Perfect Melancholy



Membaca kisah ini… Layaknya sebuah blog psikologi… I LIKE IT

Part 1

Sensitif, Filosofis, puitis, serius, tekun, analitis, mendalam, penuh pikiran, menghargai keindahan,idealis, punya standar yang tinggi dan rinci, tertib dan terorganisir, perlu menyelesaikan apa yang dimulai.hati-hati dalam berteman, sangat memperhatikan orang lain, terharu oleh air mata penuh belas kasihan. mencari teman hidup ideal. Ingin segalanya dilakukan dengan benar, menghindari perhatian, cenderung jenius, berbakat dan kreatif, mengingat yang negatif & pendendam, tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.

* Sanguinis
* Melankolis
* Kholeris
* Phlegmatis


Dan aku termasuk melankolis, tetapi kadang-kadang kita mencoba menjadi satu wujud manusia yang sangatlah lain dengan diri kita seutuh-nya? dan lebih sering berkontradiksi dengan kalimat kontroversial "BE YOUR SELF”.

Sebagai melankolis aku sangat Lonely sekali, seolah-olah aku mempunyai dunia yang terpisah dari manusia lainnya.Terkadang lebih tersentuh lebih cepat dibanding yang lain. Melankolis yang Sempurna mempunyai dorongan dan tekad paling besar dan memegang teguh suatu cita-cita untuk selamanya.

Hmmm... berdasarkan tes yg pernah aku ikuti aku termasuk melankolis, 99% benar, terutama yg Sensitif, puitis, setia, pemikir,pendendam, Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya, perfeksionis, banyak juga. tapi yang introvert tu maksudnya bukan kayak indigo, tapi lebih suka menyelesaikan masalah sendiri (tidak suka curhat, tapi pendengar dan pemerhati yang baek buat yg ingin curhat). Oh ya, saya pernah baca jg klo melankolis tu adalah karakteristik yang sangat pendendam,bahaya juga ya... hehehe....


***** @ *****

Hari ini saya dalam keadaan baik sekali, bahkan sangat baik. Mungkin tidak seperti hari biasanya. Suatu hal yang membuatku baik adalah bisa menemukan kembali percikan semangat yang pernah di tularkan oleh sang MENTOR. Siapa mentorku? kalian semua yang pernah hadir di tiap detik khidupanku.

Saya dulu adalah seorang melankolis sejati.. *sisanya masih kuat pada saat ini*

Ketika masih SMP aku pernah aku berpikir orang-orang di sekitarku hanya sebatas sosialisasiku saja sebagai manusia, mereka tidak mengerti apa yang aku pikir dan renungkan. *maaf deh buat Teman-teman SMPku, walaupun begitu aku mempunyai cukup banyak teman dibangku SMPku mereka menjadikanku sebagai tempat curhat tapi aku tidak pernah menceritakan apapun tentang diriku pada mereka*


Sampai sekarang saya masih terlalu cepat bereaksi *meledak* terhadap sesuatu yang tak beres.. :D

Saya rasa di bangku SD sifat melankolisku sudah sangat nampak.'ogah' berteman dengan orang yang berantakan dan 'jorok'. tanpa segan-segan saya akan memprotes mereka. Bisa jadi di masa kecilku itulah aku merasa sempurna sebagai melankolis sempurna. Aku menginginkan segala sesuatunya terjadwal, teratur tapi bukan berarti aku sangat rapi, cinta kebersihan dll itu tapi aku menginginkan warna buku tertentu, warna pensil, tas bahkan warna sabun. Aku biasa menyusun barangku sendiri dan semuanya berurutan sesuai pikiranku sendiri dan aku sangat tahu bila salah satu benda dikamarku berubah. Aku akan marah bila Ibuku meletakkan bajuku tidak sesuai susunan dalam pikiranku. Seharipun aku tidak pernah terlambat ke sekolah. Guru-guru menyukaiku dan memujiku secara berlebihan. Dan membuatku semakin besar kepala, bisa jadi membuatku merendahkan banyak orang. Mungkin banyak teman-temanku ingin menjauhiku tapi aku tidak peduli toh aku tidak membutuhkan mereka. Buktinya mereka selalu ingin memulai berbicara denganku. Pikirku saat itu. Menjadi sok jadi ketua dan mengatur semua orang yang kuanggap tidak beres di kelas. Aku tidak bermain layaknya anak kecil lainnya. Aku menikmati kesendirianku. Walaupun bagitu aku tidak merasakan kesepian. Aku hanya heran mengapa semua orang bagitu berisik. Aku menyukai berbagai macam keindahan bahkan yang dianggap orang tidak mernarik menurutku malah sangat indah. Aku menikmati seni lebih dari yang orang pikirkan.



