga. Tak sia-sia tim publikasi mendesign spanduk, reklame dan iklan penyelenggaraan acara melalui radio dan media cetak lokal dengan ide-ide yang atraktif dan padanan tampilan yang kreatif.&lt;br /&gt;Di akhir kalimat sambutannya, bapak walikota memberi apresiasi yang sangat besar pada penyelenggara acara dan berjanji akan memberi dukungan dan bantuan yang diperlukan, agar proyek yang akan mengubah peradaban dari skala kota Balikpapan itu dapat berjalan lancar. Mata Diah berbinar selama berlangsungnya prosesi formal tersebut. Setelah itu, seluruh pengunjung dipersilakan menikmati setting menarik dengan tema taman bunga itu. Mulai dari arah kanan pintu masuk, sebuah taman sakura yang di bawahnya mengalir sungai kecil, bunga-bunga sakura yang bergoyang-goyang lembut serta semburan halus salju tipis yang dibuat dari gabus putih yang dihancurkan. Ada juga air terjun yang di desain dari kain-kain putih yang menjuntai dari atap tenda hingga bawah, di balik kain itu ada kipas angin yang membuat kain melambai dan di pasangkan backsound suara gemericik air yang jatuh. Di setiap setting tempat, ditempatkan rak-rak buku yang terbuat dari bamboo kuning, di atasnya dipajang berbagai buku yang bisa dibaca di tempat yang diinginkan pengunjung. Tersedia pula kursi-kursi kecil serta pemadani besar yang dihamparkan untuk pengunjung membaca buku pilihan mereka.&lt;br /&gt;Diah menghela napas lega. Semua berjalan sesuai yang dibayangkan. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makasar, Oktober 2010&lt;br /&gt;Pesawat Airbus A330-300 milik maskapai penerbangan terkenal mendarat dengan mulus di bandara Hasanuddin, Makasar. Abdan merapikan jaket dan menyelempangkan tas kecil miliknya. Sementara Pompom mengaktifkan ponselnya begitu pesawat berhenti sempurna dan langsung menghubungi panitia penjemputan Abdan.&lt;br /&gt;“Gimana, Pom?” Abdan melirik Pompom yang sibuk pencat-pencet hp dengan gusar.&lt;br /&gt;“Gila ni orang-orang. Pada ngumpet di mana sih? kok kata jeng Vero gak ada jaringan gitu” Pompom menggerutu sambil mencoba menerobos antrian penumpang maskapai yang pelan-pelan berjalan menuju tangga turun pesawat.&lt;br /&gt;Sebagian penumpang ada yang terdesak sampai terduduk di kursi, tapi ada pula yang tiba-tiba menyahut sewot.&lt;br /&gt;“Sabar dong, mas. Lu kira ni jalanan pesawat nenek moyang lu”&lt;br /&gt;Alih-alih Pompom mengkeret, dia justru tambah sok berkuasa.&lt;br /&gt;“Maap ye, permisi lu pada. Gua sama artis gue mau lewat”&lt;br /&gt;Abdan hanya pasang tampang penuh senyum, berharap dengan wajah tenar-nya orang-orang akan mengalah dan membiarkannya keluar duluan. Memang benar, diprakarsai seorang ibu yang nge-fans berat padanya dan berharap Abdan bisa diper-mantu-nya, si ibu sigap membuka jalan untuk Abdan dan Pompom.&lt;br /&gt;“Iya, bapak-bapak ibu-ibu, biar mas ganteng ini keluar duluan. Mungkin dia lagi buru-buru karena mau konser” si ibu mengerling pada Abdan dengan tatapan dan gaya tubuh yang agak ganjen.&lt;br /&gt;Abdan meringis saat mendapat cubitan di pipi tembamnya. Tak ingin buang waktu, Abdan langsung ngacir dan turun dari pesawat sesegera mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, Akhir Oktober 2010&lt;br /&gt;Sebuah email masuk pada inbox Amel. Seketika dia melonjak girang dari kursinya. Di ambilnya post note di sebelah laptop dan menuliskan sebuah nama dan nomor telepon. Akhirnya, kabar yang sudah lama dinantinya datang juga. Penyanyi terkenal itu bersedia mengisi acara “mid night rendezvous” yang dirancangnya dengan tim fans club Abdan dan dibantu oleh event organizer-nya.&lt;br /&gt;“Tiniiiii” suara ceria Amel memecah keheningan ruang kantornya.&lt;br /&gt;Tini yang asik cekakak cekikik di depan kantor sama tukang siomay keliling, mendadak terdiam. Segera diambilnya langkah secepat kilat demi memenuhi panggilan si empunya suara.&lt;br /&gt;“Ya, mbak” Tini muncul dengan napas tersengal.&lt;br /&gt;“Mereka approve, say. Kamu segera book tempat di hotel Mesra dan aku akan konfirmasi ke semua sponsorship” wajah Amel girang.&lt;br /&gt;Berita itu disambut senyum Tini yang sangat merekah. Diam-diam hatinya bersorak lebih heboh dari ekspresi Amel. “Akhirnya, aku bisa ketemu sama idolaku”.&lt;br /&gt;“Tini, ngapain kamu masih di situ? Buruaaan!!! kita lagi rebutan tag sama EO lain” Amel membuyarkan sketsa bahagia yang tergambar dalam benak Tini.&lt;br /&gt;“Eh iya, mbak. Laksanakan segera” lalu kakinya lincah menuruni tangga menuju ruangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balikpapan, Desember 2010&lt;br /&gt;Suasana airport ramai. Diah ada di antara para penjemput di depan pintu terminal kedatangan. Kepalanya celingak celinguk mencari sosok ustadzah Maimun, yang datang dari Jakarta. Rencananya ustadzah tersebut akan mengisi renungan akhir tahun di majelis taklim ibu-ibu dan remaja putri di masjid raya. Kebetulan Diah didaulat untuk menjemput ustadzah Maimun.&lt;br /&gt;Tak jauh di belakang Diah, segerombol orang dengan kostum hitam dan bertuliskan “Fans Club Abdan Kaltim” tampak membawa spanduk kecil berisi tulisan-tulisan yang eye catching. Ada juga spanduk panjang dengan kalimat “WELCOME TO BALIKPAPAN-PINTU GERBANG KALIMANTAN TIMUR. ABDAN WE LOVE YOU. FANS CLUB ABDAN”&lt;br /&gt;Sebagian dari mereka adalah remaja putri yang dengan tampang deg-degan menanti dengan sabar sosok idola keluar dari pintu kedatangan. Diah memilih menjauh dari gerombolan itu dan menunggu di dekat tiang bangunan airport yang berdiri tegak dengan ornamen ukiran kaltim. Matanya tak lepas dari pintu keluar penumpang, dan saat wanita bergamis dengan jilbab menutup dada tampak berjalan keluar pintu kedatangan sambil menyeret kopernya, Diah segera menghampirinya. Wajah itu sudah tak asing baginya. Setiap pagi di layar televisi, ibu dan dia selalu menyaksikan tausyiah dari ustadzah beranak lima dan istri dari seorang ustadz yang juga pentolan partai islam. Ketika jarak antara Diah dan sang ustadzah tak lagi jauh, Diah segera melebarkan senyumnya dan menyapa wanita itu.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum, ustadzah. Saya Diah, dari majelis taklim Humaira” Diah menjabat erat tangan hangat ustadzah.&lt;br /&gt;Wanita di hadapan Diah, kini sumringah. Balutan baju takwanya semakin menampakkan kesan anggun dan kharismatik. Belum lagi Diah mengajak ustadzah Maimun keluar terminal kedatangan, sosok idola itu muncul. Sontak saja kumpulan remaja yang semula berbaris rapi di dekat pembatas area tunggu kedatangan domestik berhamburan mendekat untuk menyambut penyanyi asal ibukota itu. Membuat Diah dan uztadzah Maimun tergeser dengan kasar dari kerumunan yang lain. Diah segera menggandeng tangan ustadzah dan membawa beliau menepi. Wajah Diah berubah merah, rasanya ingin dengan segera dia memarahi para penggemar yang tak lagi mampu terkontrol dengan baik, meskipun barisan bodyguard sudah membuat human border untuk sang penyanyi.&lt;br /&gt;“Itulah ukhti, problematika remaja sekarang. Tugas kita bersama untuk merubah gaya hidup hedonis yang terlalu gampang menyandangkan status idola pada manusia, sampai lupa bahwa bahwa tindakan mereka sudah masuk kategori syirik” tiba-tiba saja ustadzah Maimun membuka suara.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Abdan melangkahkan kaki menuju ruang kedatangan. Menunggu Pompom yang sibuk mengangkat barang-barang bawaan mereka dari bagasi. Beberapa bodyguard dan tim penjemput yang disiapkan panitia sigap membantu Pompom. Saat semua selesai, mereka bersiap keluar dengan kawalan human border dari beberapa lelaki bertubuh kekar.&lt;br /&gt;Dari dalam ruang kedatangan, Abdan sudah dapat menyaksikan sekumpulan remaja yang membawa spanduk sambil mengelu-elukan namanya dengan histeris. Pemandangan yang sudah biasa ditemuinya sejak, albumnya meledak di pasar nasional dan internasional, serta gelar penyanyi muda berbakat yang belakangan diraihnya. Begitu dia dan rombongan keluar pintu, para remaja itu berebut ingin menyalami Abdan, seolah tak menghiraukan penjemput lain yang juga sejak tadi menanti sanak saudara mereka.&lt;br /&gt;Dari balik badan-badan kekar pengawalnya, Abdan melambaikan tangannya pada para gadis yang tak berhenti berteriak memanggil namanya, sambil membetulkan letak kacamatanya. Saat histeria itu terus berlangsung, Abdan mendapati pandangan kurang suka dari gadis berjilbab yang tengah menggandeng seorang ibu. Kendati begitu, dalam mata gadis itu Abdan temukan tatapan yang sangat ironi dengan teriakan sanjung puji dari orang-orang yang mengepungnya.&lt;br /&gt;Tatapan gadis itu dan Abdan berhadapan. Seketika dalam hati Abdan muncul desiran halus. Namun gadis ayu itu segera berlalu menggandeng wanita setengah baya yang tadi berdiri di sampingnya. Sepertinya Abdan sangat mengenal wajah wanita yang mengenakan paduan gamis polos dan jilbab dengan motif bunga-bunga kecil itu. Ingatannya berputar dengan gesit, hingga tibalah dia pada sebuah acara talkshow “remaja muslim dengan prestasi segudang” yang pernah dihadirinya. Ibu itu, salah satu nara sumber yang duduk persis di samping dirinya saat itu. Ya, tidak salah lagi, itu pasti ustadzah Maimun. Pribadi kharismatik dan sangat ke-ibu-an yang membuat Abdan dapat melihat dengan jelas bayangan tentang “ibu” yang selama ini hanya ada dalam dinding khayalnya.&lt;br /&gt;“Pom, lu kejar cewek sama ibu yang pake jilbab itu. Cepetan!!!” Abdan menepuk pundak Pompom berulang kali dengan cepat dan keras.&lt;br /&gt;“Kenapa sih, Dan?” Pompom masih tak paham dengan instruksi yang baru saja diterimanya.&lt;br /&gt;“Jangan banyak tanya lu, ayo kita kejar” Abdan menarik tangan Pompom dan mengajaknya berlari.&lt;br /&gt;Jelas saja perbuatan Abdan membuat para bodyguard dan fans Abdan kaget bercampur heran. Tak ingin dikira melalaikan tugas, para lelaki yang semula membantuk garis batas itu berlari mengikuti Abdan, dan terjadilah aksi kejar-kejaran di koridor bandara yang penuh dengan manusia. Gambaran persisnya, seperti adegan dalam sinetron.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Diah pasang ancang-ancang setengah berlari, saat sebuah suara nyaring menguak kerumunan orang.&lt;br /&gt;“Bu, tunggu!!!” Abdan yang tadi berada di tengah kepungan pengawal itu sekarang berada tak jauh darinya.&lt;br /&gt;Sebenarnya Diah tak ingin merasa ke-geer-an, bahwa dia yang dimaksud. Tapi tangan ustadzah Maimun menahan dirinya untuk beranjak menjauh.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum, bu” padangan Abdan tertuju pada ustadzah Maimun. Tatapannya penuh takjub, karena bisa bertemu dengan wanita yang meninggalkan bekas sangat dalam sejak pertemuan pertama kali mereka.&lt;br /&gt;“Wa’alakumsalam” ustadzah Maimun tersenyum ramah. Sementara Diah hanya memandang Abdan dan wanita di sebelahnya itu bergantian, membuat garis tanya dalam hatinya semakin panjang.&lt;br /&gt;“Masih ingat saya, bu? Saya pernah satu sesi dengan ibu dalam acara talkshow remaja di Kebayoran Lama”&lt;br /&gt;“Jelas saya tidak bisa lupakan itu. Bahkan selalu ada dalam ingatan saya. Kamu kan sangat istimewa, nak” Ustadzah Maimun tak melepaskan lengkung di wajahnya. Membuat Abdan yakin bahwa ucapan ustadzah sangat tulus, hingga membuat dirinya merasa sangat berharga. Inilah kali pertama dia mendapat hakikat dari keberadaannya sebagai seorang manusia.&lt;br /&gt;Pertemuan siang itu cukup singkat. Setelah Abdan mendapatkan nomor ponsel ustadzah Maimun, mereka segera berpisah. Sebab setelahnya, Abdan langsung di bawa menuju Samarinda untuk mengisi acara jumpa fans sekaligus perayaan tahun baru di salah satu hotel di sana. Sedangkan ustadzah Maimun menjadi pemateri dalam renungan akhir tahun yang dihadiri oleh ibu-ibu majelis taklim dan remaja putri di Balikpapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, malam penguhung tahun 2010&lt;br /&gt;Acara malam itu berlangsung meriah. Di panggung yang dipenuhi hiasan akhir tahun itu berdiri seorang penyanyi terkenal yang jadi idolanya. Tini memandang takjub ke arah Abdan, matanya enggan untuk berkedip. Tak ingin melewatkan setiap detik penampilan Abdan.&lt;br /&gt;Saat Abdan turun panggung, Tini segera menghampirinya dan memberikan air mineral beserta handuk kecil. Padahal hal itu biasanya dilakukan Pompom. Abdan heran, memandang berkeliling mencari sosok gempal manajernya di tengah kerumunan panitia, tapi tak ditemukannya.&lt;br /&gt;“Cari Pompom ya, mas? Dianya lagi ke kamar, mau ngambil apaaaa gitu” Tini dapat menebak siapa yang dicari Abdan.&lt;br /&gt;Abdan membulatkan mulutnya dan mengambil handuk dari tangan Tini.&lt;br /&gt;“Mas Abdan kok kalau konser nggak pernah bawa pacarnya?” Tini bertanya menyelidik. Dalam hatinya berharap jawaban Abdan sesuai inginnya.&lt;br /&gt;“Saya nggak punya pacar, mbak” Abdan tertawa sambil menjawab pertanyaan yang diajukan Tini, membuat hati Tini berbunga.&lt;br /&gt;“Tapi, do’ain aja supaya saya dapet istri yang baik”&lt;br /&gt;“Istri?” kalimat Abdan itu membuat kening Tini berkerut.&lt;br /&gt;“Iya, istri. Dan kayaknya saya sudah dapat yang cocok di hati” kali ini Tini bungkam menutupi hatinya yang mendadak basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balikpapan, Nopember 2011&lt;br /&gt;Arena parkir Balikpapan Sport and Convention Centre penuh. Di dalam gedung dengan atap seperti kubah masjid yang dilapisi warna keemasan itu tengah berlangsung pameran Art and Creativity Product. Dalam acara itu dipajang dan ditampilkan berbagai macam hasil karya dari anak jalanan, pemulung serta remaja-remaja yang selama ini sangat terpinggirkan dan kurang mendapat perhatian khusus dari masyarakat. Diah ada di antara mereka. Kali ini, dia adalah project director untuk acara yang digelar oleh Kelompok Peduli Sesama selama sebulan penuh itu. Saat Diah sibuk berjalan berkeliling ke setiap stand dan menyapa beberapa peserta pameran, ponsel yang menggantung di lehernya berbunyi. Meskipun suara hp-nya nyaris kalah dengan gema sound system yang mengiringi acara, Diah dapat merasakan ponsel itu bergetar.