Sejak kecil aku berbakat dalam melukis. Sepulang sekolah aku tidak akan berhenti melukis. Aku akan marah pada siapapun yang mengusikku. Tempat favoritku saat melukis adalah di bawah pohon Manggis milik nenekku dan bersebelahan dengan pemakaman keluarga kami. Sebenarnya lukisanku tidak istimewa mungkin sama saja dengan lukisan anak-anak lainnya. Tapi aku menikmati tahapan sampai lukisanku selesai dan aku merasai lukisanku berlebihan menurut orang lain. Aku menolak kepercayaan guruku untuk mengikutsertakanku mengikuti lomba melukis tingkat SD. Seorang melankolis sempurna menetapkan Standar tinggi terhadap sesuatu, dan menurutku lomba gambar tingkat SD bukan sesuatu yang menarik. Juara kelas di antara bocah-bocah SD kumal itu juga bukan hal yang pantas dibanggakan. *ketika menulis ini aku menertawakan diriku sendiri* Suatu hari aku berhasil melukis "SETAN" disebelah pohon manggis. Ayahku sungguh perhatian terhadapku dia memuji semua lukisanku bahkan dia membanggakan rambutku pada saudara-saudara lainnya *xixixi...*. Jadi walaupun lukisanku jelek dia tetap memujiku dan memberikan saran untukku. Ketika dia melihat lukisan "SETAN" itu aku mejelaskannya dengan sangat santai, tetapi raut mukanya sangat terkejut. Aku tidak tahu apa-apa lantas semua keluargaku nenekku, pamanku, sepupuku semuanya menatapku aneh. Keluargaku yang 'Agamis' memanggil ustadz Mendo'akanku macam-macam. keesokan harinya pohon manggis itu telah tumbang.Di kemudian hari aku tahu Ayahkulah yang menebang pohon itu malam-malam ketika aku tertidur *T.T*. Aku menangis berhari-hari. Ini pertama kalinya aku berontak pada kehidupan.


Orang melankolis adalah orang yang sangat care terhadap orang lain. Titik paling Ekstrim yang ku lakukan di bangku SD adalah ketika sepupu laki-lakiku bertengkar dengan teman sekelasnya.Waktu itu aku duduk di kelas 4 SD akan kenaikan kelas 5 dan sepupuku kelas 6 SD. Saya sedih melihat sepupuku diledek teman-temannya, sepupuku ditantang berkelahi oleh musuh-musuhnya di kelas itu, tapi sepupuku menolak. Aku melihat ketidakberdayaan sepupuku. Apa yang kulakukan?? MENANTANG BALIK MEREKA *duh..* awalnya mereka menolak tapi aku punya bakat terpendam dalam mengatai orang sepedas-pedasnya. Akhirnya emosi mereka tersulut dan menerima tantangangku. Sulit dibayangkan Makhluk manis sepertiku adu OTOT dengan para bocah-bocah begundal itu. Kalahkah aku? TIDAK, aku begitu kuat saat itu. Aku berhasil membuat salah satu hidung dari mereka berdarah-darah dan hampir mematahkan salah satu tangan mereka. Tidak percaya? terserah. Tapi tentu saja dengan sedikit akal licik. Itu tindak kekerasan pertama yang kulakukan *semoga yang terakhir* keluargaku menyebutnya 'tindak kriminal' karena malu Ayahku memindahkan sekolahku sekalian kami juga pindah rumah. Tapi aku begitu bangga telah bertindak benar *lho??* sampai saat ini sepupuku itu begitu menyayangiku dan mungkin akan mengingatku seumur hidupnya. Lalu bocah preman itu *sekarang sudah menikah* mungkin juga akan mengingatku seumur hidupnya tapi katanya aku adalah orang pertama yang bisa mengalahkannya disekolah dan tentu saja mengubah kehidupan SMPnya sampai sekarang.
*kalau begitu seharusnya saya menantang semua preman yang ada dimuka bumi ini hohoho...*


Beberapa situs membahas kepribadian. menyebutkan tentang perfect melancholy:
Walaupun kreatifitasnya pun sangat tinggi. Tipe orang-orang yang sensitif dan romantis masuk dalam kategori ini. Kelemahannya, ia cenderung negatif, pendendam, skeptik, tidak mudah mempercayai orang lain, moody, depresif dan menyendiri.

. Mereka bakat menjadi seniman, peneliti dan ilmuwan.
http://www.mig33salatiga.org/forum/viewtopic.php?f=47&t=11930


Wah..wah...orang Melankolis nih dikenal sebagai orang yang sangat dalam saat berpikir.Meski standar yang direncanakan tuh tinggi, tipe ini mampu meraihnya dengan gigih dan cermat. Kebanyakan orang-orang Melankolis sejati, menyukai hal-hal yang berbau diagram, grafik, bagan dan rentetan daftar-daftar yang memerlukan analisa tingkat tinggi. Orang-orang semacam ini, bisa jadi ilmuwan
www.tmore-online.com/tmore/content/rubric/37/144
dll.

Tapi sebenarnya inilah pribadi yang mampu mengubah dunia. Tak terhitung berapa ilmuwan yang memiliki kperibadian perfect melancholy ini. Kebanyakan seniman bertipe keperibadian ini. Kemudian, AKU.
kehidupan setelah masa anak-anak membentukku menjadi pribadi yang berbeda. Walaupun sifat dasarku tidak berubah, tapi Melancholic juga mempunyai sifat Mengorbankan keinginan sendiri untuk yang lain,

Indigo

Indigo adalah anak yang menunjukkan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa, serta menunjukkan sebuah pola perilaku yang pada umumnya tidak didokumentasikan sebelumnya. Kemungkinan besar berarti menciptakan ketidakseimbangan dan frustasi dalam benak dari kehidupan baru yang berharga ini.Juga disebut “Children of the Sun” oleh para ahli dari Amerika Atau disebut juga sebagai “Millennium Children”.

Beberapa ciri-ciri anak indigo:

1.Lebih dewasa dari anak-anak lainnya.
2.Mengerti jika dirinya layak untuk berada di dunia
3.Frustasi dengan sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif.
4.Sebagian besar adalah orang yg menimbulkan rasa tidak nyaman.
5.Punya empati yang kuat terhadap sesama, atau tidak punya empati sama sekali.
dll

Ciri-ciri indigo dewasa:

1.Mereka pintar walaupun tidak selalu berada di tingkatan paling atas.
2.Punya hasrat yang membara untuk merubah dunia, tapi kesulitan menemukan jalurnya.
3.Frustasi dengan budaya tradisional.
4.Punya masalah dengan amarah.
5.Muak dengan sesuatu yang berulang-ulang.
dll

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10142

Aku tidak terima keluarga besarku menyebutku Indigo hanya karena pohon manggis itu. Aku sama sekali tidak mempercayai hantu dan setan yang kulukis itu sama sekali bukan teman bermainku *Lol*. Kalaupun ada yang mendapatiku berbicara sendiri, huff... bukankah anak-anak memang sering berbicara sendiri sama seperti anak kecil yang bicara dengan bonekanya, tapi waktu itu aku berbicara dengan imajiku. Bukan karena aku tidak ada yang mau berteman denganku, tapi aku benci tingkah anak-anak itu. Dan itu hakku kan?
Weh,,weh,, setelah membaca buku tentang ciri-ciri anak Indigo, bisa dibilang mereka tidak salah. *huh,,,*