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum” Diah menjawab panggilan di telepon genggamnya sambil berjalan keluar gedung untuk menghindari suara bising yang memenuhi gedung.&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam. Diah, saya bu Maimun dari Jakarta. Apa kabar, ukhti? suara di seberang sana menyahut dengan lembut.&lt;br /&gt;Diah mengerutkan keningnya sejenak, lalu tersenyum.&lt;br /&gt;“Iya ustadzah, Alhamdulillah ana bi khoir”&lt;br /&gt;“Diah sedang sibuk? Saya mau bicara sebentar. Ingin menyampaikan amanah dari seseorang.”&lt;br /&gt;“Insya Allah saya tidak terlalu sibuk, ustadzah. Silakan saja disampaikan”&lt;br /&gt;“Ukhti, apakah anti siap menikah? Karena seorang ikhwan meminta saya menanyakan ini pada anti dan sebenarnya dia juga sudah menunjuk anti. Meskipun belum lama tarbiyah, tapi saya sudah menyaksikan bagaimana progress beliau. Insya Allah hanif dan soleh. Suami dan saya malah berpendapat bahwa kehadiran anti sebagai istri dapat menguatkan beliau”&lt;br /&gt;Diah masih diam, mendengarkan dengan seksama setiap pemaparan yang disampaikan ustadzah Maimun. Meskipun tak dapat dipungkiri, berita ini sangat mengusiknya. Membuat hatinya gusar dan bingung untuk bertindak dan berkata.&lt;br /&gt;“Anti boleh pikirkan dulu dengan tenang dan segeralah beristikharah” seperti tahu bagaimana keadaan hati lawan bicaranya, ustadzah Maimun segera menutup pembicaraan dan memberi waktu pada Diah untuk menemukan jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 2012&lt;br /&gt;Serbuan wartawan dan juru berita mengepung Diah yang baru saja keluar dari masjid raya.&lt;br /&gt;“Mbak bener ya, kalo sejak setahun lalu mbak sudah punya hubungan khusus dengan mas Abdan? Dimana dan gimana proses ketemunya?”&lt;br /&gt;Diah gerah. Namun senyumnya tetap terkembang. Dengan sabar diladeninya setiap pertanyaan yang meluncur tajam dan terkesan menyudutkannya dan Abdan.&lt;br /&gt;“Saya tak akan menutupi sedikitpun dari apa yang sebenarnya terjadi. Hanya saja saya juga ingin agar statemen saya ini disampaikan dengan sebenar-benarnya oleh teman-teman wartawan” Diah menarik napas dalam sebelum memulai penjelasannya. Bismillah…&lt;br /&gt;“Akhir tahun 2010 saya pertama kali ketemu mas Abdan di airport Sepinggan. Kondisinya, mas Abdan baru tiba dari Jakarta untuk mengisi perayaan tahun baru di Samarinda, sementara saya menjemput ustadzah yang datang dari Jakarta juga. Setelah itu saya tak pernah bertemu mas Abdan hingga akhirnya kami menikah di akhir tahun 2011. Dari perkenalan hingga proses menikah, kami dimediasi oleh ustadz Ma’arif dan istrinya, ustadzah Maimun”&lt;br /&gt;“Jadi, nggak pake pacaran mbak?” seorang wartawan infotainment tersohor mencoba memancing Diah. Tapi pertanyaan itu dijawab gelengan tegas dan senyum oleh Diah.&lt;br /&gt;“Beberapa bulan belakangan sampai berita pernikahan mbak dan mas Abdan tercium media, kan mas Abdan seperti menghilang. Bahkan ada yang bilang bahwa semua itu terkait dengan tuntutan mbak yang ingin mas Abdan meninggalkan dunia nyanyinya. Itu gimana mbak?” seseorang yang lain tak mau berhenti mencari celah yang dapat memunculkan berita heboh dan menaikkan ratting acaranya.&lt;br /&gt;“Untuk itu biar mas Abdan yang jawab” Diah memandang lelaki yang setia berdiri di sampingnya sejak tadi.&lt;br /&gt;“Kalau saya dikatakan menghilang, sebenarnya kurang tepat. Saya masih sering nyanyi dan mengisi beberapa acara, hanya saja sekarang tema-nya bukan lagi tentang cinta yang biasa saya bawakan dulu. sekarang lebih menuju hakikat cinta sesungguhnya. Saya putar haluan ke nasyid, mas. Yah, seperti lagu religi gitu lah, tapi liriknya lebih dalam. Dan kalau ada yang bilang, gara-gara Diah saya meninggalkan profesi dan kehidupan penyanyi saya, itu semua tidak benar. Karena sesungguhnya, dalam setiap kejadian yang saya dan kita alami, selalu ada skenario Allah, dan saya menganggap ini sebagai hidayah” Abdan mengakhiri penjelasannya dengan senyum yang membuat lesung di kedua pipinya terlihat jelas.&lt;br /&gt;“Saya ingin menambahkan. Perubahan yang dialami oleh mas Abdan, saya rasa tidak perlu dispekulasi terlalu panjang. Intinya, kami ingin menjalankan kewajiban yang kami yakini sebagai seorang muslim, sesuai panduan Al Quran dan Sunnah. Kehidupan mas Abdan dan saya, hanya ditujukan untuk mendakwahkan kebenaran dan kebaikan kepada semua orang. Kalau akhirnya ada wacana yang mengatakan bahwa perubahan mas Abdan karena saya, itu berarti kita tengah beradu dengan keyakinan tentang adanya Allah yang Maha menentukan, serta menghujat Allah yang telah menurunkan pentunjuk bagi kita melalui Al Quran, karena sekali lagi, kami telah meyakini sepenuh hati, bahwa jalan kami sesuai dengan apa yang Allah ingin” Diah menggandeng tangan Abdan sebagai tanda bahwa dia ingin segera mengakhiri proses tanya jawab yang mungkin akan berlangsung panjang jika tak segera dihentikan.&lt;br /&gt;Bagi Diah, cukuplah orang-orang yang memang terkait dengan pernikahannya dan Allah saja yang mengetahuinya. Jikapun sekarang dia bersedia dimintai informasi oleh para pemburu berita itu, Diah hanya ingin menjelaskan hal-hal yang memang perlu dan menghapus fitnah yang belakangan merebak dan menembus media cetak dan elektronik di seantero Indonesia.&lt;br /&gt;Diah dan Abdan berjalan menuju kendaraan yang sudah menanti mereka di parkiran masjid. Meskipun para pencari berita itu tak gentar dan terus mencecar mereka dengan berbagai pertanyaan, Diah dan Abdan tetap berlalu dengan sopan.&lt;br /&gt;“Jadi gitu ya mas rasanya dikejar-kejar wartawan?” Diah memandang suaminya dengan senyum menggoda, begitu mereka duduk di jok belakang mobil. Sementara Abdan hanya tertawa tanpa manjawab pertanyaan istrinya.&lt;br /&gt;“Yakin nih, mas. Nggak ada rasa menyesal ninggalin dunia selebritis?”&lt;br /&gt;“Ada hal yang pasti dan patut mas syukuri. Pertama, hidayah Allah yang sudah mas dapat. Dan yang kedua…” Abdan menggantung kalimatnya, membuat Diah memandang ke dalam mata Abdan.&lt;br /&gt;“Kamu. Karena tanpa bimbingan Allah, sudah pasti I’m almost over you, honey” untuk kalimat terakhirnya, Abdan berbisik tepat di telinga istrinya, membuat Pompom yang duduk di belakang kemudi berdehem.&lt;br /&gt;“Maap pak bu, ntu adegan kudu di sensor. Soalnya ada anak di bawah tujuh belas tahun nih” Pompom mengintip Diah dan Abdan melalui kaca spion di atasnya. Serentak tawa ketiganya pecah, lalu mobil taft berwarna hitam metalik itu membawa mereka melintasi jalanan kota Balikpapan yang basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(By Era Gobel)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-7162597394460991946?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/7162597394460991946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/im-almost-over-you.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/7162597394460991946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/7162597394460991946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/im-almost-over-you.html' title='I&apos;m Almost Over You'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-0w3YUxbCI/AAAAAAAAAEM/DskHT_gduZY/s72-c/I%27m+almost.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-1402805224061869717</id><published>2010-05-06T07:55:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T07:59:42.656-07:00</updated><title type='text'>Tetap Lihat Aku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-LZUSz6wOI/AAAAAAAAAEE/fHHdhihy4OA/s1600/lihat+aku.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 99px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-LZUSz6wOI/AAAAAAAAAEE/fHHdhihy4OA/s400/lihat+aku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468171840251412706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Malam pertama ku langkahkah kaki bulatkan niat&lt;br /&gt;Mengawali keputusan ini dengan bismillah&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya kumulai masuk dalam lingkaran ini&lt;br /&gt;lingkaran yang dulu tak pernah aku terpikir akan jadi bagian dari perjalanan hidupku..&lt;br /&gt;meski berangkat dari sebuah keterpaksaan kondisi&lt;br /&gt;kelelahan hati yang tak kunjung meredam&lt;br /&gt;kekecewaan yang tak pernah terapresiasikan&lt;br /&gt;namun berharap DIA tak melepaskan aku dalam penglihatan-NYA&lt;br /&gt;karena hanya KAU yang MAHA TAHU setumpuk kegelisahan yang ada di segumpal daging ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robbi..&lt;br /&gt;Meski jiwa ini gamang, raga ini takut dengan jalan ini&lt;br /&gt;tapi ku yakin KAU tak akan meninggalkan aku sendiri dalam perjuangan yang baru mulai akan ku yakini...&lt;br /&gt;Jangan pernah tinggalkan aku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luruskan niatku Tuhan..&lt;br /&gt;bahwa akan ku mulai semua ini dengan kesadaran tanpa pamrih&lt;br /&gt;bukan karena apa atau siapa..&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(By Yeni Tomomi)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-1402805224061869717?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/1402805224061869717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/tetap-lihat-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/1402805224061869717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/1402805224061869717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/tetap-lihat-aku.html' title='Tetap Lihat Aku'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-LZUSz6wOI/AAAAAAAAAEE/fHHdhihy4OA/s72-c/lihat+aku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-51156613834435016</id><published>2010-05-04T07:03:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T07:15:02.636-07:00</updated><title type='text'>Gelap Malam Kerinduan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-ArXg3dmbI/AAAAAAAAAD8/-xiP07RF08g/s1600/malam+rindu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 77px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-ArXg3dmbI/AAAAAAAAAD8/-xiP07RF08g/s400/malam+rindu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467417630587328946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Malam syurgaku...&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Izinkan aku mendongakkan sekilas pandangku ke langit luas-Mu &lt;br /&gt;Dari balkon dingin ne..&lt;br /&gt;Biar sanggup kumenyapa rembulan yang sedang asyik bercanda dengan para bintang-bintang ceria yang sedang bersembunyi dibalik awan gelap itu..&lt;br /&gt;hmm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhku berselimut embun dan telingaku dipenuhi romantisme puisi katak dan jangkrik..&lt;br /&gt;Hai langit...&lt;br /&gt;Kapan kau membawaku terbang melewatimu dengan dicengkeram burung menuju singgasana bidadari itu..?&lt;br /&gt;Disaat romantisme alam menarik asaku untuk mengukir kasih sayang disela malam yang penuh Sketsa hati-hati manusia yg haus akan cinta itu .&lt;br /&gt;Namun kurasa, langit malam ini lebih menawarkan kelembutan..&lt;br /&gt;Dengan rembulan sebagai pangeran dan meteor sebagai ratunya,&lt;br /&gt;Lalu para bintang menari berlarian menghiasi angksa dengan senyum cahayanya.&lt;br /&gt;Sejnak terdiam.dan mereka bertanya padaku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;b&gt;"Lebih sukakah kau melihat langit malam ini daripada bersama manusia?”&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan senyum kukatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;b&gt;"Kusedang menunggu bidadariku datang menyapaku dari balik awan."&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang rembulan menjawab &lt;i&gt; &lt;b&gt;"Dia selalu datang di sepertiga malammu,&lt;br /&gt;sapalah mereka dengan sujud kepada Rabb-mu. Sebelum kau menjemput dengan syahidmu ."&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan hidupku menjadi semakin berkesan malam ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(By Darkness Prince)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga mengenal Prince di http://achadinerz.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-51156613834435016?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/51156613834435016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/gelap-malam-kerinduan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/51156613834435016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/51156613834435016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/gelap-malam-kerinduan.html' title='Gelap Malam Kerinduan'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-ArXg3dmbI/AAAAAAAAAD8/-xiP07RF08g/s72-c/malam+rindu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-1788914659036902627</id><published>2010-05-04T06:50:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T06:59:43.083-07:00</updated><title type='text'>Harapan Pada-Mu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-AoFFHzmDI/AAAAAAAAAD0/JO3wUMV5QME/s1600/Allaah+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 124px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-AoFFHzmDI/AAAAAAAAAD0/JO3wUMV5QME/s400/Allaah+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467414015367157810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;AKU......