Sejak pindah ke Pagaralam ada yang berubah dari prilakuku. Aku berontak pada hidup. Aku hanya berusaha berkreativitas dengan lukisanku tapi disebut Indigo oleh semua orang. Sejak pohon manggis itu tumbang maka tumbang juga keinginanku untuk melukis. Sejak aku pindah sekolah di kelas V, aku benar-benar tidak menginginkan sekolah lagi. Di sekolah baruku aku tidak mengalami kesulitan yang berarti hanya saja aku tidak menemukan tempat khusus untuk berbincang-bincang bersama Imaji. Helin, Pajrin, Intan, Ayu, Debbi mereka mamasukanku dalam daftar 6 sahaba.t Tentu saja aku tidak mengerti kenapa aku bisa masuk dalam daftar cewek-cewek populer di sekolah *??* dan aku juga tidak mengerti tiba-tiba ditunjuk jadi tim lomba Voli sekota pagaralam, padahal aku sama sekali tidak bisa mengendalikan bola mencapai Net. Aku sama sekali tidak menginginkannya. Terlalu menjadi pusat perhatian? Aku membenci itu. Tapi, mereka semua sangat baik untuk ku benci seketika. Walaupun aku benci sekolah tapi prestasiku tidak terlalu buruk di sekolah itu. Ya ya tidak sebaik dulu. Awalnya aku tidak pernah menganggap penting persahabatan kami ber-6. Mereka hanya senjataku untuk bisa diterima dilingkungan sekolah *mereka tidak tahu ini*. Mereka anak-anak luar biasa *soalnya aku menyebut diriku biasa*. Karena mereka, pertama kalinya ada teman sekolahku mampir ke rumah. Mereka bermain Barbie di rumahku hampir setiap hari *sangat tidak menarik* aku memperhatikan anak-anak ajaib ini bermain barbie. Aku memilih bagian membuat baju Barbie, aku mendesain baju. Kata Ayu aku berbakat menjadi Designer. Sejak itulah kalau ditanya cita-cita oleh guru aku akan menjawab Designer. Di sekolah sebelumnya aku pernah ditertawai ketika ditanyai cita-cita maka aku akan menjawab mengelilingi dunia dengan menggunakan sayap sendiri, Menjelajahi dasar samudera dan luar angkasa Dan tentu saja mengubah dunia itu impianku sekaligus menjadi cita-citaku dan aku masih punya ratusan Impian lagi yang kutulis dalam sebuah jurnal harianku. Aku sangat tertekan menjawab 'DESIGNER'. Dikemudian hari aku menyadari ke lima sahabatku itu adalah mentorku yang luar biasa. Mereka bersedia meminjamkan penanya ketika penaku hilang. Mereka tidak pernah marah padaku ketika aku bertingkah menyebalkan. Mereka menghargai semua pemikiran orang lain. *aku berbeda*

Entahlah ini ada hubunganya dengan melankolis sempurna atau tidak. Sejak kecil kira-kira umur 4 tahun. Aku telah membuat keputusan menyukai sabun mandi berwarna putih *Poeng!!!*. hahaha... pokoknya sperti itulah. Ini pertama kalinya aku menceritakan kebiasaanku ini. Tapi, sumpah aku tidak akan memakai sabun mandi dengan warna lain walaupun terlihat aneh tapi Ibuku menuruti itu. Bisa dibayangkan demi mengurusku ibu mengalami sedikit kesulitan hanya untuk membeli sabun mandi. Kalau bermalam di rumah saudara lainnya, Ibuku harus membawa sabun mandi yag saharusnya tidak perlu dibawa. Sekarang aku tidak keberatan lagi memakai sabun mandi dengan warna apapun bila berada dirumah orang lain. Aku belajar mengendalikan kebiasaanku yang aku tidak tau berawal darimana. Tapi, sampai sekarang kalau dirumah aku menggunakan sabun mandi secara terpisah dari anggota keluargaku lainnya. Pernah aku merasakan perasaan tidak diterima dikeluarga sendiri, tetapi menyaksikan mereka tidak keberatan memakai sabun mandiku. Hanya aku yang menolak warna sabun mereka dan hanya aku yang menyebut sabun mandi dirumah dengan sebutan Sabun mandiku

Aku mengatur semua barang dikamarku menurut struktur imajinatif yang kubayangkan. Aku tahu persis bila ada barang yang tidak sesuai dengan tempatnya dikamarku, Jika ada orang yang merasa susunan barang di kamarku tidak tepat maka dia mencoba memperbaikinya, maaf sekali aku akan memarahinya habis-habisan. Menurutku sikap seperti itu sama saja dengan mengkritikku dan aku tidak suka dikritik.



Posesif

Posesif adalah orang menguasai orang lain. mengapa aku bisa jadi posesif? tentu saja karena sifat dasarku adalah melankolis sempurna. Jadi sebenarnya banyak orang yang tidak kuanggap penting dalam hidupku. Tapi ketika aku merasa mereka penting maka timbulah rasa posesifku. Kira-kira posesif itu seperti batas wilayah. Setiap orang mempunyai wilayahnya sendiri. Tapi, orang-orang posesif beranggapan bahwa hanya dirinyalah yang mempunyai batas wilayah. Aku akan marah bila orang mencampuri urusanku apalagi mencoba mengubah keputusanku menjadi sebaliknya. Kemudian masalah batas, aku merasa tidak memiliki batas dalam kehidupan orang lain, sesuka hati aku memasuki wilayah mereka dan meminta mereka melakukan apa yang kukehendaki, tanpa merasa bersalah.Aku tidak tahu apa-apa tentang apapun yang pernah mereka katakan padaku tapi aku selalu mendapati mereka ingin melarikan diri. Kadang-kadang semua itu membuatku kebingungan sendiri.

Sebenarnya perlu waktu lama untuk bisa menilaiku sebagai orang yang posesif sobat SMAku (Sri) yang menilaiku posesif dan berujung dia ikut-ikutan posesif terhadapku. Tapi, aku bukan sahabat yang buruk juga baginya buktinya selama di SMA kami duduk satu meja 3 tahun, beberapa orang iri melihat betapa akrabnya kami, bahkan Deswan menyebut kami Lesbi *S*****... arrrggghhhh* terima kasih untuk sri yang sudah bersedia menjadi sahabatku :).

Orang kedua yang menilaiku posesif (tidak perlu kusebutkan namanya). Dia sekaligus menjadi orang pertama yang berani-beraninya mengusik duniaku. Dia meneror pikiranku tiap detik. Mengendap-endap memasuki wilayah kehidupanku kemudian menyatakan keinginannya bisa hidup di dunia yang sama denganku. Cukup lama aku membiarkannya berkeliaran di duniaku, tetapi semakin lama dia semakin berisik untuk tinggal di duniaku yang begitu hening. Dia juga punya pemikiran yang dangkal, berbeda dengan para Melancholic yang mendalam. Apalagi dia mulai mencoba mengubah duniaku dengan dalih memperbaiki*memperbaiki? maksudnya ada yang salah dengan duniaku gt?* . Tidak. tidak ada yaang salah dengan duniaku, yang salah adalah kenapa semua orang tidak sama denganku. :(


Orang ketiga yang menilaiku posesif adalah sobatku di facebook Canniball(bkn nm sbnarnya hihi...). Dalam waktu singkat bahkan belum pernah bertemu *entah asal bicara atau serius* dia seenaknya menempelkan kata posesif dikeningku *huh...* bahkan dia menjelaskan arti kata posesif dengan sempurna menurutku. Dikemudian hari aku tahu dia juga Perfect Melancholy dan dia juga posesif *bahkan lebih parah dariku*.
hmmmm.... sudah lama aku ingin menemukan orang yang sama sepertiku. Kami bersahabat. Sama seperti persahabatan pada umumnya. Kami meributkan hal-hal yang sepele. Kami Melankolis bisa menyukai sesuatu secara berlebihan dan membenci sesuatu secara berlebihan. Aku dan Cannibal juga punya kesukaan yang sama. Ada juga kesukaanku yang tidak disukainya dan sebaliknya, kemudian kami akan meributkannya setiap hari. Aku pikir melankolis laki-laki dan perempuan berbeda ternyata tidak juga. Cannibal memahami drama sorry.. I love u, A love to kill dll secara berlebihan bahkan mungkin lebih paham dari penulisnya. Kami para melankolis mampu menangis berulang-ulang hanya karena drama itu. Beberapa kali kami mengalami kejadian penting secara bersamaan *entah itu kebetulan atau apa*. Walaupun kami tidak saling menyapa lagi, Cannibal adalah mentorku juga sama seperti kalian.