(diriNya)&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Aku adalah aku&lt;br /&gt;Aku bukan dia&lt;br /&gt;Aku bukan kalian&lt;br /&gt;Aku bukan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku bukan siapa-siapa&lt;br /&gt;Dan aku tetap aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cuma aku.....aku bukan dia&lt;br /&gt;Aku bisa sendiri..........&lt;br /&gt;Harus sendiri.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menunggu.....aku akan tetap disini&lt;br /&gt;MenungguMu.....menunggu hadirMu&lt;br /&gt;Menggapai cintaMu&lt;br /&gt;Cinta yang abadi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;JANGAN PERNAH BOSAN&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jangan pernah bosan akan dirik&lt;br /&gt;Jangan pernah bosan akan tingkah laku ku&lt;br /&gt;Jangan pernah bosan dirimu mengingatkan ku&lt;br /&gt;Jangan pernah bosan dirimu menasehati ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jangan pernah kau membenci ku&lt;br /&gt;Karena apa adanya aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah bosan untuk tetap sayang padaku&lt;br /&gt;Jangan pernah.................!!!&lt;br /&gt;Karena aku tanpa-Mu adalah Nol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(By Ratnawati Muhammad)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-1788914659036902627?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/1788914659036902627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/harapan-pada-mu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/1788914659036902627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/1788914659036902627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/05/harapan-pada-mu.html' title='Harapan Pada-Mu'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S-AoFFHzmDI/AAAAAAAAAD0/JO3wUMV5QME/s72-c/Allaah+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-2066450364100116180</id><published>2010-04-28T05:13:00.001-07:00</published><updated>2010-04-28T09:13:55.493-07:00</updated><title type='text'>Perfect Melancholy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S9gm6eT9d3I/AAAAAAAAADs/1dRKEJMItpI/s1600/melankolis.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 121px; height: 67px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S9gm6eT9d3I/AAAAAAAAADs/1dRKEJMItpI/s400/melankolis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465160933825148786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Membaca kisah ini… Layaknya sebuah blog psikologi… I LIKE IT&lt;/big&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Part 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensitif, Filosofis, puitis, serius, tekun, analitis, mendalam, penuh pikiran, menghargai keindahan,idealis, punya standar yang tinggi dan rinci, tertib dan terorganisir, perlu menyelesaikan apa yang dimulai.hati-hati dalam berteman, sangat memperhatikan orang lain, terharu oleh air mata penuh belas kasihan. mencari teman hidup ideal. Ingin segalanya dilakukan dengan benar, menghindari perhatian, cenderung jenius, berbakat dan kreatif, mengingat yang negatif &amp; pendendam, tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;* Sanguinis&lt;br /&gt;* Melankolis&lt;br /&gt;* Kholeris&lt;br /&gt;* Phlegmatis&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku termasuk melankolis, tetapi kadang-kadang kita mencoba menjadi satu wujud manusia yang sangatlah lain dengan diri kita seutuh-nya? dan lebih sering berkontradiksi dengan kalimat kontroversial &lt;b&gt;"BE YOUR SELF”.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai melankolis aku sangat Lonely sekali, seolah-olah aku mempunyai dunia yang terpisah dari manusia lainnya.Terkadang lebih tersentuh lebih cepat dibanding yang lain. Melankolis yang Sempurna mempunyai dorongan dan tekad paling besar dan memegang teguh suatu cita-cita untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Hmmm... berdasarkan tes yg pernah aku ikuti aku termasuk melankolis, 99% benar, terutama yg  Sensitif, puitis, setia, pemikir,pendendam, Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya, perfeksionis, banyak juga. tapi yang introvert tu maksudnya bukan kayak indigo, tapi lebih suka menyelesaikan masalah sendiri (tidak suka curhat, tapi pendengar dan pemerhati yang baek buat yg ingin curhat). Oh ya, saya pernah baca jg klo melankolis tu adalah karakteristik yang sangat pendendam,bahaya juga ya... hehehe....&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***** @ *****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya dalam keadaan baik sekali, bahkan sangat baik. Mungkin tidak seperti hari biasanya. Suatu hal yang membuatku baik adalah bisa menemukan kembali percikan semangat yang pernah di tularkan oleh sang &lt;b&gt;MENTOR&lt;/b&gt;. Siapa mentorku? &lt;big&gt;kalian semua yang pernah hadir di tiap detik khidupanku.&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dulu adalah seorang melankolis sejati.. *sisanya masih kuat pada saat ini*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih SMP aku pernah aku berpikir orang-orang di sekitarku hanya sebatas sosialisasiku saja sebagai manusia, mereka tidak mengerti apa yang aku pikir dan renungkan. *maaf deh buat Teman-teman SMPku, walaupun begitu aku mempunyai cukup banyak teman dibangku SMPku mereka menjadikanku sebagai tempat curhat tapi aku tidak pernah menceritakan apapun tentang diriku pada mereka*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang saya masih terlalu cepat bereaksi *meledak* terhadap sesuatu yang tak beres.. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Saya rasa di bangku SD sifat melankolisku sudah sangat nampak.'ogah' berteman dengan orang yang berantakan dan 'jorok'. tanpa segan-segan saya akan memprotes mereka. Bisa jadi di masa kecilku itulah aku merasa sempurna sebagai melankolis sempurna. Aku menginginkan segala sesuatunya terjadwal, teratur tapi bukan berarti aku sangat rapi, cinta kebersihan dll itu tapi aku menginginkan warna buku tertentu, warna pensil, tas bahkan warna sabun. Aku biasa menyusun barangku sendiri dan semuanya berurutan sesuai pikiranku sendiri dan aku sangat tahu bila salah satu benda dikamarku berubah. Aku akan marah bila Ibuku meletakkan bajuku tidak sesuai susunan dalam pikiranku. Seharipun aku tidak pernah terlambat ke sekolah. Guru-guru menyukaiku dan memujiku secara berlebihan. Dan membuatku semakin besar kepala, bisa jadi membuatku merendahkan banyak orang. Mungkin banyak teman-temanku ingin menjauhiku tapi aku tidak peduli toh aku tidak membutuhkan mereka. Buktinya mereka selalu ingin memulai berbicara denganku. Pikirku saat itu. Menjadi sok jadi ketua dan mengatur semua orang yang kuanggap tidak beres di kelas. Aku tidak bermain layaknya anak kecil lainnya. Aku menikmati kesendirianku. Walaupun bagitu aku tidak merasakan kesepian. Aku hanya heran mengapa semua orang bagitu berisik. Aku menyukai berbagai macam keindahan bahkan yang dianggap orang tidak mernarik menurutku malah sangat indah. Aku menikmati seni lebih dari yang orang pikirkan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil aku berbakat dalam melukis. Sepulang sekolah aku tidak akan berhenti melukis. Aku akan marah pada siapapun yang mengusikku. Tempat favoritku saat melukis adalah di bawah pohon Manggis milik nenekku dan bersebelahan dengan pemakaman keluarga kami. Sebenarnya lukisanku tidak istimewa mungkin sama saja dengan lukisan anak-anak lainnya. Tapi aku menikmati tahapan sampai lukisanku selesai dan aku merasai lukisanku berlebihan menurut orang lain. Aku menolak kepercayaan guruku untuk mengikutsertakanku mengikuti lomba melukis tingkat SD. Seorang melankolis sempurna menetapkan Standar tinggi terhadap sesuatu, dan menurutku lomba gambar tingkat SD bukan sesuatu yang menarik. Juara kelas di antara bocah-bocah SD kumal itu juga bukan hal yang pantas dibanggakan. *ketika menulis ini aku menertawakan diriku sendiri* Suatu hari aku berhasil melukis "SETAN" disebelah pohon manggis. Ayahku sungguh perhatian terhadapku dia memuji semua lukisanku bahkan dia membanggakan rambutku pada saudara-saudara lainnya *xixixi...*. Jadi walaupun lukisanku jelek dia tetap memujiku dan memberikan saran untukku. Ketika dia melihat lukisan "SETAN" itu aku mejelaskannya dengan sangat santai, tetapi raut mukanya sangat terkejut. Aku tidak tahu apa-apa lantas semua keluargaku nenekku, pamanku, sepupuku semuanya menatapku aneh. Keluargaku yang 'Agamis' memanggil ustadz Mendo'akanku macam-macam. keesokan harinya pohon manggis itu telah tumbang.Di kemudian hari aku tahu Ayahkulah yang menebang pohon itu malam-malam ketika aku tertidur *T.T*. Aku menangis berhari-hari. Ini pertama kalinya aku berontak pada kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang melankolis adalah orang yang sangat care terhadap orang lain. Titik paling Ekstrim yang ku lakukan di bangku SD adalah ketika sepupu laki-lakiku bertengkar dengan teman sekelasnya.Waktu itu aku duduk di kelas 4 SD akan kenaikan kelas 5 dan sepupuku kelas 6 SD. Saya sedih melihat sepupuku diledek teman-temannya, sepupuku ditantang berkelahi oleh musuh-musuhnya di kelas itu, tapi sepupuku menolak. Aku melihat ketidakberdayaan sepupuku. Apa yang kulakukan?? MENANTANG BALIK MEREKA *duh..* awalnya mereka menolak tapi aku punya bakat terpendam dalam mengatai orang sepedas-pedasnya. Akhirnya emosi mereka tersulut dan menerima tantangangku. Sulit dibayangkan Makhluk manis sepertiku adu OTOT dengan para bocah-bocah begundal itu. Kalahkah aku? TIDAK, aku begitu kuat saat itu. Aku berhasil membuat salah satu hidung dari mereka berdarah-darah dan hampir mematahkan salah satu tangan mereka. Tidak percaya? terserah. Tapi tentu saja dengan sedikit akal licik. Itu tindak kekerasan pertama yang kulakukan *semoga yang terakhir* keluargaku menyebutnya 'tindak kriminal' karena malu Ayahku memindahkan sekolahku sekalian kami juga pindah rumah. Tapi aku begitu bangga telah bertindak benar *lho??* sampai saat ini sepupuku itu begitu menyayangiku dan mungkin akan mengingatku seumur hidupnya. Lalu bocah preman itu *sekarang sudah menikah* mungkin juga akan mengingatku seumur hidupnya tapi katanya aku adalah orang pertama yang bisa mengalahkannya disekolah dan tentu saja mengubah kehidupan SMPnya sampai sekarang.&lt;br /&gt;*kalau begitu seharusnya saya menantang semua preman yang ada dimuka bumi ini hohoho...*&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa situs membahas kepribadian. menyebutkan tentang perfect melancholy:&lt;br /&gt;Walaupun kreatifitasnya pun sangat tinggi. Tipe orang-orang yang sensitif dan romantis masuk dalam kategori ini. Kelemahannya, ia cenderung negatif, pendendam, skeptik, tidak mudah mempercayai orang lain, moody, depresif dan menyendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Mereka bakat menjadi seniman, peneliti dan ilmuwan.&lt;br /&gt;http://www.mig33salatiga.org/forum/viewtopic.php?f=47&amp;t=11930&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah..wah...orang Melankolis nih dikenal sebagai orang yang sangat dalam saat berpikir.Meski standar yang direncanakan tuh tinggi, tipe ini mampu meraihnya dengan gigih dan cermat. Kebanyakan orang-orang Melankolis sejati, menyukai hal-hal yang berbau diagram, grafik, bagan dan rentetan daftar-daftar yang memerlukan analisa tingkat tinggi. Orang-orang semacam ini, bisa jadi ilmuwan&lt;br /&gt;www.tmore-online.com/tmore/content/rubric/37/144&lt;br /&gt;dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya inilah pribadi yang mampu mengubah dunia. Tak terhitung berapa ilmuwan yang memiliki kperibadian perfect melancholy ini. Kebanyakan seniman bertipe keperibadian ini. Kemudian, AKU.&lt;br /&gt;kehidupan setelah masa anak-anak membentukku menjadi pribadi yang berbeda. Walaupun sifat dasarku tidak berubah, tapi Melancholic juga mempunyai sifat Mengorbankan keinginan sendiri untuk yang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Indigo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indigo adalah anak yang menunjukkan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa, serta menunjukkan sebuah pola perilaku yang pada umumnya tidak didokumentasikan sebelumnya. Kemungkinan besar berarti menciptakan ketidakseimbangan dan frustasi dalam benak dari kehidupan baru yang berharga ini.Juga disebut “Children of the Sun” oleh para ahli dari Amerika Atau disebut juga sebagai “Millennium Children”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Beberapa ciri-ciri anak indigo:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Lebih dewasa dari anak-anak lainnya.&lt;br /&gt;2.Mengerti jika dirinya layak untuk berada di dunia&lt;br /&gt;3.Frustasi dengan sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif.&lt;br /&gt;4.Sebagian besar adalah orang yg menimbulkan rasa tidak nyaman.&lt;br /&gt;5.Punya empati yang kuat terhadap sesama, atau tidak punya empati sama sekali.&lt;br /&gt;dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri indigo dewasa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Mereka pintar walaupun tidak selalu berada di tingkatan paling atas.&lt;br /&gt;2.Punya hasrat yang membara untuk merubah dunia, tapi kesulitan menemukan jalurnya.&lt;br /&gt;3.Frustasi dengan budaya tradisional.&lt;br /&gt;4.Punya masalah dengan amarah.&lt;br /&gt;5.Muak dengan sesuatu yang berulang-ulang.