Sifat Melancholic dan mentor-mentor terbaik

Sesungguhnya semua orang yang ada dalam tiap detik kehidupanku adalah mentorku. Tapi memang ada yang lebih spesial dari yag lainnya. Mentor terbaikku adalah Ibuku. Kdrama, Jdrama, Mdrama, film2 inspiratif, novel, buku-buku lainnya adalah mentorku. Orang-orang yang melewatkan waktu bersamaku adalah mentorku. Semuanya menjadi inspirasi terbaikku, bahkan mungkin sebagian menuntutku. Semua itu membuat sifat melankolisku telah terjadi kombinasi. kombinasi lain yang tidak alami. Jadi, perfect Melancholy itu mungkin tidak 99% lagi.

(By Zalika Azura Zilkha)

5 Response to "Perfect Melancholy"

yeza mengatakan...

nice,,,, menginspirasi

BenZ mengatakan...

some criterias refers to me.....
I like this post,,,,, and I'll wait for the next....

Grup Penulis FaceBook mengatakan...

Benz> Ok.. thanks a lot.. :)

Yeza> Yup.. like this too.. Zalika punya talenta yg luar biasa.. :) Makasih..

t_yudistira mengatakan...

INSPIRATIF MENAMBAH PENGETAHUAN......

WALUPUN MEREKA PUNYA DUNIA YG BERBEDA........

Sarah Wanda mengatakan...

Ah tak kusangka di belahan lain di bumi ini rupanya ada seseorang yang seperti diriku. Bahkan kisah-kisahmu di masa lalu, tak ubahnya dengan diriku. Walau memang tak sepenuhnya Sama. Sama halnya denganmu, aku sangat teliti dan cermat terhadap apapun yang berkaitan dengan diriku. aku sangat menjunjung tinggi kesempurnaan menurut standardku hingga tak jarang orang menyebutku anak yang ambisius. Aku juga menyukai Segala sesuatu yang terjadwal dan berurutan Sesuai dengan apa yang ada dibenakku. Dan aku akan merasa sangat sakit hati jika ada seseorang yang mengusik bahkan memberantakkan apa yang sudah kususun rapi. Contohnya saja, Aku sangat tidak nyaman menerima keberadaan orang lain di kamarku, karena aku membenci kamar yang menjadi berantakan oleh 'tamu'ku tadi. Aha! Aku bukan tuan rumah yang baik memang :3
Aku juga penikmat keindahan, tak jauh berbeda denganmu, aku sangat menikmati keindahan dan seni melebihi orang orang pada umumnya. Aku sangat menyukai ketenangan, kesendirian, dan tenggelam dalam buaian kata maupun goresan kuas di atas kanvas yang kucipta melalui imajinasiku sendiri.
Dulu aku tak pernah menyadari bahwa diriku adalah seorang melankolis sempurna. dan banyak pula orang orang yang tak memahami karakterku yang menurut mereka unik, rumit, dan membingungkan ini. Yang mereka lontarkan padaku bahwasannya aku ini anak yang keras kepala, yang kemudian karena saking seringnya ku dijejali oleh label tersebut, membuatku tumbuh sebagai seseorang yang mempercayai diriku ini adalah orang yang buruk dan keras kepala.
Aku sering menjadi bunglon hanya karena aku terlali takut menjadi diriku sendiri dan kembali dikritik oleh orang orang disekitarku. dan aku baru menyadari karakterku ini ketika aku sudah dewasa! Terlambat bagiku memang, sangat terlambat untuk mengembangkan berbagai potensiku.sayang sekali.
Oh oh.. tapi Tampaknya aku berkomentar terlalu panjang di sini. Haha maaf... Maaf..
Over all, salam kenal :)

Posting Komentar