&lt;br /&gt;dll&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10142&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak terima keluarga besarku menyebutku Indigo hanya karena pohon manggis itu. Aku sama sekali tidak mempercayai hantu dan setan yang kulukis itu sama sekali bukan teman bermainku *Lol*. Kalaupun ada yang mendapatiku berbicara sendiri, huff... bukankah anak-anak memang sering berbicara sendiri sama seperti anak kecil yang bicara dengan bonekanya, tapi waktu itu aku berbicara dengan imajiku. Bukan karena aku tidak ada yang mau berteman denganku, tapi aku benci tingkah anak-anak itu. Dan itu hakku kan?&lt;br /&gt;Weh,,weh,, setelah membaca buku tentang ciri-ciri anak Indigo, bisa dibilang mereka tidak salah. *huh,,,*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sejak pindah ke Pagaralam ada yang berubah dari prilakuku. Aku berontak pada hidup. Aku hanya berusaha berkreativitas dengan lukisanku tapi disebut Indigo oleh semua orang. Sejak pohon manggis itu tumbang maka tumbang juga keinginanku untuk melukis. Sejak aku pindah sekolah di kelas V, aku benar-benar tidak menginginkan sekolah lagi. Di sekolah baruku aku tidak mengalami kesulitan yang berarti hanya saja aku tidak menemukan tempat khusus untuk berbincang-bincang bersama Imaji. Helin, Pajrin, Intan, Ayu, Debbi mereka mamasukanku dalam daftar 6 sahaba.t Tentu saja aku tidak mengerti kenapa aku bisa masuk dalam daftar cewek-cewek populer di sekolah *??* dan aku juga tidak mengerti tiba-tiba ditunjuk jadi tim lomba Voli sekota pagaralam, padahal aku sama sekali tidak bisa mengendalikan bola mencapai Net. Aku sama sekali tidak menginginkannya. Terlalu menjadi pusat perhatian? Aku membenci itu. Tapi, mereka semua sangat baik untuk ku benci seketika. Walaupun aku benci sekolah tapi prestasiku tidak terlalu buruk di sekolah itu. Ya ya tidak sebaik dulu. Awalnya aku tidak pernah menganggap penting persahabatan kami ber-6. Mereka hanya senjataku untuk bisa diterima dilingkungan sekolah *mereka tidak tahu ini*. Mereka anak-anak luar biasa *soalnya aku menyebut diriku biasa*. Karena mereka, pertama kalinya ada teman sekolahku mampir ke rumah. Mereka bermain Barbie di rumahku hampir setiap hari *sangat tidak menarik* aku memperhatikan anak-anak ajaib ini bermain barbie. Aku memilih bagian membuat baju Barbie, aku mendesain baju. Kata Ayu aku berbakat menjadi Designer. Sejak itulah kalau ditanya cita-cita oleh guru aku akan menjawab Designer. Di sekolah sebelumnya aku pernah ditertawai ketika ditanyai cita-cita maka aku akan menjawab mengelilingi dunia dengan menggunakan sayap sendiri, Menjelajahi dasar samudera dan luar angkasa Dan tentu saja mengubah dunia itu impianku sekaligus menjadi cita-citaku dan aku masih punya ratusan Impian lagi yang kutulis dalam sebuah jurnal harianku. Aku sangat tertekan menjawab 'DESIGNER'. Dikemudian hari aku menyadari ke lima sahabatku itu adalah mentorku yang luar biasa. Mereka bersedia meminjamkan penanya ketika penaku hilang. Mereka tidak pernah marah padaku ketika aku bertingkah menyebalkan. Mereka menghargai semua pemikiran orang lain. *aku berbeda*&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah ini ada hubunganya dengan melankolis sempurna atau tidak. Sejak kecil kira-kira umur 4 tahun. Aku telah membuat keputusan menyukai sabun mandi berwarna putih *Poeng!!!*. hahaha... pokoknya sperti itulah. Ini pertama kalinya aku menceritakan kebiasaanku ini. Tapi, sumpah aku tidak akan memakai sabun mandi dengan warna lain walaupun terlihat aneh tapi Ibuku menuruti itu. Bisa dibayangkan demi mengurusku ibu mengalami sedikit kesulitan hanya untuk membeli sabun mandi. Kalau bermalam di rumah saudara lainnya, Ibuku harus membawa sabun mandi yag saharusnya tidak perlu dibawa. Sekarang aku tidak keberatan lagi memakai sabun mandi dengan warna apapun bila berada dirumah orang lain. Aku belajar mengendalikan kebiasaanku yang aku tidak tau berawal darimana. Tapi, sampai sekarang kalau dirumah aku menggunakan sabun mandi secara terpisah dari anggota keluargaku lainnya. Pernah aku merasakan perasaan tidak diterima dikeluarga sendiri, tetapi menyaksikan mereka tidak keberatan memakai sabun mandiku. Hanya aku yang menolak warna sabun mereka dan hanya aku yang menyebut sabun mandi dirumah dengan sebutan Sabun mandiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Aku mengatur semua barang dikamarku menurut struktur imajinatif yang kubayangkan. Aku tahu persis bila ada barang yang tidak sesuai dengan tempatnya dikamarku, Jika ada orang yang merasa susunan barang di kamarku tidak tepat maka dia mencoba memperbaikinya, maaf sekali aku akan memarahinya habis-habisan. Menurutku sikap seperti itu sama saja dengan mengkritikku dan aku tidak suka dikritik.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Posesif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posesif adalah orang menguasai orang lain. mengapa aku bisa jadi posesif? tentu saja karena sifat dasarku adalah melankolis sempurna. Jadi sebenarnya banyak orang yang tidak kuanggap penting dalam hidupku. Tapi ketika aku merasa mereka penting maka timbulah rasa posesifku. &lt;big&gt;Kira-kira posesif itu seperti batas wilayah. Setiap orang mempunyai wilayahnya sendiri. Tapi, orang-orang posesif beranggapan bahwa hanya dirinyalah yang mempunyai batas wilayah.&lt;/big&gt; Aku akan marah bila orang mencampuri urusanku apalagi mencoba mengubah keputusanku menjadi sebaliknya. Kemudian masalah batas, aku merasa tidak memiliki batas dalam kehidupan orang lain, sesuka hati aku memasuki wilayah mereka dan meminta mereka melakukan apa yang kukehendaki, tanpa merasa bersalah.Aku tidak tahu apa-apa tentang apapun yang pernah mereka katakan padaku tapi aku selalu mendapati mereka ingin melarikan diri. Kadang-kadang semua itu membuatku kebingungan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya perlu waktu lama untuk bisa menilaiku sebagai orang yang posesif sobat SMAku (Sri) yang menilaiku posesif dan berujung dia ikut-ikutan posesif terhadapku. Tapi, aku bukan sahabat yang buruk juga baginya buktinya selama di SMA kami duduk satu meja 3 tahun, beberapa orang iri melihat betapa akrabnya kami, bahkan Deswan menyebut kami Lesbi *S*****... arrrggghhhh* terima kasih untuk sri yang sudah bersedia menjadi sahabatku :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Orang kedua yang menilaiku posesif (tidak perlu kusebutkan namanya). Dia sekaligus menjadi orang pertama yang berani-beraninya mengusik duniaku. Dia meneror pikiranku tiap detik. Mengendap-endap memasuki wilayah kehidupanku kemudian menyatakan keinginannya bisa hidup di dunia yang sama denganku. Cukup lama aku membiarkannya berkeliaran di duniaku, tetapi semakin lama dia semakin berisik untuk tinggal di duniaku yang begitu hening. Dia juga punya pemikiran yang dangkal, berbeda dengan para Melancholic yang mendalam. Apalagi dia mulai mencoba mengubah duniaku dengan dalih memperbaiki*memperbaiki? maksudnya ada yang salah dengan duniaku gt?* . Tidak. tidak ada yaang salah dengan duniaku, yang salah adalah kenapa semua orang tidak sama denganku. :(&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ketiga yang menilaiku posesif adalah sobatku di facebook Canniball(bkn nm sbnarnya hihi...). Dalam waktu singkat bahkan belum pernah bertemu *entah asal bicara atau serius* dia seenaknya menempelkan kata posesif dikeningku *huh...* bahkan dia menjelaskan arti kata posesif dengan sempurna menurutku. Dikemudian hari aku tahu dia juga Perfect Melancholy dan dia juga posesif *bahkan lebih parah dariku*.&lt;br /&gt;hmmmm.... sudah lama aku ingin menemukan orang yang sama sepertiku. Kami bersahabat. Sama seperti persahabatan pada umumnya. Kami meributkan hal-hal yang sepele. Kami Melankolis bisa menyukai sesuatu secara berlebihan dan membenci sesuatu secara berlebihan. Aku dan Cannibal juga punya kesukaan yang sama. Ada juga kesukaanku yang tidak disukainya dan sebaliknya, kemudian kami akan meributkannya setiap hari. Aku pikir melankolis laki-laki dan perempuan berbeda ternyata tidak juga. Cannibal memahami drama sorry.. I love u, A love to kill dll secara berlebihan bahkan mungkin lebih paham dari penulisnya. Kami para melankolis mampu menangis berulang-ulang hanya karena drama itu. Beberapa kali kami mengalami kejadian penting secara bersamaan *entah itu kebetulan atau apa*. Walaupun kami tidak saling menyapa lagi, Cannibal adalah mentorku juga sama seperti kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sifat Melancholic dan mentor-mentor terbaik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya semua orang yang ada dalam tiap detik kehidupanku adalah mentorku. Tapi memang ada yang lebih spesial dari yag lainnya. Mentor terbaikku adalah Ibuku. Kdrama, Jdrama, Mdrama, film2 inspiratif, novel, buku-buku lainnya adalah mentorku. Orang-orang yang melewatkan waktu bersamaku adalah mentorku. Semuanya menjadi inspirasi terbaikku, bahkan mungkin sebagian menuntutku. Semua itu membuat sifat melankolisku telah terjadi kombinasi. kombinasi lain yang tidak alami. Jadi, perfect Melancholy itu mungkin tidak 99% lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(By Zalika Azura Zilkha)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-2066450364100116180?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/2066450364100116180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/04/zalikas-story.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/2066450364100116180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/2066450364100116180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/04/zalikas-story.html' title='Perfect Melancholy'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S9gm6eT9d3I/AAAAAAAAADs/1dRKEJMItpI/s72-c/melankolis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-3794270476001030234</id><published>2010-04-23T19:48:00.000-07:00</published><updated>2010-04-23T19:51:54.836-07:00</updated><title type='text'>Alasan 'Kekejaman'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S9JcsUHWNrI/AAAAAAAAADk/ZmZHak4Fgc0/s1600/adzan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 99px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S9JcsUHWNrI/AAAAAAAAADk/ZmZHak4Fgc0/s400/adzan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463531214337357490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Aku adalah seorang ibu....&lt;br /&gt;ibu yang kejam .....&lt;br /&gt;Aku adalah seorang guru .....&lt;br /&gt;guru yang kejam .....&lt;br /&gt;Aku seorang teman ....&lt;br /&gt;teman yang kejam ............. jadi&lt;br /&gt;Aku adalah ibu,guru dan teman yang kejam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kau asyik menonton TV ..... matikan!&lt;br /&gt;ketika kau asyik baca komik .... tutup!&lt;br /&gt;ketika kau asyik bermain .....pulang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau akan cemberut .... sebel ... marah ....&lt;br /&gt;Tapi ibu tidak berhenti tidak menyerah .....&lt;br /&gt;Maafkan kekejaman ibu telah mengusik keasyikanmu&lt;br /&gt;Tapi ...... suara adzan memanggil-manggil kita sayang ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kau tersenyum ..... senyummu melembutkan hati ibu ....&lt;br /&gt;Jangan lupa kau doakan ibu agar tidak pernah bosan mengingatkanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bukan penulis tapi ingin menulis&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(By Budi Setya Ayu)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-3794270476001030234?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/3794270476001030234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/04/alasan-kekejaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/3794270476001030234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/3794270476001030234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/04/alasan-kekejaman.html' title='Alasan &apos;Kekejaman&apos;'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S9JcsUHWNrI/AAAAAAAAADk/ZmZHak4Fgc0/s72-c/adzan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-7423151896456024876</id><published>2010-04-16T07:04:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T07:08:46.494-07:00</updated><title type='text'>Puisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S8hvBZbQVZI/AAAAAAAAADc/IP66Ss9O9wg/s1600/abstrak.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 149px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S8hvBZbQVZI/AAAAAAAAADc/IP66Ss9O9wg/s400/abstrak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460736617982481810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;blockquote&gt;DESAHAN NYANYIAN JIWAKU &lt;br /&gt;MENGALUN INDAH BAK BULU PERINDU&lt;br /&gt;MENGALIR BERSAMA DESAHAN CINTAKU&lt;br /&gt;MELIPUTI SELURUH PERASAANKU&lt;br /&gt;SEPERTI AWAN PUTIH TIPIS &lt;br /&gt;MEMAYUNGI BAYANG – BAYANGMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU INGIN KAU MENATAPKU&lt;br /&gt;DIMATAKU ADA PENDARAN BINTANG&lt;br /&gt;MELUKISKAN KETULUSAN HATIKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN KAU USIK NYANYIAN SUCIKU&lt;br /&gt;DIAMLAH . . . LAYANGKAN SUKMAMU&lt;br /&gt;NIKMATI SEJENAK ELUSAN SIMPONI KALBUKU&lt;br /&gt;HINGGA AKU AKU USAI PERGI BERLALU&lt;br /&gt;MENINGGALKAN DEBU DARI SERPIHAN HANCURNYA HATIKU . . &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y_Y&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku sembunyikan cinta  &lt;br /&gt;Jauh kedalam alam sukmaku  &lt;br /&gt;Terbalut elok agar tetap indah &lt;br /&gt;Terhalau cela bukan pada tempatnya &lt;br /&gt;Cinta sudah bersemi selayaknya  &lt;br /&gt;Tak perlu tanya atau dengan prasangka  &lt;br /&gt;Tak berkata diampun juga  &lt;br /&gt;Tak perlu jawabnya  &lt;br /&gt;Melayangkan pandang sebagai anugerah  &lt;br /&gt;Biarlah &lt;br /&gt;Tersimpan larut kegelisahannya &lt;br /&gt;Terombak rindu tiada bertepi  &lt;br /&gt;Beriak hasrat sua tak terkendali  &lt;br /&gt;Dalam hamparan makna tersyukuri &lt;br /&gt;Cintaku biarlah tetap begini&lt;/i&gt;&lt;/big&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Siti Chotidjah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-7423151896456024876?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/7423151896456024876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/04/puisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/7423151896456024876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/7423151896456024876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/04/puisi.html' title='Puisi'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S8hvBZbQVZI/AAAAAAAAADc/IP66Ss9O9wg/s72-c/abstrak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-2809075403660932583</id><published>2010-04-06T16:24:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T16:40:03.079-07:00</updated><title type='text'>Bangga Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S7vFrkwKNgI/AAAAAAAAADU/wzenezep_2I/s1600/indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 93px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S7vFrkwKNgI/AAAAAAAAADU/wzenezep_2I/s400/indonesia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457172725880206850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Indonesia adalah tanah airku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah tumpah darahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raga dan jiwaku sedia membelamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tetes darah terakhirku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah bangsa cintaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anugerah terbesar dalam hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak langkahku menjunjungmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, Impian besarku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah sebuah Perjuangan. Dan perjuangan membutuhkan pengorbanan. Sekitar tiga ratus lima puluh tahun Indonesia dijajah. Penganiayaan dan kekerasan terjadi dimana-mana. Mayat berserakat dan korban terus berjatuhan. Dengan prinsip Hidup Merdeka, Mati Mulia. Timbul semangat dari para pemuda Indonesia yang bertekad merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Dan dengan berkat rahmat Allah impian tersebut tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian panjang perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan menunjukan peran penting generasi muda. Generasi penerus yang harus mengisi kemerdekaan dengan optimisme hidup. Perjuangan tidak berhenti sampai disini, meskipun Kolonialisme sudah lama meninggalkan Indonesia. Perjuangan masih terus berlanjut, maka sebagai generasi muda, tak semestinya energi perjuangan kita pudar. Generasi muda adalah harapan bangsa, penerus perjuangan para pahlawan bangsa. Kobarkan tekadmu, nyalakan semangatmu, kumpulkan kekuatanmu maju bersama untuk Indonesia tercinta. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa di minta, saya sebagai anak bangsa yang mencintai dan mengagumi Indonesia, berusaha memberikan sumbangsihnya. Baik dalam bentuk tulisan atau ide yang ingin saya tuangkan. Ungkapan pepatah bijak “Jangan tanyakan apa yang telah Negara berikan kepadamu, tapi apa yang sudah kamu berikan kepada Negara”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling utama yang harus kita banggakan adalah bangga terhadap diri sendiri. Diri kita sangatlah bernilai dan berharga. Karena Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya. &lt;big&gt;“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”&lt;/big&gt; (QS. Al-Tiin : 95 [4]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik penciptaan kita sebagai makluknya, pasti Allah mempunyai suatu tujuan yang sangat mulia. Di diri kita tertanam karakteristik yang berbeda-beda satu sama lain. Dari sejak kecil kita di ajarkan bagaimana memahami mana yang baik dan buruk. Ingatlah walaupun sekarang hidup kita lebih tinggi, tapi jangan membuat lupa siapa diri kita sebenarnya. Dan Mudaers juga jangan memandang diri kamu rendah. Karena semua manusia di mata Allah sama. Bedanya ketaqwaan yang kita kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;“Ada Obsesi, ada jalan”&lt;/big&gt;. Buat mudaers kalimat tersebut penting banget. Karena kita hidup harus punya sebuah obsesi. Kenapa? Agar hidup kita menjadi lebih bermakna. Mungkin sebagian mudaers bisa bilang “Jalanin aja hidup seperti air yang mengalir”. Itu yang salah, karena tanpa kita pikir memang hidup mengalir dengan sendirinya. Tapi kalau begitu kita ga punya prinsip donk! Mudaers ga mau kan di bilang dimana angin berembus di situ dia akan mengikuti atau dibilang ikut-ikutan. Nah tentuin dari sekarang langkah mudaers ke depan nanti bagaimana, jangan bagaimana nanti. Karena sukses di masa depan ditentuin dari yang kita kerjakan sekarang. Setujukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudut pandang kita terhadap Indonesia takkan pernah habis. Jika kita mau menelusuri Indonesia lebih jauh, semakin bertambah cinta kita terhadap Tanah Air Indonesia. Salah satu yang bisa diuraikan oleh saya adalah bangga terhadap Indonesia, dari sisi hobi, minat, dan kecintaan Mudaers. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bangga dengan Musik Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik adalah salah satu hasil karya seni seseorang atau kelompok. Seringkali musik digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan oleh si penciptanya. Awalnya pencipta hanya membuat musik untuk di nikmati sendiri. Tapi semakin berkembangnya kemajuan, musik dinikmati banyak orang. Banyak pendatang baru mencoba karirnya lewat lagu yang di senandungkan lewat aliran musik yang berbeda. Walaupun banyak pendatang baru bermunculan, tetapi tidak mengurungkan niat mereka untuk dapat menembus belantika musik Tanah Air. Meski mereka membuat musik agak sulit dan sering di tolak pembuatan albumnya. Kenyataannya banyak yang tetap terjun di dunia musik. Musik adalah seperti bagian hidup, tanpa musik dunia terasa mati. Masa sich.!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seni musik, tentunya mudaers pun mengenal seni lainnya. Seperti seni rupa, tari, teater, sastra dan drama yang dikemas dalam sebuah pertunjukan. Dahulu sebuah pertunjukan dilakukan untuk memperkenalkan atau mempromosikan baik berupa kebudayaan atau kesenian yang dimiliki daerah. Meskipun cara ini tertinggal jauh dengan adanya media elektronik, tapi cara ini lebih efektif untuk menarik banyak perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu cepatnya perkembangan musik di Indonesia. Mulai dari penyanyi dan lagu yang dibawakan. Dunia musik tidak hanya di gemari kalangan anak muda, bahkan Ibu rumah tangga, tukang ojek, pejabat pun tidak mau ketinggalan. Karena musik bisa mengekspresikan diri, emosi dan perasaan. Dahulu musik sudah ada untuk mengiringi upacara-upacara keagamaan.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan para musisi terus berkarya dalam industri musik. Dan semoga hasil karya anak muda di dunia musik bisa memberikan prestasi Indonesia di mata dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Bangga dengan Olah raga Indonesia&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dalam tahun terakhir Indonesia baru berlaga dalam Kejuaraan Piala Asia 2007 yang berlangsung di Stadion Istora Bung Karno, tapi kita patut acungin jempol dengan prestasi anak bangsa yang telah mengukirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun Olah raga Indonesia memang masih jauh ketinggalan dari negara tetangga, tapi itu semua tidak membuat atlet-atlet muda Indonesia putus asa dan menyerah. Mereka masih mempunyai harapan dan cita-cita untuk membawa kejayaan Indonesia kembali. Mereka akan terus berjuang dan membuktikan kemampuan bangsa Indonesia. Kedepan Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam acara Sea Games 2011. Semangat Indonesia!!!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bangga dengan Masakan Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Culinary. Mungkin mudaers lebih mengetahui tentang berbagai jenis makanan dan cita rasa masakan di Indonesia. Betapa Ajibnya! Masakan Indonesia. Mulai dari Kari Ayam dari Aceh, Daun Singkong Tumbuk dari Medan, Rendang Daging dari Padang, Pempek dari Palembang, Soto Betawi dari Jakarta, Karedok dari Jawa Barat, Gudeg dari Yogyakarta, Soto madura dari Jawa Timur, Sate Lilit Ayam dari Bali, Ayam Bakar Taliwang dari Lombok, Sate Payau dari Kalimatan, Perkedel Jagung dari Sulawesi, Cumi Hitam Papua dari Papua, Dodol dari Garut dan lain sebagainya. Tidak hanya Indonesia kaya dengan masakan daerahnya tetapi juga bahwa Indonesia kita kaya akan rempah-rempah. Mudaers dapat temui diantaranya jahe, kencur, lengkuas, temu kunci, kunyit, daun jeruk, daun salam, daun kemangi, daun sereh, lada, kemiri, ketumbar, cengkih dan lain-lain. Semua itu selain bermanfaat untuk bumbu masakan bisa juga digunakan untuk pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mudaers perhatikan di setiap rumah makan atau restoran, menu makanan tradisional dari berbagai pelosok tanah air hampir semua tersedia. Ya, Kelezatan masakan Indonesia siap berpetualang dan menguncang selera. Selamat mencoba! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bangga dengan Budaya Indonesia&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan budaya Indonesia pada dasarnya bersumber dari tradisi kultural daerah. Kebudayaan bisa diartikan wujud dari prilaku nenek moyang bangsa kita. Kebudayaan ini secara turun temurun diwariskan oleh mereka. Kesadaran menjaga dan melestarikan terhadap kebudayaan Indonesia, menjadi masalah bersama. Agar orang asing atau negara lain tidak bisa mengklaim sebagai miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan sangatlah mempengaruhi kehidupan masyarakat. Sebab budaya adalah hasil rasa, cipta dan karya tangan manusia. Zaman telah membuat manusia untuk berpikir maju dengan menciptakan budaya. Hasil budaya yang mempunyai nilai dan Ilmu pengetahuan, sehingga mengubah kehidupan manusia semakin lebih baik. Seiring berkembangan zaman menyadarkan kita bahwa manusia takkan berhenti untuk mengembangkan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskinpun, perkembangan budaya sangat pesat. Mudaers harus hati-hati. Karena arus globalisasi begitu deras, apalagi sekarang banyak budaya asing masuk dan tumbuh di lingkungan kita. Kita ngga mau kan dibilang kebudayaan bangsa Indonesia norak atau kuno, karena sikap kita yang ikut-ikutan bangga dengan budaya asing. Padahal nilai dan norma kebudayaan yang kita miliki jauh lebih baik. Lihat saja, sebelum budaya asing masuk, jarang sekali tindakan kekerasan, penganiayaan, dan pelecehan sexsual kita temui. Karena sadar akan harkat dan martabat dirinya maupun bangsa. Sebaliknya sikap senonoh, terbuka dan terkesan vulgar bangga ditampilkan pada tempat umum. Akhirnya menjatuhkan harkat dan martabat diri dan bangsa sendiri. Maka sebagai mudaers harus menyadari kalau budaya bangsa kita lebih bernilai dan bermoral dibandingkan dengan budaya asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Bangga dengan Objek Wisata Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kebanggaan bersejarah bagi Indonesia. Candi Borobudur yang melambangkan salah satu simbol dari tujuh keajaiban dunia. Bangunan Prestisius yang membuktikan pada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri, kemegahan Candi Borobudur termasuk kebudayaan paling besar yang di miliki Indonesia. Bangunan ini adalah hasil karya anak bangsa yang telah mengukir prestasi bangsa Indonesia di mata dunia. Jika Mudaers memiliki jiwa berpetualang dan gemar keliling dunia. Pasti Mudaers mengetahui banyak tempat-tempat objek wisata di Indonesia. Salah satu yang menarik di Indonesia sebagai tempat para wisatawan lokal atau asing adalah Candi Borobudur, sebagai tempat bersejarah pada jaman Mataram Hindu. Selain Candi Borobudur, masih banyak tempat-tempat wisata lainnya diantaranya Candi Prambanan, Malioboro, Danau Toba, Pulau Seribu, Palau Komodo, Lombok, Bali, Gunung Tangkuban Perahu, dan sebagiannya. Serta panorama keindahan alam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek wisata Indonesia sangat Indah dan menawan jika dibandingkan dengan objek wisata mancanegara lain. Pemerintah Indonesia harus lebih memperkenalkan dan mempromosikan kepada dunia luar. Agar pendapatan devisa negara bertambah, sehingga taraf kehidupan Indonesia lebih sejahtera.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bangga dengan Warisan Indonesia&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik adalah salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang di akui Badan Dunia UNESCO sebagai warisan budaya “tak benda” pada tanggal 2 Oktober 2009 dan mendapat pangakuan resmi secara Internasional. Patut kita syukuri di tengah maraknya kostum-kostum rancangan desainer dari berbagai dunia. Tapi batik menampilkan kekhasanya tersendiri, sehingga menjadikan Kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Selain batik Indonesia juga memiliki Tenun, Songket, Sulam, Aksesoris dan Kerajinan Indonesia lainnya. Sejatinya Batik merupakan Identitas bangsa Indonesia yang harus di jaga dan di lestarikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak masyarakat Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009 mengenakan batik. Pada saat itu, terlihat sikap bangga menjadi warga Negara Indonesia yang mengenakan batik. Tidak hanya Ibu rumah tangga, guru-guru, karyawan kantor bahkan intansi swasta maupun pemerintah semua mengenakan batik. Sebagai upaya untuk memperkuat dan perkenalkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang memiliki budaya. Kebijakan pemerintah mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia pada setiap hari jumat mengenakan batik. Sangatlah tepat, sehingga meningkatkan minat masyarakat akan mencintai produk kebudayaannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Mudaers di seluruh Nusantara, saya ada Ide bagus nih. Salah satu kerajinan membuat batik ini bisa kita terapkan di lingkungan sekolah, rumah ataupun perusahaan garmen. Caranya gimana? Kita usul kepada Diknas Pendidikan Daerah atau Pusat buat kurikulum pendidikan yang mewajibkan sekolah jurusan atau mahasiswa mengikuti program pelatihan membuat batik!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungannya apa? Kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki batik akan semakin di akui dunia bahwa setiap anak bangsa diberikan keterampilan membuat batik. Tidak hanya itu, kerajinan batik ini bisa jadi jenis usaha kecil, menengah bahkan besar. Bahkan bisa menyerap tenaga kerja. Tentunya kita bisa mengembangkan berbagai desain motif dan corak batik yang sudah ada. Apalagi sekarang sudah banyak aksesori yang terbuat dari batik. Mulai dari ikat pingang, sandal, sepatu, dasi, tas, jilbab atau kerudung dan lainnya. Dari sekian produk batik yang telah kita buat. Kita bisa memasarkan atau mempromosikan produk batik kita ke seluruh dunia. Jadilah bangsa kita pengekspor batik yang keuntungannya bisa nambah uang saku sekolah kita, terus menjadi sumber devisa Negara juga. Benar kan!. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudaers yang kreatif. Batik itu Indah dan bagus banyak nilai sejarahnya yang terkandung. Tidak hanya cocok di pakai buat ”Kondangan” bahasa betawinya, batik juga cocok di pakai berbagai jenis acara. Baik dalam acara reakreasi, rapat, seminar, reuni, wisuda dan sebagainya. Untuk mudaers jangan takut terlihat lebih tua ketika memakai batik. Walau ada anggapan batik itu untuk orang tua. Sekarang udah ada batik dengan desain motif dan corak yang di buat khusus untuk muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya bangga mengenakan batik, apalagi corak dan motif batik sangat bagus dan bervariatif! Ketika saya memakainya terlihat lebih berwibawa.” Tutur Saefudin, Karyawan Toko Buku Yasmin Pondok Cabe, Tangerang. &lt;br /&gt;Nah, Udah lihat sendirikan. Tunggu apalagi, buruan berpartisipasi ramai-ramai kita mengenakan batik. Sebagai upaya bahwa kita bangga dan cinta terhadap warisan bangsa Indonesia. Let’s go!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bangga dengan film Indonesia&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita perhatikan dengan seksama. Tayangan di Television yang menampilkan bermacam-macam acara. Banyak yang hanya menjual mimpi-mimpi belaka. Film-film yang jauh meninggalkan kebudayaan (cultural) bangsa Indonesia. Dan cenderung menampilkan kehidupan yang mewah dan semena-mena. Mudaers sekarang seharusnya kritis terhadap tayangan-tayangan yang hanya memuat unsur seks, penindasan, dan kriminalitas. Selain dapat merusak moral anak bangsa serta bertentangan dengan norma agama. Karena dampak dari tayangan tersebut banyak anak-anak yang meniru dari adegan film yang aktor perankan maupun pesan yang disampaikan dari film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingatkan kita salah satu film yang mengangkat cultural masyarakat Indonesia adalah Si Doel Anak Sekolahan karya Sjuman Djaya. Walaupun film jaman dahulu, tetapi masih di gemari sebagian masyarakat Indonesia. &lt;br /&gt;Film yang bermutu adalah film yang betul-betul memperjuangkan cita-cita dan bukan untuk sekedar hiburan atau tempat yang menguntungkan. Sepatutnya sarana film di Indonesia dijadikan wadah anak bangsa untuk berkreatifitas dan melestarikan budaya bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya pemerintah Indonesia harus menjadikan film sebagai jembatan apresiasi yang dapat mendorong generasi muda berkembang dan berpendidikan cerdas. Dan menciptakan generasi yang mempunyai antusias tinggi terhadap produk film Indonesia sendiri. Karena film merupakan bagian dari kesenian dan mempunyai fungsi yang amat mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakekatnya Kebanggaan adalah milik makhluk hidup. Siapa pun berhak memperoleh kebanggaan itu. Baik terhadap apa yang melengkat pada dirinya, yang sudah sepatutnya di syukuri atau pun anugerah yang telah Tuhan berikan lewat kelebihan-kelebihan yang Ia terima. Tulisan ini adalah sebuah upaya mensyukuri anugerah Tuhan yang di miliki Indonesia, meski pun tidak se-detail yang pembaca inginkan. Tapi mudah-mudahan bermanfaat. Penulis ingin mengajak generasi muda memberikan sumbangsih kepada bangsa Indonesia. Toh! Pada nantinya generasi mudalah yang akan meneruskan perjuangan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Masis Priyanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Banyak hal telah terjadi di negri ini.. Dengan orang-orang yang berbeda pikir dan keyakinannya. Kebanggaan pada setiap sisi Indonesia.. adalah sesuatu yang niscaya. Semoga tak membuat kita buta.. bahwa negara manapun.. selalu ada sisi-sisi.. yang mesti diperbaiki. Semoga.. Harapan masih ada... Karena selalu ada harapan. (ADMIN)&lt;/big&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-2809075403660932583?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/2809075403660932583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/04/bangga-indonesia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/2809075403660932583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/2809075403660932583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/04/bangga-indonesia.html' title='Bangga Indonesia'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S7vFrkwKNgI/AAAAAAAAADU/wzenezep_2I/s72-c/indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-2621619963399545510</id><published>2010-03-27T05:46:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T05:58:06.379-07:00</updated><title type='text'>Karena Saya Adalah Muslimah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S63_iye5PZI/AAAAAAAAADM/XW3a-6tb2Gw/s1600/hijab.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 114px; height: 123px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S63_iye5PZI/AAAAAAAAADM/XW3a-6tb2Gw/s400/hijab.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453295696947527058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilah setelah mendapatkan hidayah dan berkerudung. Sekarang mulai hijrah membuka lembaran baru. Ada sebagian teman-teman saya yang bertanya seputar dandanan saya yang sekarang. Jauh berbeda dari keaadaan dulu. Mereka yang berkesempatan pun bertanya, "Kok,sekarang beda,duh tambah alim?" Ada juga yang sempat bertanya, "Kenapa?"."Kenapa milih berkerudung"? Jawabannya adalah… &lt;b&gt;"KARENA SAYA ADALAH MUSLIMAH"&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;blockquote&gt;Masih ingat pengalaman saya ketika SMP kelas 2. Saya yang lupa tidak membawa topi waktu upacara.mendapat hukuman dari kepala sekolah. Karena TAK BERSERAGAM LENGKAP.kepala sekolah meMARAHi kami, sebagai hukuman semua anak2 yang tidak membawa topi disuruh menghadap ke timur.dengan teriknya sinar matahari. Berharap agar kesalahan tidak terulang lagi.&lt;/blockquote&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan ini muncul dan timbul dalam benak saya. Bagaimanakah jika yang tak BERSERAGAM LENGKAP itu adalah seorang muslimah.yang tak mengenakan topinya (kerudungnya). &lt;b&gt;MARAH kah Tuhan kepada muslimah itu?&lt;/b&gt; Mungkin dalam masa sekarang kita belum bisa merasakanya.karena kita belum berhadapan dengan yang namanya kematian. Tapi.,cobalah sebelum terlambat kita sadari.apa yang terjadi di sekitar kita hari ini. Bukankah itu juga hasil dari kelakuan kita. Karena penebangan liar terjadilah tanah longsor dan bencana alam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali tentang kerudung. Sekarang di sekitar kita banyak tindakan yang menyalahi aturan. Asusila, kecelakaan, hamil di luar nikah banyak terjadi. Akibatnya ada yang sampai menggugurkan janin sendiri. Bukankah ini juga atas kesalahan kaum Hawa sendiri yg tak mau menutup auratnya. Sering kita jumpai pula pasangan muda mudi yang tidak hanya bergenggaman tangan.malahan ada sebagian mereka yg berani bercumbu mesra di tempat umum.belum ada jalinan khalal.mirisnya seorang muslimah yg sudah berkerudungpun melakukan hal tersebut. Jadi… &lt;b&gt;BERKERUDUNG TIDAK SEKEDAR MENUTUP AURAT.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya diingatkan malah dibilang sok tebel iman dan kampungan. Bukankah inilah ajaran islam yg benar. Mereka menyangkal. Yang penting kan gak sampai hamil di luar nikah. Trus bgaimana dngan kenyataan yg ada?&lt;br /&gt;inikah negara Indonesia yang katanya "Negara Timur" Kenapa bercermin dngan negara barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lihat link ini semoga bermanfaat:&lt;br /&gt;asyrafdinie.blogspot.com&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"La taqrabu zina..jangan dekati zina!&lt;br /&gt;kita baca Al-Qur'an kan? Sedikit...,kurang atau jarang baca...? Mari sekejap melihat surat An-Nur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"KATAKANLAH KEPADA WANITA YANG BERIMAN"HENDAKLAH MEREREKA MENAHAN PANDANGANNYA DAN MEMELIHARA KEMALUANNYA DAN JANGANLAH MEREKA MENAMPAKKAN PERHIASANNYA,KECUALI YANG (BIASA)NAMPAK DARIPADANYA.DAN HENDAKLAH MEREKA MENUTUPKAN KAIN KUDUNG ITU KE DADANYA,DAN JANGANLAH MENAMPAKKAN PERHIASANNYA KECUALI KEPADA SUAMI MEREKA ATAU AYAH MEREKA ATAU AYAH SUAMI MEREKA ATAU PUTERA2 MEREKA ATAU PUTERA2 SUAMI MEREKA ATAU SAUDARA2 LELAKI MEREKA ATAU PUTRA2 SAUDARA LELALI MEREKA ATAU PUTERA2 SAUDARA PEREMPUAN MEREKA ATAU WANITA2 ISLAM,ATAU BUDAK2 YG MEREKA MILIKI,ATAU PELAYAN2 LELAKI YG TDK MEMILIKI KEINGINAN TERHADAP WANIA ATAU ANAK2 YG BLM MENGERTI TTG AURAT WANITA.DAN JANGANLAH MEREKA MEMUKULKAN KAKINYA AGAR DI KETAHUI PERHIASAN YG MEREKA SEMBUNYIKAN.DAN BERTAUBATLAH KAMU SEKALIAN KEPADA ALLAH S.W.T,HAI ORANG2 YG BERIMAN SUPAYA KAMU BERUNTUNG."(An-Nur:24-31)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perasaan tak, &lt;i&gt;"MENUTUPKAN KAIN KUDUNG ITU KE DADANYA..".&lt;/i&gt; Kalau sekali baca, kita faham maksudnya ialah berkerudung sampai tertutup dada kan? Kalau tak pake kudung itu bagaimana ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu merasa lagi tidak… &lt;i&gt;"MENAHAN PANDANGAN DAN MEMELIHARA KEMALUANNYA DAN JANGAN MENAMPAKKAN PERHISANNYA KECUALI...".&lt;/i&gt; Al-Qur'an menyuruh seperti ini,tapi dalam masyarakat, Bagaimana saya... apa yang mereka lakukan...? Apa yang kita lakukan? Apa yang artis lakukan? Apa yang orang baik lakukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;blockquote&gt;Mengapa umat Islam lain dari apa yang Al-Qur'an suruh? Mengapa umat Islam macam ini? Tidak marahkah Allah jika perintah Nya tidak di pedulikna? Tak adakah balasan bagi orang yang melawan? &lt;/blockquote&gt; &lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada saudariku seiman yang belum berkerudung baca tulisan ini, jangan marah ya. Lebih baik cepat-cepat berkerudung jika belum. Sebab kalau esok-esok, kemudian didahului mati bisakah minta Allah kembalikan ke dunia lagi baru hendak pakai kerudung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya juga baca di sebuah majalah. Ada saudari kita yang sadar dan mau berkerudung setelah berita Tsunami Aceh. Semoga bisa menjadi bahan renungan sebelum kita terlambat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chusni Sari Nihayati (Melanie Ceria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-2621619963399545510?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/2621619963399545510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/03/karena-saya-adalah-muslimah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/2621619963399545510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/2621619963399545510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/03/karena-saya-adalah-muslimah.html' title='Karena Saya Adalah Muslimah'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S63_iye5PZI/AAAAAAAAADM/XW3a-6tb2Gw/s72-c/hijab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-3362441239083535081</id><published>2010-03-26T05:48:00.000-07:00</published><updated>2010-03-26T05:52:47.792-07:00</updated><title type='text'>Aku Menulis Maka Aku... ADA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S6yt7wslr4I/AAAAAAAAADE/MMrAGD9sRqY/s1600/Penulis+ADA.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S6yt7wslr4I/AAAAAAAAADE/MMrAGD9sRqY/s320/Penulis+ADA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452924491034636162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tradisi Menulis Orang Besar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Aku tidak ingin membuat buku, Aku hanya ingin melahirkan penulis buku.”&lt;/i&gt; Sebuah ungkapan bijak ini pernah terlontar dari seorang ulama. Dunia mengenal namanya sebagai Hasan Al Banna. Seorang mujahid luar biasa, pemimpin pergerakan Ikhwanul Muslimin. Sebuah organisasi dakwah dan politik yang tersebar hampir di 70 negara. Di bawah asuhan beliau, bukan hanya melahirkan para generasi mujahid. Tapi juga menghasilkan buah karya besar yang bisa dinikmati kaum muslimin hari ini. &lt;br /&gt;Benar beliau tidak menulis buku. Tapi para pengikutnya terus menyebarkan gagasan dan menulis buku. &lt;b&gt;” Risalah Pergerakan”&lt;/b&gt; muncul sebagai salah peninggalan emas Ustadz Hasan Al Banna. Kumpulan tulisan yang berhasil memotivasi orang menulis dan menanamkan semangat mengamalkan nilai Islami. Sebuah inspirasi bagi penerus beliau untuk memperjuangan Islam dengan pena. Tak heran kalimat di dalamnya berhasil menggerakkan hati para pengikutnya. Mereka berjuang, bergerak dan banyak mewarisi pemikiran Hasan Al Banna .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dia tidak meninggalkan warisan harta. Tapi lebih tinggi dari itu, beliau mewariskan buah pemikiran yang abadi. Penanya tidak mengering dan terus membasahi alam pikiran generasi sesudahnya. Gelora semangatnya membantu murid – muridnya melahirkan karya baru. Terbitlah &lt;b&gt;”Halal dan Haram”&lt;/b&gt; karya Yusuf Qaradhawi. Sebuah buku garis pemisah perintah dan larangan Allah. Tak menulis buku, tapi melahirkan penulis buku. Itulah prinsip Hasan Al Banna. Pada masa sekarang tradisi itu diteruskan Anis Matta. Seorang politisi DPR/MPR yang tidak berhenti memotivasi orang lain dengan gagasan besarnya. Tak ada sebuah tulisan yang dibuatnya khusus menjadi buku. Tapi begitu banyak buah pena beliau di berbagai majalah yang menjadi buku. Subhaanallah, begitulah cara para penulis besar membagi gagasannya dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menulis Untuk Melawan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana orang mengenal Imam Hanafi, Malik, Hambali, Syafi’i?. Jika pertanyaan itu diajukan kepada Anda, berbagai jawaban akan lahir. Tapi ada suatu jawaban pendek : mereka ada karena mereka menulis. Setiap karya fiqih mereka dibukukan dan dicetak ulang. Manusia zaman sekarang tak bertemu mereka, tapi bisa melihat dan membaca gagasan para imam tersebut. Bayangkan jika tak dituliskan, mungkin kita tidak akan bisa merasakan pemikiran fiqih para ulama itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Pena menggerakkan hati para ulama. Tak hentinya produktivitas menulis ditumbuhkan. Beragam ilmu terus digali. Demi satu tujuan bagaimana mencerdaskan umat. Setiap masalah dibahas bahkan sampai hal terperinci. Ketika terdapat suatu kesalahan pada sebuah buku, tak sungkan saran para ulama faqih lain dipertimbangkan. Sebuah koreksi diterima dengan lapang hati. Mereka sadar, menulis adalah pelestarian sarana dakwah.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menulis sendiri menuai banyak manfaat. Dengan menulis manusia dibiasakan membaca alam dan buku. Fenomena alam dan sosial diceritakan melalui bahasa verbal. Makin banyak menulis, kepekaan sosial semakin terlatih. Menulis juga membudayakan kebiasaan berpikir. Sebab penulis terbiasakan membaca buku, berpikir kemudian menuangkan gagasan dalam alam pikiran.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian penulis Islam, menulis adalah alat perlawanan. Lihat bagaimana Herry Nurdi menulis, tulisannya mampu menumbuhkan semangat melawan Israel. Setiap gejala sosial penindasan menciptakan inspirasi berbagi sesama muslim lainnya. Tragedi Pattani menggugah kesadaran beliau menulis ada penindasan besar melanda muslim Pattani. Kesadaran hampir sama terdapat pada sosok Cahyadi Takariawan. Ustadz dari Yogya berusaha membendung peradaban Yunani. Beliau kemudian membuat buku &lt;b&gt;”Dialog Peradaban”&lt;/b&gt;. Sebuah refleksi atas kegagalan budaya Barat dan Yunani membendung arus besar pemikiran dan peradaban Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip menulis adalah alat perlawanan juga menggerakkan hati Najib Kailani. Sastrawan dan sejarawan asal Mesir yang produktif menulis. Berbagai kisah sejarah berhasil diramu ringan dalam bentuk novel. &lt;b&gt;”Bayang – Bayang Hitam”&lt;/b&gt;, sebuah novel sejarah yang melukiskan kisah perjuangan Kaisar Iyasu di Ethiopia. Beliau berjuang menegakkan prinsip hidup seorang muslim dalam lingkungan Kristen. Sejarah keindahan Islam berhasil diluruskan sehingga pembaca tahu bagaimana sejarah Islam yang benar. Tak ketinggalan Ustadz Ferry Nur dalam buku &lt;b&gt;”Palestina, Pertanyaan Berjawab”&lt;/b&gt;. Dikisahkan bagaimana sejarah peran Palestina sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Tak ketinggalan berbagai macam alasan fundamental mengapa Palestina harus merdeka. Setiap tulisan bertabur semangat perlawanan terhadap keangkuhan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seorang Muslim Harus Menulis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ada sebuah penelitian menarik dari James Pennebaker, profesor psikolog di Southern Methodist University. Menurut Pennebaker, menulis perasaan akan menimbulkan pengaruh positif bagi kesehatan dan kekebalan tubuh. Orang yang terbisa menulis buku harian teruji dan terbukti kekebalan tubuhnya dibandingkan orang yang tidak memiliki buku harian (menulis).&lt;/blockquote&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis di mana saja dan kapan saja. Jika anda melihat timbul aliran sesat, buat tulisan dan kirim opini ke media massa. Tradisi ini dikembangkan Ustadz Rahmat Abdullah. Sekedar contoh lain, jika anda tidak setuju masalah terorisme. Buatlah sebuah tulisan di mading kampus, facebook dan blog pribadi anda atau organisasi. Tulisan berpotensi mempengaruhi publik dan menggalang opini masyarakat. Selama penulis yang mengabarkan kebenaran (al haq) terus mengeksistensikan dirinya, niscaya tulisan yang menebarkan kebencian terhadap Islam (al batil)akan terus mendapatkan perlawanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Anda, saya dan kita setiap muslim harus menulis.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Menulis dapat menjadi sarana ampuh memperjuangkan kepentingan umat Islam. Saat ini banyak bermunculan buku yang mendiskreditkan kaum muslimin. Berita di televisi tak henti menjelekkan Islam. Konspirasi global berlangsung tiap detik. Para orientalis dan kaum Islam liberal terus meracuni pemikiran umat. Mereka membuat buku untuk mendoktrinkan dan menyebarkan gagasan yang dianut dan diperjuangkan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak selayaknya diam. Apa yang ditulis pena seorang da’i sekecil apapun, akan sangat bermanfaat. Sudah seharusnya kita melawan, berjihad dengan pena. Tegakkan Islam di hatimu, niscaya Islam akan tegak di muka bumi. Tidak ada kata telat, Islam menunggu pena menari di atas kertas. Kau masih muda untuk sekedar mengatakan terlambat. Setiap kata, berganti kalimat dan terbentuk sebuah buku. Buku engkau akan semakin memperkaya khasanah pemikiran dan membuka mata dunia tentang keagungan cita rasa Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terus bergerak mujahid pena, diam berarti mati.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggar Saputra &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temui Inggar di blognya…  http://koizumiyusuke.multiply.com/  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kamis 18 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-3362441239083535081?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/3362441239083535081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/03/aku-menulis-maka-aku-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/3362441239083535081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/3362441239083535081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/03/aku-menulis-maka-aku-ada.html' title='Aku Menulis Maka Aku... ADA'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S6yt7wslr4I/AAAAAAAAADE/MMrAGD9sRqY/s72-c/Penulis+ADA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-2636629787544814832</id><published>2010-03-25T05:07:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T05:13:42.980-07:00</updated><title type='text'>From Hongkong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S6tTPSy9BMI/AAAAAAAAAC8/uPBZ5HCu_P8/s1600/Hongkong.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 195px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S6tTPSy9BMI/AAAAAAAAAC8/uPBZ5HCu_P8/s320/Hongkong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452543296070812866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. Alhamdulillah segala puji bagi Allah S.W.T yang telah mengaruniakanku beberapa orang sahabat yang baik hati&lt;br /&gt;Kupersembahkan teruntuk sahabat-sahabatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;b&gt;Inginku tulis sekelumit cerita tentang kita&lt;br /&gt;Untuk mengenang kalian sahabat-sahabat baikku&lt;br /&gt;Mulai ku merangkai kata&lt;br /&gt;menjadi bait kalimat&lt;br /&gt;Namun, maafkanlah bila hasilnya tak seindah karya ilmiah&lt;br /&gt;Karena aku bukanlah seorang penulis&lt;br /&gt;Tapi aku akan berusaha menulis dng kelembutan dan semangat&lt;br /&gt;Untuk mengabadikan kisah indahnya persahabatan kita&lt;br /&gt;Semoga kalian juga merasakan hangatnya kasih sayang tulus pershbtan ini&lt;br /&gt;Walau kini kalian ada yang telah jauh dari pandang&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.PERJUANGAN INI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hujan tangis yang mengiringi segenap doa2ku&lt;br /&gt;Peluh keringat yang mewarnai perjuanganku&lt;br /&gt;Dengan basmallah ku ayunkan langkahku&lt;br /&gt;Inginku wujudkan cita dan harapanku&lt;br /&gt;Ya Allah berkahilah dan mudahkanlah jalanku&lt;br /&gt;Moga kian terang cahaya lilin kehidupanku di saat aku menempuh pejalanan hidup&lt;br /&gt;Yang semakin jauh&lt;br /&gt;Bawa sebentuk cita menuju harapan&lt;br /&gt;Dalam angan aku berkhayal jadikan mimpi berwujud pasti&lt;br /&gt;Ku tak ingin diam sampai di sini dan berhenti berlari &lt;br /&gt;WELCOME TO HK (MAY 2006)&lt;br /&gt;Bisikku dalam hati&lt;br /&gt;Hempaskan segala kegalauan dalam jiwaku&lt;br /&gt;Ku harus semangat hingga bintang itu berada dalam pelukku&lt;br /&gt;Karena aku tahu ada do'a dari mereka dalam setiap langkahku&lt;br /&gt;Ada cinta dan ketulusan dari orang di sekitarku&lt;br /&gt;Tak boleh ku biarkanlah langkah lelah menyerang&lt;br /&gt;Niat untuk mencari keridzaan-Mu duhai Ar-Rahman...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu sangat indah,gelap namun ceria.Bulan memang tak nampak.malam itu turun hujan. Pertama kalinya aku menapakkan kaki di negara ini.seakan seperti satu menit yang lalu. Aku mendekap erat orang-orang yang ku cinta.seakan tak inginkan perpisahan ini terjadi. Kami bertujuh, aku dan keenam teman-temanku sampai di FEIKEI JIONG.menunggu jemputan dari Agent masing-masing. Sampailah waktunya aku dan seorang temanku harus pergi. Karena jemputan untuk kami telah datang.&lt;br /&gt;Esok harinya bersamaan dengan tenggelamnya sang mentari.hari itulah aku masuk tempat kerjaku dan bertemu seorang  SAHABAT, Mbak Alik namanya. Dialah seorang BMI yang kebetulan bekerja di rumah saudara NGOKE LOPAN.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.SEPUCUK SURAT DARI SHAHABAT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saat larut dalam kesendirian&lt;br /&gt;Terbersit rasa rindu di dalam hati&lt;br /&gt;Yang kemudian datang dan lenyap di alam fikiran&lt;br /&gt;Sahabat-sahabatku yang dulu&lt;br /&gt;Dimanah kalian berada adakah kalian merindukanku&lt;br /&gt;Seperti yang ku rasa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat minggu kira-kira, setelah aku bekerja di rumah majikan aku mendapat sepucuk surat dari mbk Ima. Dialah teman yang puitis yang selama ini ku kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From:Ina&lt;br /&gt;to:Adindaku Chusni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Assalamualaikum&lt;br /&gt;Kertas ini memang biasa di pandang. Tp dng ini sebuah salam rindu kan sampai tempat tujuan.&lt;br /&gt;Tiada kata seindah do'a. Tiada rasa semulia syukur. Mungkin tiada banyak kata yang dapat kutulis. Hanya sekedar rasa rindu untukmu selalu dik. Semoga di sana selalu dalam lindungan Allah S.W.T , tekun beribadah dan rajin bekerja.&lt;br /&gt;Bagaimana kabarmu dik?&lt;br /&gt;Alhamdulillah satu mggu setelah kamu terbang, mbak jua dapat panggilan dan berangkat bersama lima teman kita. Bagaimana majikanmu? Mbak berharap nasib kamu sebaik mbak. Dan semoga waktu libur nanti kita dapat di pertemukan kembali.mbak tunggu surat balasan darimu. Take care by yourself&lt;br /&gt;Wassalam wr.wb&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tersentak ku dari diam&lt;br /&gt;Ku hampir tak percaya dengan keadaan nyata&lt;br /&gt;Ku kira ku kan sendirian di negara asing ini&lt;br /&gt;Alhamdulillah ku ucap Syukur pada Tuhan&lt;br /&gt;saat hati ini di himpit rasa kesendirian&lt;br /&gt;Tuhan berikan aku beberapa sahabat yang begitu perhatian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.SUASANA KOTA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Waktu terus melaju&lt;br /&gt;Detik demi detik mengalir dan haripun berganti&lt;br /&gt;Tak terasa semua banyak berlalu&lt;br /&gt;Kisah dan cerita silih berganti mewarnai perjalanan ini&lt;br /&gt;Hidup akan terus mengalir laksana air&lt;br /&gt;Ku berharap semoga jangan pernah membuat hari-hari mengalir seperti air&lt;br /&gt;Tanpa meninggalkan catatan-catatan berarti dalam lembar kehidupanku ini&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya mbak Sri dari Brebes, perawakannya cukup sederhana. Dan tak ku duga sebelumnya. Dia sudah lama bekerja di sini. Dari dialah ku bisa mendapatkan sebuah kartu telepon untuk menghubungi keluargaku di Indonesia. Setelah kurang lebih dua minggu ku mengenalnya. Hari itu setelah gajianku yang pertama kalinya. Aku meminta bantuannya kembali. Kali ini untuk mendapatkan sebuah mukena.maklum mukenaku dari Indonesia tak ku bawa. Kamipun berjalan menyusuri jalan bersama.mencari Toko Indonesia yang menjual mukena. Ya… aku bagaikan orang asing di negara ini. Dan belum terlalu berpengalaman waktu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peristiwa yang lalu di Taman.aku semakin berkeinginan tuk membeli mukena.Ketika itu aku,majikan, bersama dua orang anaknya yang menjadi tugasku tuk mengasuh mereka. Pergi jalan-jalan ke Taman YL dan melihat tiga orang muslim Pakistan yang sedang mengerjakan shalat ashar berjama'ah di Taman YL. Majikanku bilang ku boleh mengerjakan shalat. Alhamdulillah do'aku sewaktu di PT dikabulkan oleh yang Kuasa. Amien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chusni Sari Nihayati (Melanie Ceria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-2636629787544814832?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/2636629787544814832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/03/from-hongkong.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/2636629787544814832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/2636629787544814832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/03/from-hongkong.html' title='From Hongkong'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S6tTPSy9BMI/AAAAAAAAAC8/uPBZ5HCu_P8/s72-c/Hongkong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-4502021403204479946</id><published>2010-03-17T00:05:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T05:23:42.184-07:00</updated><title type='text'>JIHADKU DAN JIHAD MEREKA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S6CAfa95RWI/AAAAAAAAAC0/OzaTcACfDLk/s1600-h/penaaaaa.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 87px; height: 107px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S6CAfa95RWI/AAAAAAAAAC0/OzaTcACfDLk/s400/penaaaaa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449496826421527906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S6CAWWk__ZI/AAAAAAAAACs/EwUUAYrdJZU/s1600-h/penaaaaa.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“kalau pun aku tidak punya kesempatan  untuk mengangkat senjata..maka izinkan aku untuk mengangkat pena  ini..berjuang menyampaikan kebenaran dan membungkam mereka para penebar  kerusakan..”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang  Menciptakan. Yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan  Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan manusia dengan  perantaraan kalam........"(QS. Al Alaq: 1-4)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku  tidak bisa seperti mereka disana.&lt;br /&gt;Mengangkat senjata..berlari..dan  memburu musuh Allah..&lt;br /&gt;Atau menggenggam batu, kemudian melontarkannya  ke arah zionis laknatullah sebagaimana saudara-saudaraku di Palestina.  Negeri para syuhada…&lt;br /&gt;Disini, di tempatku berpijak. aku hanya bisa  berteriak…”bebaskan..bebaskan…bebaskan…!!”Mengacungkan tanganku ke  langit sambil melaknat zionis,,atau beberapa rupiah yang kukirimkan untuk  saudaraku disana sebagai bentuk cintaku untuk mereka. Dan pada  akhirnya, kutengadahkan tanganku ke atas langit memohon pertolongan  dari-Nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun punya moto hidup seperti kalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;”Isykariman  aumut syahidah, hidup mulia atau mati syahid...”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja,  mungkin kau lebih dekat dengan tujuan mulia itu. Syahid bisa saja kau  dapatkan setiap saat ( jika Allah menghendaki ), karena disana terhampar  luas medan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah bermimpi berada disana. Berlari  bersama kalian, menggengganm batu-batu intifadah, dan menjaga kiblat  pertama kaum Muslimin ( Masjid Al-aqso ) dari para musuh-musuh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan,  betapa syurga sangat dekat disana. Aroma-aroma syurga terpancar dari  darah para mujahid yang telah syahid. Aku ingin seperti kalian.  Menyerahkan jiwa dan raga ini untuk Islam...menjaga kehormatan kaum  Muslimin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku sadar, ternyata aku tidak disana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  berada jauh dari saudara-saudaraku di Palestina. Hanya melalui media  aku bisa tahu bagaimana keadaan kalian disana. Hari-hari kalian yang  penuh dengan penderitaan, rumah-rumah kalian yang selalu hancur  diratakan oleh buldoser mereka !! dan dunia yang semakin tidak adil  melihat permasalahan kalian. Bahkan mereka menutup mata atas apa yang  telah terjadi di negeri kalian. Mereka yang katanya lebih paham tentang  kemanusiaan, mereka yang katanya lebih beradab....tapi hanya diam  melihat kebiadaban disana..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dunia menutup mata  terhadap kalian, tapi mataku akan selalu terbuka buat kalian. Terutama  mata hatiku. Palestina akan selalu punya tempat tersendiri di  hatiku,,”jauh di mata dekat dihati..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Untukmu jiwa-jiwa kami&lt;br /&gt;  Untukmu darah kami&lt;br /&gt; Untukmu jiwa dan darah kami&lt;br /&gt; Wahai  Al-Aqsho tercinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kami akan berjuang&lt;br /&gt; Demi kebangkitan  Islam&lt;br /&gt; Kami rela berkorban&lt;br /&gt; Demi Islam yang mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Untukmu, Palestina tercinta&lt;br /&gt; Kami penuhi panggilanmu&lt;br /&gt;  Untukmu, Al-Aqsho yang mulia&lt;br /&gt; Kami kan terus bersamamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Untukmu, Palestina tercinta&lt;br /&gt; Kami penuhi panggilanmu&lt;br /&gt;  Untukmu, Al-Aqsho yang mulia&lt;br /&gt; Kami kan terus bersamamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  (Palestina Tercinta, Shoutul Harokah)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarkan saat ini  aku menjadi mujahid, namun bukan dengan mengangkat senjata . Tapi  menggenggam pena..inilah senjataku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pena yang akan kujadikan  sebagai alat perjuanganku. Menuliskan pesan-pesan ukhrawi dan  mengobarkan semangat jihad ke seantero negeriku. Mungkin kata jihad di  negriku menjadi sesuatu yang menakutkan. Ini tak lain adalah ulah  pena-pena mereka yang tidak bertanggung jawab, menyebarkan opini yang  menyesatkan. Biar aku bungkam mereka dengan penaku!!&lt;br /&gt;Kan kuhalau  semua pemikiran dan ideologi sesat... hanya ideologi Islam yang  menggerakkan penaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Karena aku adalah Mujahid Pena !!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Nuun,  demi kalam dan apa yang mereka tulis..�(QS. Al Qalam: 1)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya,  aku berlindung dari setiap goresan penaku.&lt;br /&gt;Amat besar kebencian di  sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan." (QS. Ash  Shaff: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Jihad selalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqil El Banna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenali Aqil di blognya... http://aqilelbanna.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-4502021403204479946?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/4502021403204479946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/03/jihadku-dan-jihad-mereka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/4502021403204479946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/4502021403204479946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/03/jihadku-dan-jihad-mereka.html' title='JIHADKU DAN JIHAD MEREKA'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S6CAfa95RWI/AAAAAAAAAC0/OzaTcACfDLk/s72-c/penaaaaa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1679363889950916816.post-5562494857942620221</id><published>2010-03-16T07:24:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T07:27:50.153-07:00</updated><title type='text'>Ideee... Dimanakah Dirimuuu..??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-VQV_yBiI/AAAAAAAAACk/SSX2MaRgvfI/s1600-h/inspirasi.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 124px; height: 93px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-VQV_yBiI/AAAAAAAAACk/SSX2MaRgvfI/s320/inspirasi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449238182156699170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salam para penulis hebat.. semoga banyak orang.. telah membaca idemu..  manfaat bagi mereka.. dan bernilai disisi Tuhan bagimu. Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah  menemukan ide..?? Apakah yang bisa menjadi inspirasi..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari  kita lihat bersama yaa... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****** @ ******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang selalu  diungkapkan oleh seorang yang belum menulis adalah ‘tidak ada ide’ atau  ‘tidak memiliki sumber inspirasi’. Ungkapan yang kurang tepat tampaknya.  Yang benar adalah ‘terlalu banyak sumber inspirasi’ sehingga kita  kesulitan untuk memilih atau fokus pada satu hal yang bisa kita  kembangkan menjadi sebuah tulisan. Alam semesta ini, adalah sumber  inspirasi yang luar biasa kayanya. Di zaman modern saat ini, sampah pun  bisa menjadi sumber inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh sumber inspirasi  yang tak habis untuk terus diungkapkan dalam sebuah tulisan adalah kata  ‘cinta’ dan ‘ibu’. Jika kita mencarinya di toko buku. Maka ada ratusan  buku yang berbicara tentang cinta dan menuliskan banyak hal tentang ibu.  Namun, sebanyak apapun orang menuliskan dari satu sumber inspirasi yang  sama. Mereka tetap menuliskannya dengan cara-cara yang berbeda. Apakah  bahasanya, isinya, cara pandangnya dan lain-lain. Atau jika dicari di  google search, dengan key word ‘ibu’, maka akan ditemukan 22.000.000 hal  mengenai ibu. Sedangkan untuk keyword ‘cinta’, ada 555.000.000 item.  Jika dicari dengan keyword ‘buku berjudul ibu’, ada sekitar 1.170.000  item. Sedangkan key word ‘buku berjudul “cinta”’. Terdapat 1.230.000  item. Dan semuanya terinspirasi baru dari dua hal saja, ‘cinta’ dan  ‘ibu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Doni BU (kontributor portal Detikinet.com) ada  beberapa sumber ide, yang didasarkan pada panca indera kita. Yaitu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  Listen (Mendengar)&lt;br /&gt;Telinga kita mampu mendengar banyak hal yang bisa  menjadi inspirasi menulis. Apakah itu pembicaraan kita dengan orang  lain, suara gemericik air di sungai, suara gabungan ombak dan angin di  pantai dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Touch (Sentuhan)&lt;br /&gt;Dengan menyentuh  sesuatu, dapat juga menimbulkan ide untuk menulis. Karena, seperti  halnya indera yang lain. Dengan sentuhan pun kita bisa mengambil  kesimpulan. Walaupun sifatnya terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Smell (Penciuman)&lt;br /&gt;Indera  penciuman kita mampu menangkap demikian banyak bau. Wangi atau tidak.  Keduanya bisa menghasilkan tulisan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Sight  (Penglihatan)&lt;br /&gt;Pandangan mata kita, adalah sumber ide yang sangat luar  biasa. Dan menjadi sumber ide yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Taste  (pengecap)&lt;br /&gt;Ide untuk sebuah tulisan bisa kita dapatkan dari  pengalaman kita merasakan sesuatu, memakan makanan dan minuman. Saat  kita makan permen misalnya. Maka dengan itu, kita bisa mengembangkannya  menjadi sebuah tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******* @ *******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semesta ini..  adalah buku yang senantiasa terbuka. Tak siapapun akan kehilangan  kesempatan untuk menemukan inspirasi di dalamnya. Kecuali ia bermata..  namun tak melihat. Bertelinga.. tapi tak mendengar. Berhati.. namun tak  merasa..???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******* @ *******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga makin kuat.. katamu..  menembus hati. Semakin tajam,, kalimatmu.. menyentuh jiwa. Dan semakin  dalam kisahmu.. memahat rasa. Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaamu'alaykum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tetap  PENGEN BISA NULIS yaa... ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1679363889950916816-5562494857942620221?l=inspirasi-menulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/feeds/5562494857942620221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/03/ideee-dimanakah-dirimuuu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/5562494857942620221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1679363889950916816/posts/default/5562494857942620221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/03/ideee-dimanakah-dirimuuu.html' title='Ideee... Dimanakah Dirimuuu..??'/><author><name>Grup Penulis FaceBook</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935412913695570778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-SleAuaEI/AAAAAAAAACA/jhA-wj6uaQ4/S220/Tuliskaaaan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PzWVh8K2tb8/S5-VQV_yBiI/AAAAAAAAACk/SSX2MaRgvfI/s72-c/inspirasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
